RADAR TULUNGAGUNG - Sebuah video yang menunjukkan adanya ulat dalam puding stroberi dari paket program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Malang, Jawa Timur, ramai diperbincangkan di media sosial.
Video tersebut direkam oleh orang tua salah satu siswa yang memperlihatkan adanya ulat di dalam puding yang diterima anaknya.
Puding tersebut merupakan bagian dari paket makanan bergizi gratis yang dibagikan kepada siswa.
Paket makanan tersebut dibagikan kepada siswa SDN Tunjungsekar 3 Kota Malang pada Selasa lalu.
Pihak sekolah mengonfirmasi bahwa beberapa siswa memang melaporkan temuan serupa pada puding stroberi yang mereka terima.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak sekolah segera mengumpulkan kembali seluruh puding yang telah dibagikan kepada siswa.
Menu tersebut kemudian dikembalikan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selaku penyedia makanan dalam program MBG.
Sekolah menyampaikan bahwa kejadian ini sangat disayangkan. Pasalnya, sejak program MBG mulai diterapkan di sekolah tersebut pada September lalu, baru kali ini ditemukan masalah pada salah satu menu makanan.
Berdasarkan informasi dari pihak sekolah, ulat yang ditemukan diduga merupakan ulat buah yang berasal dari bahan stroberi.
Temuan serupa juga dilaporkan terjadi di beberapa sekolah lain yang berada di bawah layanan SPPG Tlogowaru 2, yang menaungi sejumlah sekolah di wilayah Tunjungsekar mulai dari tingkat TK, SD hingga SMP.
Pihak SPPG disebut telah menindaklanjuti laporan tersebut serta menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian yang terjadi. Sementara itu, pihak sekolah memastikan seluruh puding yang bermasalah telah ditarik dari para siswa.
Menanggapi kejadian ini, Pemerintah Kota Malang berencana memanggil kepala SPPG untuk meminta penjelasan terkait temuan tersebut.
Pemanggilan akan dilakukan oleh satuan tugas sebagai bagian dari proses klarifikasi dan evaluasi pelaksanaan program.
Pemerintah Kota Malang juga menegaskan bahwa sanksi dapat diberikan kepada penyedia makanan apabila terbukti tidak menjalankan standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.
Selain melakukan pemanggilan, pemerintah daerah juga akan melaporkan kasus ini kepada Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai bahan evaluasi program secara nasional.
Untuk mencegah kejadian serupa terulang, Pemkot Malang menyatakan akan memperketat pengawasan terhadap distribusi dan kualitas makanan dalam program MBG melalui koordinasi lintas perangkat daerah.
Tujuannya agar makanan yang diterima para siswa tetap terjamin keamanan dan kualitas gizinya.