Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Berapa Gaji Petugas MBG atau Makan Bergizi Gratis? Ini Rinciannya dari Staf Dapur hingga Kepala SPPG, Bisa Tembus Rp7 Juta

Kirana Meigita Luciana Rani • Selasa, 10 Maret 2026 | 09:56 WIB

Berapa gaji petugas MBG atau makan bergizi gratis? Simak rincian gaji staf dapur, kepala SPPG, koordinator hingga ahli gizi.
Berapa gaji petugas MBG atau makan bergizi gratis? Simak rincian gaji staf dapur, kepala SPPG, koordinator hingga ahli gizi.

RADAR TULUNGAGUNG- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu program pemerintah yang mulai banyak dibicarakan masyarakat. Selain manfaatnya dalam pemenuhan gizi, publik juga penasaran mengenai gaji petugas MBG yang terlibat langsung dalam operasional program tersebut.

Pertanyaan tentang berapa gaji petugas MBG kerap muncul, terutama bagi masyarakat yang tertarik bergabung dalam program ini. Besaran gaji ternyata tidak sama untuk semua pekerja karena dipengaruhi posisi jabatan, status kepegawaian, serta lokasi kerja.

Secara umum, gaji petugas MBG bervariasi mulai dari jutaan rupiah untuk staf dapur hingga lebih tinggi untuk posisi koordinator atau kepala satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG). Berikut rincian kisaran gaji berdasarkan posisi yang terlibat dalam program makan bergizi gratis.

Baca Juga: Harga Cabai Rawit Melambung di Pasar Ngemplak Tulungagung, Sentuh Rp 95 Ribu Per Kg di Tengah Ramadan

Kisaran Gaji Staf Dapur Program MBG

Posisi yang paling banyak dibutuhkan dalam program MBG adalah tenaga lapangan atau staf dapur. Mereka bertugas menyiapkan makanan, mengolah bahan pangan, hingga memastikan distribusi makanan berjalan lancar.

Untuk posisi ini, kisaran gaji bulanan diperkirakan berada di angka Rp2 juta hingga Rp4,5 juta. Besaran tersebut bisa berbeda di setiap daerah karena mengikuti standar upah minimum kabupaten atau kota (UMK).

Jika tenaga dapur tersebut memiliki status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) atau skema serupa, maka potensi penghasilan bisa meningkat. Beberapa sumber menyebutkan proyeksi gaji dapat mencapai sekitar Rp5 juta hingga Rp7 juta per bulan.

Baca Juga: Nuzulul Quran: Transformasi dari Manusia Tekstual ke Manusia Kontekstual

Gaji Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)

Dalam struktur program MBG, terdapat posisi penting yakni Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau yang sering disebut kepala dapur.

Posisi ini memiliki tanggung jawab lebih besar, mulai dari mengawasi operasional dapur, memastikan kualitas makanan, hingga mengatur distribusi makanan ke penerima manfaat.

Kisaran gaji untuk posisi kepala SPPG diperkirakan berada di angka Rp6,4 juta hingga Rp8 juta per bulan.

Beberapa kepala SPPG juga berasal dari program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang ditempatkan untuk mengelola program pemenuhan gizi di daerah.

Jika merujuk pada beberapa informasi yang beredar, total gaji untuk SPPI yang menjadi kepala SPPG disebut mencapai Rp19,3 juta per tiga bulan. Jika dirata-rata, penghasilan tersebut setara dengan sekitar Rp6,43 juta per bulan.

Baca Juga: Ketoprak Siswo Budoyo dari Tulungagung Pernah Rajai Panggung Jawa, Begini Kisah Kiswondo HS Membangun Legenda Seni Tradisional

Posisi Koordinator Program dan Ahli Gizi

Selain tenaga dapur dan kepala dapur, program makan bergizi gratis juga melibatkan tenaga profesional lain.

Salah satunya adalah koordinator program yang bertugas mengatur jalannya kegiatan secara keseluruhan, termasuk koordinasi antar tim di lapangan.

Untuk posisi ini, kisaran gaji diperkirakan berada di rentang Rp5 juta hingga Rp8 juta per bulan.

Sementara itu, posisi ahli gizi juga memiliki peran penting dalam memastikan menu makanan yang diberikan memenuhi standar gizi yang dibutuhkan penerima program.

Kisaran gaji ahli gizi dalam program MBG diperkirakan berada di angka Rp3,5 juta hingga Rp6 juta per bulan.

Baca Juga: Bukit Lemparan Tulungagung Viral di TikTok, Destinasi Wisata Baru di Lereng Timur Gunung Budeg dengan Panorama Sunrise dan Sunset

Faktor yang Mempengaruhi Besaran Gaji

Besaran gaji dalam program MBG tidak bersifat seragam di seluruh wilayah. Ada beberapa faktor yang memengaruhi nominal penghasilan para pekerja program tersebut.

Pertama adalah lokasi kerja, karena gaji biasanya menyesuaikan dengan upah minimum daerah setempat.

Kedua adalah status kepegawaian, apakah pekerja tersebut berstatus pegawai tetap, magang, kontrak, atau P3K.

Ketiga adalah posisi jabatan, yang tentunya memiliki tanggung jawab berbeda.

Selain itu, pemerintah juga memberikan jaminan sosial bagi pekerja program MBG. Premi BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja disebut tidak akan dipotong dari gaji mereka.

Artinya, pekerja tetap menerima gaji penuh tanpa pengurangan untuk pembayaran premi jaminan tersebut.

Baca Juga: 5 Makhluk Mitologi Pulau Jawa yang Masih Dipercaya: dari Wewe Gombel hingga Aul, Kisah Misterius yang Melegenda di Nusantara

Program MBG Buka Banyak Peluang Kerja

Program makan bergizi gratis tidak hanya berfokus pada peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga membuka peluang kerja baru di berbagai daerah.

Mulai dari tenaga dapur, ahli gizi, hingga koordinator program menjadi bagian penting dalam menjalankan program ini agar berjalan efektif.

Dengan kebutuhan tenaga kerja yang cukup besar, program MBG berpotensi menyerap banyak pekerja sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui lapangan pekerjaan baru.

Karena itu, informasi mengenai gaji petugas MBG menjadi salah satu hal yang paling banyak dicari masyarakat yang ingin terlibat dalam program tersebut.

Baca Juga: 7 Ilmu Kesaktian Nusantara yang Legendaris: dari Ajian Bandung Bondowoso hingga Rawa Rontek, Konon Dimiliki Para Pendekar Zaman Dulu

Editor : Kirana Meigita Luciana Rani
#gaji petugas MBG #gaji staf dapur MBG #Kepala SPPG