Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Rumor Benjamin Netanyahu Tewas Diserang Iran Mengguncang Dunia, Israel Bantah Keras di Tengah Hujan Rudal Timur Tengah

Edo Trianto • Kamis, 12 Maret 2026 | 21:25 WIB

Rumor Benjamin Netanyahu Tewas Diserang Iran Mengguncang Dunia, Israel Bantah Keras di Tengah Hujan Rudal Timur Tengah
Rumor Benjamin Netanyahu Tewas Diserang Iran Mengguncang Dunia, Israel Bantah Keras di Tengah Hujan Rudal Timur Tengah

RADAR TULUNGAGUNG - Isu mengejutkan muncul di tengah memanasnya konflik Timur Tengah. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dikabarkan tewas atau mengalami luka serius akibat serangan balasan Iran. Rumor tersebut cepat menyebar di berbagai media sosial dan media internasional setelah sejumlah media Iran melaporkan kabar tersebut.

Namun, pemerintah Israel segera membantah keras rumor tersebut. Kantor resmi Perdana Menteri Israel menegaskan bahwa Benjamin Netanyahu masih menjalankan tugas kenegaraannya seperti biasa.

Pernyataan resmi yang dirilis pada 7 Maret menyebutkan Netanyahu masih aktif memimpin pemerintahan dan bahkan mengunjungi lokasi serangan di kota Beersheba sehari sebelumnya.

Selain itu, laporan dari beberapa media internasional juga menyebut Netanyahu sempat melakukan percakapan telepon dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron pada 5 Maret. Fakta tersebut memperkuat bantahan Israel terhadap rumor kematian Netanyahu yang beredar luas.

Rumor Netanyahu Tewas Bukan Pertama Kali

Isu mengenai kondisi atau keberadaan Netanyahu sebenarnya bukan pertama kali muncul sejak konflik Israel dengan Iran dan sekutunya semakin memanas.

Sebelumnya, militer Iran pernah menyebut keberadaan Netanyahu tidak diketahui setelah dugaan serangan terhadap Israel. Namun klaim tersebut segera dibantah oleh kantor Perdana Menteri Israel yang menyebutnya sebagai disinformasi.

Munculnya rumor tersebut terjadi bersamaan dengan meningkatnya serangan rudal antara Iran dan Israel yang memicu kekhawatiran perang besar di kawasan Timur Tengah.

Iran Luncurkan Rudal Berat ke Israel

Situasi semakin memanas setelah militer Iran merilis rekaman peluncuran sejumlah rudal yang menargetkan fasilitas Israel serta pangkalan militer sekutunya di kawasan Timur Tengah.

Beberapa rudal berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara Israel. Namun laporan menyebutkan ada sejumlah rudal yang lolos dan menghantam wilayah perkotaan sehingga memicu kepanikan warga.

Warga Israel dilaporkan berlarian ke jalanan dan mencari tempat perlindungan setelah suara ledakan terdengar di berbagai wilayah.

Komandan militer Iran bahkan mengancam akan meningkatkan intensitas serangan dengan menggunakan rudal yang memiliki hulu ledak lebih besar.

Baca Juga: 15 Tempat Wisata di Jawa Timur Paling Favorit, dari Gunung Bromo hingga Pulau Oksigen Gili Iyang

Iran Siapkan Rudal Hulu Ledak 1 Ton

Dalam pernyataan terbarunya, militer Iran menegaskan tidak lagi menggunakan rudal dengan daya ledak kecil.

Iran mengklaim akan menggunakan seluruh stok rudal yang memiliki hulu ledak minimal satu ton untuk melancarkan serangan besar-besaran terhadap Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Ancaman tersebut sekaligus membantah klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang sebelumnya menyebut konflik tersebut mulai memasuki fase akhir.

Serangan Sekolah di Iran Picu Kontroversi

Ketegangan juga meningkat setelah serangan rudal menghantam sebuah sekolah dasar perempuan di Minab, Iran selatan pada 28 Februari lalu.

Media Iran melaporkan sekitar 170 orang tewas dalam serangan tersebut, termasuk anak-anak. Serpihan komponen rudal yang ditemukan di lokasi diduga berasal dari rudal jelajah Tomahawk missile yang sering digunakan militer Amerika Serikat.

Pada beberapa bagian komponen rudal bahkan terlihat tulisan “Made in USA”. Namun hingga kini lokasi pasti temuan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Amerika Serikat menyatakan penyelidikan terhadap insiden tersebut masih berlangsung. Sementara Washington juga menuding Iran menggunakan fasilitas sipil seperti sekolah dan rumah sakit untuk meluncurkan serangan rudal.

Hezbollah Serang Fasilitas Komunikasi Israel

Ketegangan di kawasan juga semakin meluas setelah kelompok bersenjata Hezbollah mengklaim menyerang fasilitas komunikasi militer Israel.

Serangan rudal presisi dilaporkan menghantam stasiun komunikasi satelit Israel di wilayah Beth Shemesh yang terletak sekitar 160 kilometer dari perbatasan Lebanon.

Serangan tersebut disebut sebagai balasan atas operasi militer Israel yang sebelumnya menargetkan sejumlah wilayah di Lebanon, termasuk ibu kota Beirut.

Rekaman video menunjukkan sejumlah piringan satelit rusak dan puing berserakan di lokasi serangan. Dua orang dilaporkan mengalami luka ringan akibat insiden tersebut.

Konflik Timur Tengah Semakin Memanas

Di sisi lain, Israel terus melancarkan serangan udara ke pinggiran selatan Beirut. Ledakan besar dan kepulan asap hitam terlihat membumbung dari kawasan permukiman warga.

Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, sejak 2 Maret lalu sedikitnya 570 orang dilaporkan tewas dan lebih dari seribu lainnya mengalami luka-luka akibat serangan yang terjadi di berbagai wilayah negara tersebut.

Eskalasi konflik ini terjadi setelah Hezbollah menyatakan ikut terlibat dalam konflik antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran.

Dengan situasi yang semakin tidak menentu, rumor mengenai kondisi Benjamin Netanyahu hingga kini masih menjadi sorotan dunia internasional di tengah meningkatnya ancaman perang besar di Timur Tengah.

 

Editor : Edo Trianto
#iran israel #benjamin netanyahu #Konflik Israel Hezbollah #serangan rudal iran #perang timur tengah