RADAR TULUNGAGUNG– Insiden menegangkan terjadi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Seorang siswi sekolah dasar terseret banjir lahar Gunung Semeru saat hendak berangkat ke sekolah pada Senin pagi. Peristiwa ini terjadi ketika sang ayah nekat menerobos derasnya arus banjir demi mengantarkan anaknya belajar di hari pertama masuk sekolah setelah libur panjang awal Ramadan.
Peristiwa siswi SD terseret banjir lahar Gunung Semeru tersebut terjadi di aliran Sungai Regoyo. Korban diketahui bernama Vita, siswi kelas 4 SD Negeri Jugosari 3. Saat itu, ia berangkat ke sekolah dengan diantar ayahnya menggunakan sepeda motor.
Namun nahas, derasnya arus banjir lahar hujan yang turun dari kawasan Gunung Semeru membuat kendaraan mereka tidak mampu bertahan. Motor yang dikendarai sang ayah kehilangan keseimbangan dan akhirnya terseret arus bersama mereka.
Menurut warga sekitar yang menyaksikan kejadian tersebut, motor dan penumpangnya sempat terbawa arus hingga beberapa meter.
“Langsung nyelonong saja menerjang arus. Padahal bawa anaknya mau sekolah,” ujar seorang warga yang berada di lokasi kejadian.
Warga memperkirakan ayah dan anak itu terseret arus lebih dari lima meter sebelum akhirnya berhasil menyelamatkan diri.
Kronologi Siswi SD Terseret Banjir Lahar Gunung Semeru
Peristiwa ini bermula ketika Vita dan ayahnya melintasi aliran Sungai Regoyo yang saat itu sedang dilanda banjir lahar hujan. Meski arus terlihat cukup deras, sang ayah tetap mencoba melintasinya menggunakan sepeda motor.
Namun keputusan tersebut berujung petaka. Arus air yang kuat membuat motor tidak mampu bergerak stabil hingga akhirnya terseret.
Beruntung, keduanya berhasil selamat dari peristiwa tersebut. Vita hanya mengalami luka lecet ringan di bagian tubuhnya.
Meski tidak mengalami luka serius, kejadian tersebut membuat Vita gagal mengikuti kegiatan belajar mengajar di hari pertama sekolah setelah libur Ramadan.
Seragam sekolah dan seluruh perlengkapan belajar yang dibawanya basah akibat terseret arus banjir. Ia pun terpaksa kembali pulang ke rumah.
Sementara itu, sepeda motor milik ayahnya mengalami kerusakan dan mogok setelah terendam air. Kendaraan tersebut akhirnya harus dibawa ke bengkel untuk diperbaiki.
Ancaman Banjir Lahar Gunung Semeru Masih Mengintai
Banjir lahar hujan merupakan salah satu ancaman yang sering terjadi di kawasan lereng Gunung Semeru, terutama saat intensitas hujan tinggi. Material vulkanik yang terbawa aliran air dari gunung dapat memperbesar volume dan kekuatan arus sungai.
Kondisi ini membuat sungai-sungai di sekitar kawasan terdampak erupsi Semeru rawan mengalami banjir lahar.
Masyarakat yang tinggal di wilayah sekitar aliran sungai diimbau untuk lebih berhati-hati, terutama saat melintasi jalur sungai yang sedang mengalami peningkatan debit air.
Peristiwa yang menimpa siswi SD di Lumajang ini menjadi pengingat bahwa bahaya banjir lahar dapat terjadi secara tiba-tiba dan membahayakan keselamatan.
Selain itu, warga juga diminta untuk tidak memaksakan diri melintasi aliran sungai yang sedang mengalami banjir, terutama jika membawa kendaraan.
Imbauan Waspada Saat Musim Hujan
Musim hujan yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Jawa Timur meningkatkan potensi terjadinya banjir lahar hujan di kawasan sekitar Gunung Semeru.
Pemerintah daerah bersama pihak terkait terus mengingatkan masyarakat agar mematuhi rambu peringatan dan tidak nekat melintasi aliran sungai ketika debit air meningkat.
Keselamatan menjadi hal utama yang harus diprioritaskan, terutama bagi warga yang beraktivitas di sekitar kawasan rawan bencana.
Insiden yang dialami Vita memang tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Namun kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap ancaman banjir lahar Gunung Semeru yang dapat datang sewaktu-waktu.
Editor : Kirana Meigita Luciana Rani