Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Siapa Benjamin Netanyahu? Profil Lengkap Perdana Menteri Israel Terlama yang Kontroversial dan Pernah Terseret Kasus Korupsi

Edo Trianto • Kamis, 12 Maret 2026 | 21:40 WIB

 

Siapa Benjamin Netanyahu? Profil Lengkap Perdana Menteri Israel Terlama yang Kontroversial dan Pernah Terseret Kasus Korupsi
Siapa Benjamin Netanyahu? Profil Lengkap Perdana Menteri Israel Terlama yang Kontroversial dan Pernah Terseret Kasus Korupsi

RADAR TULUNGAGUNG - Nama Benjamin Netanyahu kembali menjadi perhatian dunia internasional. Sosok Perdana Menteri Israel ini dikenal sebagai pemimpin dengan masa jabatan terlama dalam sejarah negara tersebut sekaligus tokoh politik yang penuh kontroversi.

Profil Benjamin Netanyahu sering menjadi sorotan, terutama karena perannya dalam berbagai konflik di Timur Tengah serta kasus hukum yang sempat menyeret namanya. Meski menghadapi banyak kritik, Netanyahu tetap menjadi figur kuat dalam politik Israel hingga saat ini.

Sebagai pemimpin Partai Likud, Benjamin Netanyahu berhasil memimpin Israel dalam berbagai periode pemerintahan sejak tahun 1996. Kepemimpinannya membuat ia tercatat sebagai Perdana Menteri Israel terlama sejak negara tersebut berdiri pada 1948.

Latar Belakang dan Pendidikan Benjamin Netanyahu

Benjamin Netanyahu lahir pada 21 Oktober 1949 di Tel Aviv, Israel. Ia berasal dari keluarga Yahudi sekuler dan dibesarkan di Yerusalem. Namun, sebagian masa remajanya dihabiskan di Amerika Serikat ketika keluarganya tinggal di Philadelphia.

Setelah lulus sekolah menengah pada 1967, Netanyahu kembali ke Israel dan bergabung dengan Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF). Ia bertugas di unit pasukan khusus elite Sayeret Matkal.

Dalam karier militernya, Netanyahu terlibat dalam sejumlah operasi penting, termasuk Operation Gift pada 1968 dan Operation Isotope pada 1972. Dalam operasi pembebasan sandera pesawat Sabena tersebut, Netanyahu sempat mengalami luka tembak di bagian bahu.

Selain itu, ia juga bertempur dalam Perang Atrisi dan Perang Yom Kippur pada 1973. Pengalaman militernya ini membuatnya mencapai pangkat kapten sebelum akhirnya mengakhiri dinas dengan hormat.

Setelah meninggalkan militer, Netanyahu melanjutkan pendidikan tinggi di Amerika Serikat. Ia menempuh studi di Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan berhasil meraih gelar Bachelor of Science serta Master of Science.

Awal Karier Politik Netanyahu

Usai menyelesaikan pendidikan, Netanyahu sempat bekerja sebagai konsultan ekonomi di Boston Consulting Group. Namun pada 1978 ia kembali ke Israel dan mendirikan Yonatan Netanyahu Institute, lembaga anti-terorisme yang dinamai dari saudaranya yang gugur dalam operasi militer.

Karier politik Netanyahu mulai menanjak pada 1984 ketika ia ditunjuk sebagai Wakil Tetap Israel untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Jabatan ini diembannya hingga tahun 1988.

Sepulang dari PBB, Netanyahu terpilih menjadi anggota parlemen Israel atau Knesset. Karier politiknya semakin menguat ketika pada 1993 ia terpilih sebagai ketua Partai Likud.

Menjadi Perdana Menteri Israel

Puncak karier politik Benjamin Netanyahu terjadi pada 1996 ketika ia memenangkan pemilu dan menjadi Perdana Menteri Israel termuda saat itu. Namun masa jabatannya hanya berlangsung hingga 1999 setelah ia kalah dari Ehud Barak.

Setelah kekalahan tersebut, Netanyahu sempat meninggalkan dunia politik dan bekerja di sektor swasta. Namun ia kembali ke pemerintahan setelah Ariel Sharon menjabat Perdana Menteri Israel.

Dalam pemerintahan Sharon, Netanyahu dipercaya menjabat sebagai Menteri Luar Negeri dan kemudian Menteri Keuangan. Sebagai Menteri Keuangan, ia melakukan reformasi besar dalam perekonomian Israel yang dianggap berhasil meningkatkan stabilitas ekonomi negara tersebut.

Pada 2005, Netanyahu mengundurkan diri dari kabinet karena menolak kebijakan penarikan pasukan Israel dari Jalur Gaza.

Kembali Berkuasa dan Kontroversi Politik

Pada 2009, Benjamin Netanyahu kembali menjadi Perdana Menteri Israel setelah berhasil membentuk pemerintahan koalisi meskipun Partai Likud tidak memenangkan suara terbanyak.

Ia kemudian memimpin Likud meraih kemenangan dalam pemilu 2013 dan 2015. Namun situasi politik Israel menjadi tidak stabil pada 2019 karena tidak ada partai yang mampu membentuk pemerintahan secara mayoritas.

Kebuntuan politik tersebut baru berakhir pada 2020 setelah tercapai kesepakatan koalisi antara Likud dan aliansi Biru Putih yang dipimpin Benny Gantz. Berdasarkan kesepakatan itu, jabatan Perdana Menteri direncanakan bergilir antara Netanyahu dan Gantz.

Namun koalisi tersebut runtuh pada akhir 2020 sehingga Israel kembali menggelar pemilu.

Terseret Kasus Korupsi

Di tengah karier politiknya, Benjamin Netanyahu juga menghadapi sejumlah masalah hukum. Sejak 2016 ia diselidiki oleh kepolisian Israel terkait dugaan kasus korupsi.

Pada 21 November 2019, Netanyahu secara resmi didakwa atas tuduhan penyuapan, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan. Akibat dakwaan tersebut, ia diwajibkan melepaskan seluruh jabatan kementerian selain posisi Perdana Menteri.

Meski menghadapi proses hukum dan kritik keras dari oposisi, Netanyahu tetap menjadi salah satu tokoh politik paling berpengaruh di Israel hingga kini.

Editor : Edo Trianto
#perdana menteri israel #benjamin netanyahu #Profil Benjamin Netanyahu #Politik Israel #Partai Likud