JAKARTA - Polemik pembayaran dalam program makan bergizi gratis kembali mencuat. Yayasan Media Berkat Nusantara membantah tuduhan belum membayar mitra dapur program makan bergizi gratis di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan.
Kuasa hukum yayasan, Timoti Ezra Simanjuntak, menegaskan bahwa dana untuk mitra dapur makan bergizi gratis Kalibata sebenarnya sudah tersedia di rekening yayasan. Ia menyebut tidak ada penyelewengan dana sebagaimana yang dituduhkan oleh pihak mitra dapur.
Menurutnya, permasalahan yang terjadi bukan terkait ketiadaan dana, melainkan adanya perbedaan pendapat mengenai perhitungan tagihan yang diajukan oleh mitra dapur.
Yayasan Bantah Tuduhan Penyelewengan Dana
Dalam klarifikasinya, pihak yayasan menyebut tuduhan bahwa dana program makan bergizi gratis diselewengkan tidak berdasar.
Timoti menyatakan pembayaran dari instansi terkait sudah diterima oleh yayasan dan tersimpan di rekening. Namun pencairan dana kepada mitra dapur belum bisa dilakukan sepenuhnya karena masih menunggu kelengkapan data tagihan.
“Pembayaran dari instansi itu sudah ada di dalam rekening dan tidak berubah,” ujar Timoti dalam keterangannya.
Ia juga menegaskan bahwa yayasan tidak melakukan penyalahgunaan dana program makan bergizi gratis.
Menurutnya, tuduhan tersebut sangat jauh dari kenyataan yang sebenarnya terjadi.
“Tidak sesuai dengan tuduhan penyelewengan dana itu jauh panggang dari api. Pembayaran sudah diterima dan tidak dilakukan penyelewengan oleh yayasan,” katanya.
Persoalan Perhitungan Tagihan Mitra Dapur
Meski dana disebut sudah tersedia, pihak yayasan mengakui masih ada perbedaan pendapat dengan mitra dapur terkait jumlah tagihan yang harus dibayarkan.
Perbedaan ini menyebabkan dana belum bisa dicairkan secara penuh kepada mitra dapur yang terlibat dalam penyediaan makanan program makan bergizi gratis.
Menurut Timoti, yayasan membutuhkan data tagihan yang lengkap dan sesuai dari pihak mitra dapur sebelum dana dapat dicairkan.
Hal ini dianggap penting untuk memastikan proses pembayaran berjalan sesuai prosedur administrasi yang berlaku.
Ia menambahkan bahwa semua pembayaran akan diselesaikan setelah data tagihan dari mitra dapur diverifikasi.
Dana Disebut Aman di Rekening Yayasan
Untuk menegaskan pernyataannya, pihak yayasan juga menyampaikan bahwa saldo dana program tersebut masih tersimpan di rekening bank.
Namun Timoti tidak dapat menunjukkan secara rinci jumlah dana yang ada karena alasan perlindungan data pribadi.
Ia hanya menegaskan bahwa dana tersebut tetap berada di rekening dan tidak digunakan untuk kepentingan lain.
“Sudah ada di rekening, tidak keluar. Jadi tidak benar ada penyelewengan dana,” ujarnya.
Pihak yayasan juga menyatakan siap menyelesaikan persoalan pembayaran setelah proses administrasi dengan mitra dapur selesai.
Program Makan Bergizi Gratis Jadi Sorotan
Program makan bergizi gratis merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah.
Program ini juga menjadi bagian dari kebijakan sosial yang didorong oleh Presiden Prabowo Subianto melalui berbagai lembaga pemerintah.
Dalam pelaksanaannya, program ini melibatkan banyak pihak, termasuk yayasan, mitra dapur, serta penyedia bahan pangan.
Karena melibatkan jaringan distribusi yang luas, persoalan administrasi dan pembayaran menjadi tantangan yang harus dikelola dengan baik.
Kasus yang terjadi di Kalibata menjadi salah satu contoh dinamika dalam implementasi program besar tersebut.
Transparansi Jadi Kunci
Sejumlah pihak menilai transparansi dan komunikasi yang baik antara yayasan dan mitra dapur sangat penting agar program makan bergizi gratis dapat berjalan lancar.
Koordinasi yang jelas mengenai perhitungan tagihan dan mekanisme pembayaran dinilai dapat mencegah munculnya kesalahpahaman di lapangan.
Jika persoalan administratif dapat segera diselesaikan, program makan bergizi gratis diharapkan tetap berjalan sesuai tujuan awalnya, yakni memastikan masyarakat khususnya anak-anak memperoleh makanan bergizi setiap hari.
Editor : Divka Vance Yandriana