Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Terungkap! Praktik “Ternak Yayasan” di Program Makan Bergizi Gratis, BGN Temukan Oknum Kelola Banyak Dapur MBG demi Keuntungan

Ayu Dhea Cheryl • Selasa, 10 Maret 2026 | 10:20 WIB

BGN menemukan praktik “ternak yayasan” dalam pengelolaan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga dimanfaatkan oknum untuk meraup keuntungan.
BGN menemukan praktik “ternak yayasan” dalam pengelolaan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga dimanfaatkan oknum untuk meraup keuntungan.

Praktik penyimpangan dalam program makan bergizi gratis mulai terungkap. Badan Gizi Nasional (BGN) menemukan fenomena yang disebut sebagai “ternak yayasan” dalam pelaksanaan program strategis pemerintah tersebut.

Istilah ini merujuk pada oknum yang sengaja mendirikan banyak yayasan agar dapat mengelola lebih dari satu dapur dalam program Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tujuannya bukan untuk pelayanan sosial, melainkan mencari keuntungan dari pengelolaan dapur penyedia makanan bergizi.

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi dan Investigasi, Nanik Sudaryati, mengungkapkan bahwa praktik tersebut ditemukan setelah pihaknya melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan program MBG di berbagai daerah.

Menurut Nanik, pada awal pelaksanaan program pemerintah memang membuka kesempatan kerja sama dengan berbagai lembaga untuk memperluas jaringan dapur MBG.

Baca juga:Program MBG Awalnya Dibuka untuk Lembaga Sosial

BGN sejak awal memberikan prioritas kepada yayasan yang bergerak di bidang pendidikan, sosial, dan keagamaan. Tujuannya agar lembaga yang selama ini membantu masyarakat juga bisa ikut terlibat dalam program nasional tersebut.

Selain meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan, program ini juga diharapkan bisa memberikan dampak sosial yang lebih luas.

“Pada awalnya memang dibuka kesempatan bagi yayasan-yayasan yang bergerak di bidang sosial, pendidikan, dan keagamaan untuk mengelola dapur MBG,” jelas Nanik.

Kebijakan ini dibuat dengan harapan lembaga sosial yang telah lama berkontribusi kepada masyarakat dapat memperoleh dukungan tambahan, termasuk untuk memperbaiki fasilitas dan memperluas kegiatan sosial mereka.

Namun dalam pelaksanaannya, muncul pihak-pihak yang memanfaatkan peluang tersebut dengan cara yang tidak sesuai tujuan program.

Baca juga:Fenomena “Ternak Yayasan” dalam Program MBG

BGN menemukan adanya pihak yang mendirikan beberapa yayasan sekaligus. Yayasan-yayasan tersebut kemudian digunakan untuk mendaftarkan diri sebagai pengelola lebih dari satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.

Padahal dalam konsep awal, satu lembaga seharusnya hanya mengelola dapur dalam jumlah terbatas agar pengawasan dan kualitas pelayanan tetap terjaga.

Dengan mendirikan banyak yayasan berbeda, oknum tersebut dapat mengelola beberapa dapur sekaligus.

Praktik inilah yang kemudian disebut sebagai “ternak yayasan”.

“Jadi ada pihak yang sengaja membuat banyak yayasan hanya untuk mendapatkan lebih banyak dapur MBG. Tujuannya bukan pelayanan sosial, tetapi mencari keuntungan,” ujar Nanik.

Menurutnya, kondisi ini tentu bertentangan dengan semangat program MBG yang mengutamakan pelayanan gizi bagi masyarakat.

Baca juga:BGN Perketat Pengawasan Program

Menanggapi temuan tersebut, BGN menegaskan akan memperketat proses verifikasi lembaga yang ingin terlibat dalam pengelolaan dapur MBG.

Langkah pengawasan juga akan diperkuat untuk memastikan bahwa lembaga yang terlibat benar-benar memiliki rekam jejak kegiatan sosial yang jelas.

BGN juga akan melakukan investigasi lebih lanjut terhadap yayasan yang terindikasi melakukan praktik penyimpangan.

Langkah ini penting agar program makan bergizi gratis tetap berjalan sesuai tujuan awal, yaitu meningkatkan kualitas gizi masyarakat dan mendukung tumbuh kembang anak.

Selain itu, pemerintah ingin memastikan anggaran yang dialokasikan untuk program MBG benar-benar digunakan secara tepat sasaran.

Baca juga:Program Gizi Nasional Harus Tetap Tepat Sasaran

Program makan bergizi gratis merupakan salah satu program strategis yang dirancang untuk memperbaiki kualitas gizi masyarakat Indonesia.

Melalui jaringan dapur MBG yang tersebar di berbagai wilayah, pemerintah berupaya memastikan masyarakat, terutama anak-anak, mendapatkan asupan makanan yang sehat dan bergizi.

Karena itu, BGN menilai praktik seperti “ternak yayasan” tidak boleh dibiarkan karena berpotensi merusak tujuan program.

BGN memastikan akan terus melakukan pengawasan ketat agar program ini tetap berjalan transparan dan akuntabel.

Dengan langkah pengawasan yang lebih kuat, pemerintah berharap program makan bergizi gratis benar-benar dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat yang membutuhkan.

Editor : Ayu Dhea Cheryl
#badan gizi nasional #program Makan Bergizi Gratis #SPPG program gizi #dapur MBG #ternak yayasan MBG