Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Viral Menu Program MBG Telur dan Jagung Mentah di SMAN 1 Cigemblong Lebak, Pihak SPPG Akui Kelalaian Petugas Dapur

Divka Vance Yandriana • Selasa, 10 Maret 2026 | 20:20 WIB

Viral program MBG telur mentah di SMAN 1 Cigemblong Lebak. Pihak SPPG mengakui kelalaian petugas dapur saat pengemasan makanan.
Viral program MBG telur mentah di SMAN 1 Cigemblong Lebak. Pihak SPPG mengakui kelalaian petugas dapur saat pengemasan makanan.

JAKARTA - Program MBG kembali menjadi sorotan publik setelah beredar video yang memperlihatkan menu program MBG telur mentah dan jagung yang diduga belum matang dibagikan kepada siswa di SMAN 1 Cigemblong, Kabupaten Lebak, Banten.

Video mengenai program MBG telur mentah tersebut viral di media sosial dan memicu berbagai reaksi warganet yang mempertanyakan kualitas penyajian makanan dalam program makan bergizi gratis tersebut.

Dalam rekaman yang beredar, terlihat sejumlah siswa menerima makanan berupa telur ayam dan jagung yang disebut masih dalam kondisi mentah atau belum dimasak sepenuhnya. Peristiwa ini langsung memicu kritik terhadap pengawasan pelaksanaan program MBG telur mentah yang dinilai kurang maksimal.

Baca Juga: Profil Muhammad Fikri Thobari: Bupati Rejang Lebong yang Ditangkap KPK dalam OTT, Latar Belakang Pengusaha hingga Aktivis

Video Viral Menu MBG di SMAN 1 Cigemblong

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, 23 Januari 2026 ketika makanan dari program Makan Bergizi Gratis dibagikan kepada para siswa di sekolah tersebut.

Dalam video yang beredar luas, terlihat siswa memperlihatkan telur dan jagung yang diduga masih mentah. Video tersebut kemudian menyebar cepat di berbagai platform media sosial dan memicu perdebatan di kalangan warganet.

Banyak pengguna media sosial mempertanyakan bagaimana makanan yang belum matang bisa sampai didistribusikan kepada siswa dalam program yang seharusnya menjamin kualitas gizi dan keamanan pangan.

Baca Juga: Polemik Anggaran Pendidikan untuk MBG Memanas, Habiburrahman Tantang Adian Napitupulu Debat dengan Said Abdullah

Program MBG sendiri merupakan salah satu program pemerintah yang bertujuan memberikan asupan makanan bergizi kepada siswa di berbagai daerah guna meningkatkan kesehatan serta mendukung perkembangan anak.

Karena itu, munculnya kejadian ini langsung menarik perhatian publik dan menimbulkan kekhawatiran terkait standar pengolahan makanan dalam program tersebut.

Pihak SPPG Akui Ada Kelalaian Petugas

Menanggapi viralnya video tersebut, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akhirnya memberikan klarifikasi.

Kepala SPPG dari Yayasan Amanah Permas Agung, Rasudin, mengakui bahwa memang terdapat telur mentah yang terdistribusi kepada siswa di sekolah tersebut.

Menurutnya, jumlah telur mentah yang ikut terbawa dalam paket makanan diperkirakan mencapai sekitar 15 kilogram.

Baca Juga: Keutamaan Lailatul Qadar di 10 Malam Terakhir Ramadan: Ibadah Satu Malam Lebih Baik dari 1000 Bulan, Ini Amalan yang Dianjurkan

Ia menjelaskan bahwa kejadian tersebut bukan disengaja, melainkan akibat kelalaian petugas dapur saat proses pengemasan makanan.

Rasudin mengatakan telur yang sudah dimasak dan telur mentah ditempatkan berdekatan di dapur sehingga terjadi kesalahan saat pengambilan.

“Terjadi kesalahan pengambilan saat pengemasan. Telur yang seharusnya sudah matang, namun yang terbawa justru telur mentah,” ujarnya.

Kesalahan tersebut membuat sebagian paket makanan yang diterima siswa berisi telur yang belum dimasak.

Jagung Disebut Hanya Setengah Matang

Selain telur mentah, jagung yang ikut dibagikan kepada siswa juga menjadi sorotan karena dinilai belum matang sepenuhnya.

Namun pihak SPPG menjelaskan bahwa jagung tersebut sebenarnya sudah melalui proses perebusan, meskipun hanya setengah matang.

Menurut Rasudin, jagung tersebut memang belum dimasak hingga benar-benar matang karena masih dalam proses pengolahan sebelum didistribusikan.

Meski demikian, kejadian tersebut tetap dianggap sebagai kesalahan prosedur dalam proses penyajian makanan kepada para siswa.

Pengawasan Akan Diperketat

Setelah kejadian tersebut viral, pihak SPPG menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap sistem pengolahan dan distribusi makanan dalam program MBG.

Rasudin menegaskan pihaknya akan memperketat pengawasan terhadap seluruh petugas dapur, terutama dalam hal pemilahan bahan makanan matang dan mentah.

Selain itu, kedisiplinan petugas juga akan ditingkatkan untuk memastikan standar kebersihan serta keamanan pangan benar-benar diterapkan.

Langkah tersebut dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat dalam pelaksanaan program makan bergizi gratis, terutama karena program tersebut menyasar siswa sekolah yang membutuhkan jaminan keamanan pangan.

Editor : Divka Vance Yandriana
#Program MBG #MBG #SPPG