RADAR TULUNGAGUNG - Berita pensiunan hari inii kembali menjadi perhatian publik setelah pemerintah mengumumkan perkembangan terbaru mengenai pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi aparatur negara dan pensiunan pada 2026.
Pemerintah memastikan bahwa proses pembayaran THR telah berjalan dan sebagian besar penerima sudah mulai mendapatkan hak mereka. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.
Kementerian Keuangan mengungkapkan bahwa hingga awal Maret 2026, realisasi pembayaran THR bagi aparatur negara telah mencapai sekitar Rp11 triliun.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan dana tersebut telah disalurkan kepada jutaan penerima yang berasal dari berbagai instansi pemerintah.
Baca Juga: Kenaikan Gaji ASN Era Prabowo Segera Berlaku? Perpres Sudah Terbit, Tapi Besarannya Masih Misterius
THR ASN Sudah Menjangkau Jutaan Penerima
Dalam laporan terbaru, pemerintah menyebutkan bahwa dana THR telah dibayarkan kepada lebih dari dua juta aparatur negara yang bekerja di lingkungan pemerintah pusat.
Rinciannya mencakup berbagai kategori pegawai negara, antara lain pegawai negeri sipil, pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja, anggota kepolisian, prajurit TNI, hingga pegawai non-PNS.
Nilai pembayaran terbesar diberikan kepada PNS dengan total lebih dari Rp6 triliun untuk ratusan ribu pegawai.
Selain itu, PPPK juga menerima ratusan miliar rupiah, sementara anggota Polri dan prajurit TNI mendapatkan pembayaran THR dalam jumlah triliunan rupiah.
Proses pembayaran ini dilakukan melalui ribuan satuan kerja kementerian dan lembaga yang mengajukan pencairan dana kepada Kementerian Keuangan.
Jutaan Pensiunan Sudah Terima THR
Selain aparatur aktif, pemerintah juga menyalurkan THR kepada para pensiunan.
Data terbaru menunjukkan bahwa pembayaran THR pensiunan telah mencapai lebih dari Rp11,5 triliun.
Dana tersebut disalurkan kepada sekitar 3,6 juta pensiunan di seluruh Indonesia.
Penyaluran dilakukan melalui dua lembaga pengelola dana pensiun, yaitu PT Taspen dan PT Asabri.
Taspen menyalurkan sekitar Rp10 triliun kepada lebih dari 3 juta pensiunan ASN.
Sementara itu, Asabri menyalurkan sekitar Rp1,4 triliun kepada lebih dari 500 ribu pensiunan dari unsur TNI dan Polri.
Secara keseluruhan, tingkat realisasi pembayaran THR pensiunan telah mencapai lebih dari 94 persen.
Penyaluran THR ASN Daerah Masih Terbatas
Berbeda dengan pemerintah pusat, pembayaran THR bagi aparatur sipil negara di daerah masih berjalan lebih lambat.
Hingga awal Maret 2026, baru beberapa pemerintah daerah yang menyelesaikan proses pembayaran.
Nilai realisasi yang tercatat baru mencapai sekitar Rp127 miliar untuk lebih dari 16 ribu pegawai daerah.
Jumlah tersebut berasal dari tiga pemerintah daerah yang telah menyelesaikan proses administrasi pencairan.
Pemerintah memperkirakan pembayaran THR ASN daerah akan meningkat dalam beberapa waktu ke depan seiring bertambahnya pengajuan pencairan dana.
Anggaran THR Sudah Disiapkan Pemerintah
Pemerintah menegaskan bahwa seluruh anggaran untuk pembayaran THR telah disiapkan sejak awal tahun.
Total anggaran yang dialokasikan untuk program ini mencapai sekitar Rp55 triliun.
Dana tersebut dapat langsung dicairkan apabila instansi yang bersangkutan telah mengajukan permintaan pembayaran kepada Kementerian Keuangan.
Karena itu, pemerintah memastikan tidak ada kendala terkait ketersediaan dana.
Jika ada aparatur atau pensiunan yang belum menerima THR, kemungkinan besar hal tersebut disebabkan oleh proses administrasi dari instansi masing-masing yang belum selesai.
Dengan pencairan yang terus berlangsung, pemerintah berharap seluruh penerima dapat segera memperoleh hak mereka sebelum perayaan Idulfitri.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula