RADAR TULUNGAGUNG – Informasi mengenai realisasi THR ASN 2026 menjadi sorotan setelah pemerintah mengungkap data terbaru pencairan tunjangan hari raya bagi aparatur negara menjelang Idul Fitri tahun ini. Hingga awal Maret, sebagian pegawai negeri dilaporkan sudah menerima pembayaran, namun jumlahnya masih terbatas.
Data mengenai realisasi THR ASN 2026 menunjukkan bahwa pencairan masih berlangsung bertahap di berbagai instansi. Hal ini memunculkan pertanyaan di kalangan aparatur sipil negara (ASN) karena masih banyak pegawai yang belum menerima tunjangan tersebut.
Isu realisasi THR ASN 2026 juga ramai dibahas karena total anggaran yang disiapkan pemerintah untuk pembayaran tunjangan hari raya tahun ini mencapai puluhan triliun rupiah.
Baca Juga: Heboh Isu Rapel dan Kenaikan Gaji Pensiunan Jelang April 2026, PT Taspen Tegaskan Fakta Sebenarnya
Kemenkeu Ungkap Realisasi Awal Pencairan THR
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa hingga 6 Maret 2026 pemerintah telah menyalurkan sekitar Rp3,12 triliun untuk pembayaran THR ASN di lingkungan pemerintah pusat.
Dana tersebut telah diterima oleh sekitar 631 ribu pegawai dari total sekitar 2,2 juta ASN pusat yang berhak memperoleh tunjangan hari raya tahun ini.
Artinya, sebagian besar ASN masih menunggu proses pencairan berikutnya karena pembayaran dilakukan secara bertahap sesuai pengajuan dari masing-masing instansi.
ASN Daerah Baru Cair Sebagian
Selain ASN pusat, pemerintah juga mencatat pencairan THR untuk aparatur sipil negara di daerah. Namun realisasinya masih relatif kecil dibandingkan total jumlah penerima.
Data pemerintah menunjukkan bahwa hingga awal Maret realisasi THR ASN daerah mencapai sekitar Rp17,6 miliar yang diberikan kepada sekitar 16.848 pegawai.
Perbedaan kecepatan pencairan ini terjadi karena proses pembayaran di daerah bergantung pada kesiapan administrasi masing-masing pemerintah daerah.
Baca Juga: Heboh 5 Golongan Pensiunan Penerima Rapel Tertinggi 2026, PT Taspen Ingatkan Hal Penting Ini!
Pensiunan Hampir Seluruhnya Sudah Dibayar
Berbeda dengan ASN aktif, pencairan THR bagi pensiunan berjalan lebih cepat. Hingga periode yang sama, pemerintah telah menyalurkan sekitar Rp4,4 triliun kepada sekitar 3,5 juta pensiunan.
Jumlah tersebut mencapai sekitar 93,5 persen dari total penerima manfaat pensiun yang berhak mendapatkan tunjangan hari raya.
Proses pencairan yang lebih cepat ini terjadi karena pembayaran pensiun dikelola melalui satu lembaga, yaitu PT Taspen.
Total Anggaran THR ASN Capai Rp55 Triliun
Pemerintah menyiapkan total anggaran sekitar Rp55 triliun untuk pembayaran THR aparatur negara pada 2026. Nilai tersebut meningkat sekitar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar Rp49 triliun.
Dari total anggaran tersebut, sekitar Rp22,2 triliun dialokasikan untuk 2,4 juta ASN pusat termasuk anggota TNI dan Polri. Sementara sekitar Rp20,2 triliun diperuntukkan bagi sekitar 4,3 juta ASN daerah.
Adapun sekitar Rp12,7 triliun dialokasikan untuk sekitar 3,8 juta pensiunan aparatur negara.
Pemerintah menegaskan pencairan THR ASN 2026 akan terus dilakukan secara bertahap hingga seluruh penerima mendapatkan haknya sebelum perayaan Idul Fitri.
Editor : Divka Vance Yandriana