RADAR TULUNGAGUNG - THR ASN 2026 mulai dicairkan pemerintah sejak awal Maret.
Pemerintah memastikan anggaran puluhan triliun rupiah telah disiapkan untuk tunjangan hari raya aparatur negara menjelang Lebaran tahun ini.
Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa menyatakan pencairan THR ASN 2026 telah dimulai sejak 6 Maret.
Pemerintah menyiapkan total anggaran sekitar Rp55 triliun untuk pembayaran tunjangan hari raya bagi aparatur sipil negara (ASN), TNI, Polri, hingga pensiunan.
Menurut Purbaya, proses pencairan THR ASN 2026 saat ini bergantung pada kecepatan masing-masing instansi dalam mengajukan pencairan anggaran.
Instansi yang sudah mengajukan dapat langsung memproses pembayaran kepada pegawai.
Realisasi THR ASN Pemerintah Pusat
Data dari Kementerian Keuangan menunjukkan hingga 6 Maret 2026, realisasi pembayaran THR untuk aparatur negara di pemerintah pusat telah mencapai sekitar Rp3 triliun.
Dana tersebut telah disalurkan kepada sekitar 631 ribu pegawai dari total sekitar 2,2 juta ASN yang bekerja di lingkungan pemerintah pusat.
“Instansi yang sudah mengajukan pencairan dapat langsung menyalurkan THR kepada pegawainya,” kata Purbaya.
Artinya, masih ada sebagian besar ASN yang belum menerima THR karena proses administrasi di masing-masing kementerian atau lembaga masih berlangsung.
Selain ASN aktif, pemerintah juga telah menyalurkan THR kepada para pensiunan aparatur negara.
THR Pensiunan Hampir Tuntas
Pembayaran tunjangan hari raya bagi pensiunan telah mencapai angka yang cukup tinggi.
Total sekitar Rp14,4 triliun telah disalurkan kepada sekitar 3,6 juta pensiunan.
Jumlah tersebut setara dengan sekitar 93,5 persen dari total penerima pensiun yang berhak memperoleh THR tahun ini.
Pemerintah menilai realisasi ini menunjukkan proses pencairan berjalan cukup cepat, terutama bagi kelompok pensiunan yang mekanisme pembayarannya relatif lebih terpusat.
Sementara itu, untuk ASN di daerah, realisasi pembayaran THR juga mulai berjalan meski masih relatif kecil dibanding pemerintah pusat.
Data sementara menunjukkan pembayaran THR bagi ASN daerah mencapai sekitar Rp17,6 miliar kepada sekitar 17 ribu pegawai.
Anggaran THR 2026 Naik 10 Persen
Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp55 triliun untuk pembayaran THR ASN tahun ini.
Jumlah tersebut meningkat sekitar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp49 triliun.
Kenaikan anggaran ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk menjaga daya beli aparatur negara sekaligus mendorong konsumsi masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Selain itu, THR juga menjadi salah satu stimulus ekonomi musiman yang dinilai mampu menggerakkan aktivitas perdagangan dan jasa.
Polemik Pajak THR Karyawan Swasta
Dalam kesempatan yang sama, Purbaya juga menanggapi polemik terkait pemotongan pajak THR bagi karyawan swasta.
Menurutnya, mekanisme pajak THR antara ASN dan pekerja swasta memang berbeda.
Untuk aparatur negara, pajak penghasilan atas THR memang tetap dikenakan. Namun, pajak tersebut ditanggung oleh pemerintah.
“ASN bekerja untuk pemerintah, sehingga pajaknya juga ditanggung oleh pemerintah,” jelas Purbaya.
Sementara itu, bagi pekerja di sektor swasta, kebijakan pajak THR bergantung pada keputusan masing-masing perusahaan.
Ada perusahaan yang menanggung pajak tersebut, namun ada juga yang membebankannya kepada karyawan sebagai bagian dari perhitungan pajak penghasilan.
Direktur Jenderal Pajak di Direktorat Jenderal Pajak, Bimo Wijayanto, menjelaskan bahwa secara prinsip seluruh THR merupakan bagian dari penghasilan yang dikenakan pajak.
Menurutnya, tunjangan hari raya termasuk kategori penghasilan tidak teratur yang diterima pegawai satu atau dua kali dalam setahun, seperti THR atau gaji ke-13.
“Semua dipotong pajak. THR merupakan bagian dari penghasilan tidak teratur dalam satu tahun,” ujarnya.
Perbedaannya hanya pada pihak yang menanggung pajak tersebut. Untuk ASN, pemerintah yang menanggung pajaknya.
Sedangkan bagi pekerja swasta, mekanismenya mengikuti kebijakan perusahaan masing-masing.
THR Swasta Diperkirakan Capai Rp140 Triliun
Selain aparatur negara, pemerintah juga memperkirakan sekitar 26,5 juta pekerja di sektor swasta akan menerima THR tahun ini.
Total nilai THR bagi pekerja swasta diperkirakan mencapai sekitar Rp140 triliun.
Jumlah tersebut dinilai akan memberikan dampak besar terhadap perputaran ekonomi nasional menjelang Lebaran 2026.
Dengan mulai cairnya THR ASN sejak awal Maret, pemerintah berharap konsumsi masyarakat meningkat sehingga mampu memperkuat pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama tahun ini.
Editor : Krisna Pambudi