JAKARTA - Dugaan penggelapan dana makan bergizi gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik. Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi NasDem, Irma Suryani Chaniago, mengaku telah berkomunikasi langsung dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) terkait dugaan penyimpangan dana program MBG di Jakarta Selatan.
Kasus ini mencuat setelah adanya laporan mengenai dugaan penggelapan dana makan bergizi gratis yang nilainya disebut mencapai hingga Rp1 miliar. Dugaan tersebut berkaitan dengan operasional dapur program MBG yang dijalankan oleh mitra di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan.
Irma mengatakan komunikasi dengan Kepala BGN dilakukan untuk memastikan bagaimana alur pembayaran dana program makan bergizi gratis dari pemerintah hingga ke mitra yang menjalankan operasional dapur.
BGN Klaim Dana Sudah Dibayarkan
Menurut Irma, berdasarkan penjelasan dari Kepala BGN, lembaga tersebut sebenarnya telah melakukan pembayaran kepada yayasan yang menjadi mitra program MBG.
BGN bahkan disebut sudah menyalurkan dana operasional untuk kebutuhan program selama satu minggu ke depan kepada yayasan yang bekerja sama.
Namun setelah ditelusuri lebih lanjut ke pihak yayasan, muncul alasan bahwa pembayaran kepada mitra dapur belum bisa dilakukan karena dokumen administrasi belum lengkap.
Pihak yayasan menyebut kwitansi pembelian bahan makanan dari mitra dapur tidak lengkap, sehingga perlu dilakukan proses verifikasi ulang sebelum dana dapat dicairkan.
Alasan tersebut yang kemudian menyebabkan dana belum sampai kepada mitra dapur yang menjalankan kegiatan memasak dan distribusi makanan.
DPR Nilai Alasan Tidak Tepat
Meski demikian, Irma menilai alasan tersebut tidak bisa dijadikan dasar untuk menunda pembayaran kepada mitra yang telah menjalankan program MBG.
Menurutnya, mitra dapur telah bekerja menyiapkan makanan bagi penerima manfaat sehingga hak pembayaran mereka harus segera dipenuhi.
Ia menegaskan bahwa keterlambatan pembayaran berpotensi merugikan mitra yang sudah mengeluarkan biaya operasional untuk menjalankan dapur makan bergizi gratis.
Karena itu, ia meminta Badan Gizi Nasional segera melakukan evaluasi terhadap sistem pengelolaan program tersebut.
“Perlu ada perbaikan tata kelola distribusi dan pembayaran agar kejadian seperti ini tidak terulang,” ujarnya.
Kasus Bermula dari Laporan Mitra MBG
Kontroversi ini pertama kali mencuat setelah seorang mitra program MBG di Kalibata, Jakarta Selatan, melaporkan dugaan penyelewengan dana kepada pihak kepolisian.
Mitra dapur bernama Ira Mesra melaporkan Yayasan Media Berkat Nusantara ke Polres Metro Jakarta Selatan.
Laporan tersebut menyebut yayasan tersebut diduga tidak menyalurkan dana MBG yang seharusnya digunakan untuk operasional dapur program makan bergizi gratis.
Padahal yayasan itu disebut telah menerima transfer dana dari Badan Gizi Nasional.
Jumlah dana yang ditransfer disebut mencapai sekitar Rp386,5 juta.
Dana tersebut seharusnya digunakan untuk membiayai kegiatan memasak serta distribusi makanan bagi penerima program MBG.
Namun menurut laporan mitra dapur, dana tersebut tidak disalurkan kepada pihak yang menjalankan operasional di lapangan.
Program Strategis Pemerintah
Program makan bergizi gratis merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
Program ini bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah, balita, serta kelompok rentan lainnya.
Pelaksanaan program melibatkan berbagai pihak, termasuk lembaga pemerintah, yayasan, serta mitra dapur yang bertugas menyiapkan makanan.
Karena melibatkan jaringan yang luas, pengelolaan administrasi dan distribusi dana menjadi aspek penting dalam keberhasilan program.
Kasus dugaan penggelapan dana di Jakarta Selatan menjadi pengingat pentingnya sistem pengawasan yang kuat.
DPR berharap pemerintah dapat memperbaiki mekanisme pembayaran serta memperkuat transparansi agar program makan bergizi gratis dapat berjalan sesuai tujuan awalnya.
Deskripsi (Meta Description):
Dugaan penggelapan dana makan bergizi gratis Rp1 miliar disorot DPR. Komisi IX minta BGN perbaiki sistem pembayaran mitra MBG.