Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Perbandingan Makan Siang Gratis di 7 Negara: Finlandia hingga India Sudah Lama, Bagaimana dengan Program MBG Indonesia?

Divka Vance Yandriana • Selasa, 10 Maret 2026 | 21:30 WIB

Perbandingan makan siang gratis di berbagai negara seperti Finlandia, Jepang, hingga India dan kaitannya dengan program MBG Indonesia.
Perbandingan makan siang gratis di berbagai negara seperti Finlandia, Jepang, hingga India dan kaitannya dengan program MBG Indonesia.

JAKARTA - Program makan siang gratis di berbagai negara telah lama menjadi kebijakan penting untuk meningkatkan gizi serta kualitas pendidikan anak. Sejumlah negara bahkan sudah menerapkan program tersebut sejak puluhan tahun lalu, jauh sebelum Indonesia memulai program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Program MBG yang dicanangkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mulai dijalankan pada 2025 dengan target jutaan penerima manfaat. Tujuan utamanya adalah memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan nutrisi yang cukup agar mampu belajar secara optimal.

Namun jika dibandingkan dengan beberapa negara lain, program makan siang gratis di Indonesia tergolong relatif baru. Banyak negara yang lebih dulu menjalankan kebijakan ini sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional mereka.

Baca Juga: Program MBG di Surabaya Tuai Apresiasi Siswa, 696 Porsi Makan Bergizi Gratis Dibagikan Setiap Hari di SDN Kalirungkut

Berikut perbandingan program makan siang gratis di beberapa negara yang sering dijadikan contoh dalam penerapan kebijakan gizi untuk pelajar.

Finlandia Jadi Pelopor Program Makan Siang Gratis

Finlandia dikenal sebagai salah satu negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia. Negara ini juga menjadi pelopor dalam penyediaan makan siang gratis bagi pelajar.

Program tersebut mulai digagas sejak 1940-an dan secara resmi dimasukkan dalam undang-undang pendidikan pada 1948.

Menu makan siang di sekolah Finlandia biasanya lengkap dan bergizi, terdiri dari pasta atau nasi sebagai karbohidrat, protein, sayuran, serta susu dan jus buah.

Baca Juga: Viral Kabar Gaji Pensiunan Cair 5 Maret 2026 dan Rapel 12 Persen Ikut Dibayar, Ini Penjelasan Resmi TASPEN soal Pencairan dan THR

Pemerintah Finlandia mengalokasikan anggaran sekitar 300 juta euro per tahun untuk menjalankan program tersebut.

Jumlah penerima manfaatnya mencapai sekitar 900 ribu siswa di seluruh negara tersebut.

Selain meningkatkan gizi anak, program ini juga bertujuan menekan angka obesitas serta masalah kesehatan pada anak-anak.

Jepang Sudah Mulai Sejak 1899

Jepang bahkan sudah menerapkan program makan siang sekolah sejak 1899 dengan nama Kyushoku.

Program ini awalnya bertujuan membantu siswa dari keluarga kurang mampu agar tetap mendapatkan makanan bergizi selama belajar di sekolah.

Pada masa Perang Dunia II, program tersebut semakin penting karena banyak keluarga mengalami kekurangan pangan.

Baca Juga: Nasib Honorer Non Database BKN di Lombok Tengah Terancam 2026, Ribuan Guru dan Nakes Gagal Diangkat PPPK Paruh Waktu

Akhirnya pada 1954, pemerintah Jepang secara resmi memasukkan program makan siang sekolah dalam sistem pendidikan nasional.

Menu makan siang di Jepang dikenal sederhana namun sehat, seperti ikan salmon, nasi, sayur, serta sup hangat.

Biaya per porsi makanan diperkirakan berkisar antara Rp40 ribu hingga Rp80 ribu, dengan sebagian kecil biaya ditanggung oleh orang tua siswa.

Swedia Sediakan Sistem Prasmanan

Swedia juga memiliki program makan siang gratis bagi pelajar yang sudah berjalan sejak 1940-an.

Berbeda dengan negara lain, sekolah di Swedia biasanya menyediakan makanan dengan sistem prasmanan.

Siswa dapat mengambil makanan sesuai kebutuhan mereka. Menu yang disediakan juga beragam, termasuk pilihan vegetarian serta makanan khusus bagi siswa dengan alergi atau diet tertentu.

Pemerintah Swedia mengalokasikan anggaran sekitar Rp75 triliun per tahun untuk mendukung program makan siang gratis tersebut.

Brasil Layani Puluhan Juta Siswa

Brasil menjalankan program makan gratis di sekolah sejak 1955 dengan tujuan mengatasi masalah kelaparan dan kekurangan gizi pada anak.

Program ini menjadi salah satu yang terbesar di dunia karena melayani lebih dari 40 juta siswa di sekitar 150 ribu sekolah.

Meski cakupannya sangat luas, anggaran yang digunakan relatif lebih kecil dibandingkan negara lain, yakni sekitar Rp15 triliun per tahun.

Biaya makanan per anak diperkirakan sekitar Rp4.400, namun menu yang disediakan tetap mencakup protein, sayuran, dan karbohidrat.

Program ini juga mendukung pemberdayaan petani lokal yang menjadi pemasok bahan makanan sekolah.

Skotlandia Fokus pada Siswa Sekolah Dasar

Di Skotlandia, program makan siang gratis tidak diberikan kepada seluruh siswa.

Program yang dimulai pada 2015 ini hanya menyasar siswa sekolah dasar kelas 1 hingga kelas 3.

Menu makanan yang diberikan relatif sederhana, namun tetap mengandung nutrisi yang cukup seperti protein dan sayuran.

Tujuan utama program ini adalah mengurangi ketimpangan sosial serta memastikan tidak ada anak yang belajar dalam kondisi lapar.

Pemerintah Skotlandia juga berencana memperluas program ini ke jenjang kelas yang lebih tinggi.

China Mulai Program pada 2011

China termasuk negara yang relatif baru menerapkan program makan siang gratis di sekolah.

Program tersebut dimulai pada 2011 dan ditujukan khusus untuk siswa di daerah pedesaan.

Subsidi yang diberikan pemerintah sekitar 4 yuan per anak per hari.

Meski anggarannya relatif kecil, program ini dinilai berhasil meningkatkan kesehatan anak serta pertumbuhan tinggi badan siswa.

Data menunjukkan rata-rata tinggi badan siswa meningkat sekitar 1,5 hingga 1,7 sentimeter setelah program berjalan.

India Jalankan Program Terbesar di Dunia

India memiliki salah satu program makan siang gratis terbesar di dunia.

Program ini sudah dimulai sejak 1925 dan diperluas secara nasional pada 2001.

Saat ini, program tersebut melayani lebih dari 118 juta siswa di seluruh India.

Anggaran yang dikeluarkan pemerintah pusat sekitar Rp21,7 triliun, dengan sebagian biaya juga ditanggung oleh pemerintah daerah.

Penelitian menunjukkan bahwa siswa yang menerima makan siang gratis cenderung memiliki kemampuan membaca dan matematika yang lebih baik dibandingkan siswa yang tidak mengikuti program tersebut.

Indonesia Baru Memulai Program MBG

Indonesia sendiri baru meluncurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2025.

Program ini menargetkan jutaan penerima manfaat, termasuk siswa sekolah, balita, serta ibu hamil.

Meski masih menghadapi berbagai tantangan seperti distribusi makanan dan pengawasan kualitas, program ini diharapkan mampu meningkatkan gizi anak-anak Indonesia.

Pengalaman berbagai negara menunjukkan bahwa program makan siang gratis bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan gizi siswa, tetapi juga dapat meningkatkan kehadiran di sekolah serta prestasi belajar.

Karena itu, keberhasilan program MBG di Indonesia akan sangat bergantung pada evaluasi serta perbaikan berkelanjutan dalam pelaksanaannya.

Editor : Divka Vance Yandriana
#MBG #MBG Indonesia #Makanan Bergizi Gratis (MBG)