JAKARTA - Program makan bergizi gratis yang dijalankan pemerintah menunjukkan perkembangan signifikan. Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap jumlah penerima manfaat program tersebut kini melonjak hingga 55,1 juta orang per hari.
Angka tersebut jauh melampaui target awal program makan bergizi gratis yang sebelumnya hanya diproyeksikan menjangkau sekitar 6 juta penerima pada tahap awal pelaksanaan.
Lonjakan tersebut terjadi seiring meningkatnya jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di berbagai daerah. Saat ini, tercatat sekitar 19.000 dapur SPPG telah beroperasi untuk menyiapkan makanan bagi para penerima manfaat.
Program makan bergizi gratis sendiri menjadi salah satu kebijakan prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama anak-anak.
Target Program Naik Tajam
Dalam pemaparannya, BGN menjelaskan bahwa peningkatan jumlah penerima manfaat tidak terlepas dari partisipasi berbagai pihak dalam pembangunan dapur program makan bergizi gratis.
Awalnya pemerintah menargetkan program ini melayani sekitar 6 juta orang per hari pada 2025. Namun perkembangan di lapangan menunjukkan peningkatan yang jauh lebih cepat dari perkiraan.
Saat ini jumlah penerima sudah mencapai 55,1 juta orang setiap hari.
Lonjakan ini disebut terjadi karena semakin banyak mitra yang ikut membangun dapur SPPG di berbagai wilayah Indonesia.
“Target yang semula hanya 6 juta per hari kini mencapai 55,1 juta,” ungkap pihak BGN dalam penjelasannya.
Ribuan Dapur SPPG Beroperasi
Keberhasilan perluasan program makan bergizi gratis juga ditopang oleh bertambahnya jumlah dapur produksi makanan.
BGN mencatat saat ini terdapat sekitar 19.000 dapur SPPG yang telah beroperasi di berbagai provinsi.
Dapur tersebut menjadi pusat produksi makanan bergizi yang kemudian didistribusikan kepada para penerima manfaat seperti siswa sekolah dan kelompok rentan lainnya.
Setiap dapur SPPG juga melibatkan berbagai pihak dalam rantai pasok makanan, mulai dari penyedia bahan pangan hingga tenaga dapur.
Dengan skala yang besar, dapur SPPG menjadi tulang punggung distribusi makanan dalam program makan bergizi gratis nasional.
Serap Hingga 2,5 Juta Tenaga Kerja
Selain berdampak pada sektor kesehatan dan pendidikan, program makan bergizi gratis juga disebut memberikan dampak ekonomi yang signifikan.
BGN menyebut program ini mampu menyerap hingga 2,5 juta tenaga kerja baik secara langsung maupun tidak langsung.
Dari jumlah tersebut, sekitar 902.000 orang bekerja langsung di dapur-dapur SPPG yang tersebar di berbagai daerah.
Mereka terdiri dari tenaga dapur, pengelola distribusi makanan, serta pekerja operasional lainnya.
Sementara itu, lebih dari 1,5 juta orang lainnya bekerja secara tidak langsung dalam rantai pasok program ini.
Pekerjaan tersebut mencakup pemasok bahan makanan, petani, hingga pelaku usaha logistik yang mendukung operasional dapur.
Dengan skala tersebut, program makan bergizi gratis dinilai tidak hanya berfungsi sebagai program sosial, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat.
Investasi Mitra Capai Puluhan Triliun
BGN juga mengungkap bahwa pembangunan dapur SPPG sebagian besar didukung oleh investasi dari para mitra program.
Jika seluruh dapur tersebut harus dibangun langsung oleh pemerintah, biaya yang dibutuhkan diperkirakan sangat besar.
Sebagai gambaran, satu dapur SPPG diperkirakan memerlukan investasi sekitar Rp2 miliar.
Dengan jumlah dapur yang mencapai sekitar 20.000 unit, nilai investasi yang dibutuhkan bisa mencapai Rp40 triliun.
Namun investasi tersebut banyak ditanggung oleh mitra yang berpartisipasi dalam program makan bergizi gratis.
Hal ini dinilai membantu pemerintah mempercepat perluasan layanan tanpa harus menanggung seluruh biaya pembangunan dapur.
SPPG Terbuka untuk Semua Warga
Dalam keterangannya, BGN juga menegaskan bahwa pembangunan dapur SPPG terbuka bagi seluruh warga negara Indonesia.
Menurut mereka, setiap pihak memiliki hak yang sama untuk menjadi mitra dalam pembangunan dapur program makan bergizi gratis.
“SPPG adalah hak semua warga negara Indonesia. Siapapun bisa berpartisipasi,” ujar perwakilan BGN.
Partisipasi masyarakat tersebut menjadi salah satu faktor yang mempercepat perkembangan program makan bergizi gratis di berbagai daerah.
Ke depan, pemerintah berharap program ini dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat.
Dengan dukungan berbagai pihak, program makan bergizi gratis diharapkan mampu meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru di berbagai sektor.
Editor : Divka Vance Yandriana