Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

THR ASN 2026 Cair 100 Persen! Pemerintah Siapkan Rp55 Triliun untuk PNS, TNI, Polri hingga Pensiunan, Ini Jadwal dan Rinciannya

Krisna Pambudi • Senin, 9 Maret 2026 | 12:50 WIB

THR ASN 2026 cair 100 persen. (Ilustrasi: Gemini)
THR ASN 2026 cair 100 persen. (Ilustrasi: Gemini)

RADAR TULUNGAGUNG - Pemerintah resmi mengumumkan kebijakan THR ASN 2026 menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp55 triliun, meningkat sekitar 10 persen dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp49 triliun.

Dana tersebut akan disalurkan kepada aparatur negara mulai dari PNS, PPPK, TNI, Polri, hingga pensiunan.

Pemerintah memastikan tunjangan hari raya tersebut dibayarkan 100 persen penuh, termasuk berbagai komponen tunjangan yang melekat pada gaji.

Kebijakan THR ASN 2026 ini diharapkan mampu meningkatkan daya beli masyarakat sekaligus mendorong konsumsi nasional menjelang Lebaran 2026.

Anggaran THR ASN 2026 Tembus Rp55 Triliun

Dalam pengumuman paket stimulus ekonomi menjelang Idul Fitri, pemerintah menyebutkan bahwa anggaran THR ASN 2026 mencapai Rp55 triliun.

Anggaran tersebut terbagi ke beberapa kelompok penerima.

Untuk ASN pusat termasuk TNI dan Polri, jumlah penerima mencapai sekitar 2,4 juta orang dengan total anggaran sebesar Rp22,2 triliun.

Sementara itu, ASN daerah yang berjumlah sekitar 4,3 juta orang mendapatkan alokasi dana Rp20,2 triliun.

Sedangkan bagi pensiunan PNS, pensiunan TNI, dan pensiunan Polri, pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp12,7 triliun untuk sekitar 3,8 juta penerima.

Dengan total penerima mencapai lebih dari 10 juta orang, kebijakan ini menjadi salah satu stimulus fiskal terbesar menjelang Lebaran.

Komponen THR Dibayar 100 Persen

Pemerintah memastikan bahwa THR ASN 2026 dibayarkan secara penuh 100 persen. Komponen yang masuk dalam pembayaran THR meliputi:

Kebijakan ini berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya ketika pembayaran THR sempat mengalami penyesuaian.

Pemerintah menegaskan bahwa pemberian THR tidak sama dengan gaji ke-13 yang biasanya diberikan kepada ASN setiap tahun.

Beda THR dan Gaji ke-13

Banyak masyarakat masih menganggap THR ASN sama dengan gaji ke-13, padahal keduanya memiliki tujuan dan waktu pencairan yang berbeda.

THR diberikan menjelang Hari Raya Idul Fitri sebagai dukungan tambahan bagi aparatur negara dalam memenuhi kebutuhan Lebaran.

Sedangkan gaji ke-13 biasanya dibayarkan pada bulan Juni dan bertujuan membantu kebutuhan pendidikan keluarga ASN, terutama menjelang tahun ajaran baru.

Jadwal Pencairan THR ASN 2026

Pemerintah menyebutkan bahwa pencairan THR ASN 2026 sudah dimulai secara bertahap sejak 26 Februari 2026.

THR diberikan kepada berbagai kelompok aparatur negara, antara lain:

Pencairan yang dimulai lebih awal diharapkan membantu masyarakat mempersiapkan kebutuhan Lebaran.

THR Sektor Swasta Wajib Dibayar Penuh

Selain aparatur negara, pemerintah juga menegaskan bahwa THR sektor swasta wajib dibayarkan penuh kepada pekerja.

Perusahaan tidak diperbolehkan mencicil pembayaran THR kepada karyawan.

Sesuai ketentuan, THR bagi pekerja swasta harus dibayarkan paling lambat H-7 sebelum Lebaran.

Untuk pekerja yang telah bekerja minimal satu tahun, jumlah THR yang diterima adalah satu bulan upah.

Sementara bagi pekerja dengan masa kerja kurang dari satu tahun, pembayaran dilakukan secara proporsional sesuai masa kerja.

Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan, jumlah pekerja penerima upah yang tercatat mencapai 26,5 juta orang.

Nilai total THR yang diperkirakan dibayarkan sektor swasta mencapai sekitar Rp4 triliun.

Bonus Hari Raya untuk Driver Ojol

Selain THR ASN dan pekerja swasta, pemerintah juga mendorong pemberian bonus hari raya (BHR) bagi pengemudi ojek online.

Bonus ini merupakan hasil komunikasi antara pemerintah dengan perusahaan aplikator transportasi digital.

Diperkirakan sekitar 850 ribu mitra pengemudi akan menerima bonus tersebut dengan total nilai mencapai Rp220 miliar.

Jumlah ini meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Beberapa aplikator seperti Gojek (GoTo) dan Grab disebut meningkatkan alokasi bonus dari sekitar Rp50 miliar tahun lalu menjadi sekitar Rp100 hingga Rp110 miliar tahun ini.

Pemerintah juga mendorong agar bonus tersebut dibayarkan lebih awal, yakni sekitar H-14 hingga H-7 sebelum Idul Fitri.

Bantuan Pangan dan Stimulus Lain

Selain kebijakan THR ASN 2026, pemerintah juga menyiapkan sejumlah stimulus ekonomi tambahan menjelang Lebaran.

Salah satunya adalah bantuan pangan senilai Rp14,9 triliun untuk sekitar 35 juta keluarga penerima manfaat.

Bantuan tersebut berupa:

Selain itu, pemerintah juga memberikan diskon transportasi menjelang mudik Lebaran dengan total nilai sekitar Rp911,16 miliar yang bersumber dari APBN dan non-APBN.

Pemerintah juga menerapkan kebijakan work from anywhere (WFA) bagi ASN pada 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2026 guna mengurangi kepadatan mobilitas menjelang mudik Lebaran.

Dengan berbagai stimulus tersebut, pemerintah berharap konsumsi masyarakat meningkat dan pertumbuhan ekonomi nasional tetap terjaga selama periode Ramadan dan Idul Fitri 2026.

Editor : Krisna Pambudi
#THR PNS 2026 #THR Pensiunan PNS #THR ASN 2026 #gaji ke-13 ASN #pencairan THR PNS