Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 Datang Lebih Cepat dan Lebih Kering, Sebagian Besar Wilayah Indonesia Berpotensi Kekeringan

Ayu Dhea Cheryl • Jumat, 6 Maret 2026 | 10:41 WIB

BMKG memprediksi musim kemarau 2026 datang lebih cepat dan lebih kering di banyak wilayah Indonesia, sehingga berpotensi meningkatkan risiko kekeringan dan berkurangnya curah hujan.
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 datang lebih cepat dan lebih kering di banyak wilayah Indonesia, sehingga berpotensi meningkatkan risiko kekeringan dan berkurangnya curah hujan.

BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 Datang Lebih Cepat dan Lebih Kering, Sebagian Besar Wilayah Indonesia Berpotensi Kekeringan

radartulungagung.jawapos.com – BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Indonesia akan datang lebih cepat dari biasanya. Tidak hanya itu, sebagian besar wilayah juga diperkirakan mengalami kondisi kemarau yang lebih kering dibandingkan rata-rata normal tahunan.

Prediksi tersebut disampaikan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) berdasarkan analisis terbaru terhadap dinamika iklim di Indonesia. Informasi ini menjadi peringatan penting bagi berbagai sektor, mulai dari pertanian, pengelolaan sumber daya air hingga mitigasi kebakaran hutan dan lahan.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, melalui keterangan lembaganya menjelaskan bahwa lembaga meteorologi tersebut secara rutin menyampaikan berbagai informasi iklim guna mendukung perencanaan pembangunan di berbagai sektor.

Informasi tersebut mencakup prediksi curah hujan bulanan, buletin iklim, hingga prakiraan awal musim hujan dan musim kemarau di seluruh wilayah Indonesia.

Baca juga:Awal Musim Kemarau 2026 Dimulai April

Berdasarkan analisis BMKG, awal musim kemarau 2026 diperkirakan mulai terjadi secara bertahap sejak April hingga Juni.

Pada April 2026, sebanyak 114 zona musim atau sekitar 16,3 persen wilayah Indonesia diprediksi mulai memasuki musim kemarau.

Jumlah tersebut diperkirakan meningkat pada Mei 2026. BMKG mencatat sekitar 184 zona musim atau 26,3 persen wilayah Indonesia akan mulai mengalami kemarau pada periode tersebut.

Sementara itu, pada Juni 2026 sekitar 163 zona musim atau 23,3 persen wilayah Indonesia diprediksi turut memasuki musim kemarau.

BMKG menjelaskan bahwa secara klimatologis, awal musim kemarau biasanya dimulai dari wilayah Nusa Tenggara. Setelah itu, pola kemarau bergerak secara bertahap menuju wilayah barat Indonesia hingga mencakup berbagai daerah lainnya.

Baca juga:Hampir Setengah Wilayah Alami Kemarau Lebih Cepat

Jika dibandingkan dengan rata-rata klimatologis periode 1991 hingga 2020, BMKG memprediksi banyak wilayah akan mengalami musim kemarau lebih awal dari biasanya.

Tercatat sekitar 325 zona musim atau 46,5 persen wilayah Indonesia diperkirakan mengalami awal kemarau yang datang lebih cepat dibandingkan kondisi normal.

Selain datang lebih awal, sifat musim kemarau 2026 juga diprediksi lebih kering dari normal.

BMKG memprediksi akumulasi curah hujan selama periode kemarau di sekitar 451 zona musim atau sekitar 46,5 persen wilayah Indonesia akan berada pada kategori bawah normal.

Artinya, jumlah curah hujan yang turun selama musim kemarau kemungkinan akan lebih sedikit dibandingkan rata-rata tahunan.

Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kekeringan di sejumlah wilayah, terutama di daerah yang selama ini memiliki ketergantungan tinggi terhadap curah hujan.

Baca juga:Puncak Kemarau Diperkirakan Terjadi Agustus 2026

BMKG juga memperkirakan puncak musim kemarau 2026 akan terjadi pada bulan Agustus.

Sebanyak 429 zona musim atau sekitar 61,4 persen wilayah Indonesia diprediksi mencapai puncak kemarau pada bulan tersebut.

Menariknya, sebagian wilayah juga diperkirakan mengalami puncak kemarau lebih cepat dari biasanya.

Data BMKG menunjukkan sekitar 58,7 persen wilayah Indonesia kemungkinan mengalami puncak kemarau yang datang lebih awal dibandingkan pola klimatologis normal.

Selain itu, faktor lain yang menjadi perhatian adalah durasi musim kemarau yang diprediksi lebih panjang.

BMKG mencatat sekitar 400 zona musim atau 57,2 persen wilayah Indonesia berpotensi mengalami kemarau dengan durasi yang lebih lama dari kondisi rata-rata.

Baca juga:Dampak Kemarau 2026 Perlu Diantisipasi

BMKG menegaskan bahwa informasi prediksi musim kemarau 2026 ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat dalam melakukan langkah antisipasi.

Sektor pertanian menjadi salah satu bidang yang paling membutuhkan informasi ini. Petani dapat menyesuaikan pola tanam agar tidak terdampak kekeringan saat puncak musim kemarau.

Selain itu, pengelolaan sumber daya air juga perlu diperhatikan agar pasokan air tetap terjaga selama periode kemarau yang lebih panjang.

Potensi lain yang perlu diwaspadai adalah meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan, terutama di wilayah yang mengalami kondisi kemarau lebih kering dari normal.

Dengan adanya informasi iklim yang disampaikan lebih dini, diharapkan berbagai pihak dapat melakukan langkah mitigasi dan persiapan menghadapi kondisi kemarau yang diperkirakan cukup signifikan pada tahun 2026.

Editor : Ayu Dhea Cheryl
#prediksi bmkg #Prakiraan Iklim Indonesia #kemarau lebih kering #cuaca indonesia #musim kemarau 2026