JAKARTA - Program makan bergizi gratis yang mulai dijalankan pemerintah Indonesia sejak 2025 ternyata bukan kebijakan baru di dunia. Sejumlah negara bahkan telah lebih dulu menerapkan program serupa sejak puluhan hingga ratusan tahun lalu sebagai bagian dari kebijakan pendidikan dan kesehatan anak.
Program yang di Indonesia dikenal sebagai Makan Bergizi Gratis (MBG) ini digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas gizi generasi muda. Program tersebut menyasar puluhan juta penerima manfaat, termasuk siswa sekolah, balita, serta ibu hamil.
Meski baru berjalan, program makan bergizi gratis di Indonesia langsung menjadi salah satu kebijakan sosial terbesar pemerintah. Namun jika dibandingkan dengan negara lain, Indonesia tergolong relatif terlambat memulai kebijakan makan gratis bagi siswa.
Beberapa negara bahkan telah menjadikan makan bergizi gratis di sekolah sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional selama puluhan tahun. Berikut tujuh negara yang telah lebih dahulu menerapkan program serupa.
China Jalankan Program Nutrisi Sejak 2011
China meluncurkan program bernama Nutrition Improvement Program pada 2011. Program ini ditujukan terutama bagi anak-anak di wilayah pedesaan yang memiliki risiko kekurangan gizi.
Pemerintah pusat China memberikan subsidi sekitar 4 yuan per anak per hari untuk penyediaan makanan bergizi di sekolah.
Program ini bertujuan mengurangi angka stunting, meningkatkan kesehatan siswa, serta memastikan lebih dari 30 juta murid dapat belajar dengan kondisi gizi yang memadai.
Baca Juga: Viral Isu Rapel Gaji Pensiunan Cair 11 Maret 2026, TASPEN Tegaskan Belum Ada Surat Resmi Pemerintah
Estonia Berikan Makan Siang Gratis Sejak 2002
Estonia juga termasuk negara yang cukup lama menerapkan kebijakan makan gratis bagi siswa.
Sejak 2002, pemerintah Estonia menyediakan makan siang gratis bagi seluruh siswa sekolah negeri.
Biaya program tersebut ditanggung bersama oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah dengan rata-rata anggaran sekitar 1 euro per anak per hari.
Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan seluruh siswa mendapatkan nutrisi yang cukup selama mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
Brasil Perluas Program Sejak 2009
Brasil memiliki program makan gratis di sekolah bernama Programa Nacional de Alimentação Escolar (PNAE).
Program ini sebenarnya telah diatur dalam konstitusi Brasil sejak 1988. Namun pada 2009, kebijakan tersebut diperluas agar seluruh siswa sekolah negeri mendapatkan makanan gratis.
Biaya program bervariasi antara 0,36 hingga 1,07 real Brasil per anak per hari, tergantung jenjang pendidikan.
Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah Brasil untuk meningkatkan kesehatan anak sekaligus mendukung proses belajar mereka di sekolah.
India Jalankan Program Terbesar di Dunia
India dikenal memiliki program makan siang gratis terbesar di dunia. Program tersebut dikenal sebagai Midday Meal Scheme yang kini berganti nama menjadi PM Poshan.
Program ini diperluas secara besar-besaran sejak awal tahun 2000-an dan kini menjangkau lebih dari 100 juta anak sekolah.
Pemerintah India mengalokasikan biaya sekitar 6 hingga 9 rupee per anak per hari, tergantung tingkat pendidikan siswa.
Selain meningkatkan gizi anak, program ini juga terbukti membantu meningkatkan tingkat kehadiran siswa di sekolah.
Inggris Terapkan Free School Meals
Inggris juga memiliki kebijakan Free School Meals yang telah diterapkan sejak awal abad ke-20.
Namun cakupan program ini semakin luas sejak 2014, ketika pemerintah memutuskan memberikan makan gratis bagi semua murid kelas rendah di sekolah dasar.
Subsidi makanan dalam program ini rata-rata mencapai sekitar 2,40 pound sterling per anak per hari, meskipun jumlahnya dapat berbeda di tiap wilayah.
Swedia Jadikan Gizi Bagian dari Hak Pendidikan
Di Swedia, makan siang gratis di sekolah telah berjalan sejak tahun 1940-an.
Program ini memberikan makanan sehat secara gratis kepada semua siswa yang mengikuti pendidikan wajib.
Pemerintah daerah biasanya mengalokasikan anggaran sekitar 3 hingga 4 euro per anak per hari untuk program tersebut.
Di negara ini, pemenuhan gizi siswa dianggap sebagai bagian penting dari hak pendidikan.
Finlandia Jadi Pelopor Program Makan Gratis
Finlandia menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan program makan siang gratis secara universal.
Kebijakan tersebut mulai diberlakukan sejak 1948 dan masih berjalan hingga sekarang.
Semua siswa, mulai dari prasekolah hingga sekolah menengah atas, mendapatkan makan siang gratis setiap hari.
Pemerintah Finlandia mengalokasikan biaya sekitar 3 euro per anak per hari atau lebih dari 500 euro per tahun untuk program ini.
Program makan gratis tersebut dianggap sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan pendidikan nasional.
Indonesia Baru Memulai Program pada 2025
Indonesia sendiri baru meluncurkan program makan bergizi gratis pada 2025.
Program ini menyasar puluhan juta penerima manfaat, termasuk anak sekolah, balita, serta ibu hamil.
Meski masih menghadapi sejumlah tantangan seperti distribusi makanan, pengawasan kualitas, hingga kesiapan anggaran, program ini dinilai sebagai langkah penting dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia.
Banyak negara telah membuktikan bahwa pemenuhan gizi siswa merupakan investasi masa depan. Anak yang sehat dan memiliki asupan gizi cukup cenderung lebih siap belajar, lebih produktif, serta memiliki peluang lebih besar untuk berkontribusi pada pembangunan negara.
Karena itu, keberhasilan program makan bergizi gratis di Indonesia akan sangat bergantung pada evaluasi berkelanjutan serta perbaikan sistem pelaksanaannya.
Editor : Divka Vance Yandriana