RADAR TULUNGAGUNG – Isu rapel pensiun 2026 dan pencairan THR pensiunan kembali ramai diperbincangkan di berbagai media sosial dan grup percakapan. Banyak kabar menyebut lima golongan pensiunan ASN, yakni IVA, IVB, IVC, IVD, dan IVE, berpotensi menerima nominal rapel terbesar yang bahkan disebut mencapai angka cukup besar.
Perbincangan mengenai rapel pensiun 2026 ini muncul bersamaan dengan informasi tentang penyaluran tunjangan hari raya (THR) bagi pensiunan. Sejumlah narasi viral menyebut para pensiunan menunggu tanggal tertentu karena kemungkinan dua pemasukan masuk sekaligus, yakni THR dan rapelan selisih gaji.
Isu tersebut membuat banyak pensiunan mulai aktif memeriksa saldo rekening atau berdiskusi dengan sesama pensiunan mengenai kemungkinan besaran dana yang akan diterima. Namun, kabar mengenai rapel pensiun 2026 tersebut belum tentu sesuai dengan kondisi sebenarnya.
TASPEN: Belum Ada Keputusan Kenaikan Pensiun
PT Taspen menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan pemerintah mengenai kenaikan pensiun pokok maupun pembayaran rapelan gaji pensiunan.
Penegasan tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi perusahaan sebagai respons terhadap maraknya informasi yang beredar di masyarakat. TASPEN menyebut kabar mengenai pencairan rapel atau penyesuaian pensiun yang beredar saat ini berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di kalangan pensiunan.
“Terkait isu kenaikan pensiun dan rapelan yang beredar, hingga saat ini belum terdapat keputusan resmi dari pemerintah mengenai penetapan atau penyesuaian pensiun pokok,” demikian penjelasan resmi TASPEN.
Karena itu, perusahaan meminta masyarakat tidak langsung mempercayai informasi yang beredar tanpa sumber resmi.
Besaran Rapel Bergantung Banyak Faktor
TASPEN juga menjelaskan bahwa apabila suatu saat kebijakan rapel atau penyesuaian pensiun diberlakukan, besarannya tidak sama untuk semua penerima.
Nominal rapel bergantung pada beberapa faktor, di antaranya golongan, masa kerja, serta aturan yang berlaku dalam kebijakan pemerintah. Artinya, tidak semua pensiunan otomatis menerima jumlah yang besar sebagaimana disebut dalam kabar viral.
Selain itu, seluruh kebijakan terkait pensiun merupakan kewenangan pemerintah. Pengumuman resmi baru akan disampaikan setelah ada keputusan dan regulasi yang ditetapkan.
Komitmen Layanan dengan Prinsip 5T
Dalam memberikan layanan kepada peserta, TASPEN menegaskan tetap berpegang pada prinsip 5T, yaitu Tepat Administrasi, Tepat Orang, Tepat Waktu, Tepat Jumlah, dan Tepat Tempat.
Prinsip tersebut diterapkan untuk memastikan seluruh proses pembayaran manfaat pensiun berjalan akurat dan transparan.
Imbauan Waspada Informasi Tidak Resmi
TASPEN juga mengimbau para pensiunan agar berhati-hati terhadap informasi yang beredar di media sosial maupun aplikasi percakapan.
Informasi resmi mengenai pensiun, kenaikan tunjangan, maupun pencairan rapel hanya dapat dipastikan melalui kanal resmi seperti call center TASPEN 1500-919, akun media sosial resmi, atau situs perusahaan.
Dengan klarifikasi ini, masyarakat diharapkan lebih bijak dalam menyaring kabar viral mengenai rapel pensiun 2026 dan menunggu pengumuman resmi dari pemerintah sebelum mempercayai informasi yang beredar.
Editor : Divka Vance Yandriana