Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Profil Benjamin Netanyahu: PM Israel yang Tolak Gencatan Senjata Gaza, Dari Prajurit Elit hingga Tokoh Kontroversial Dunia

Edo Trianto • Kamis, 12 Maret 2026 | 22:00 WIB

 

Profil Benjamin Netanyahu: PM Israel yang Tolak Gencatan Senjata Gaza, Dari Prajurit Elit hingga Tokoh Kontroversial Dunia
Profil Benjamin Netanyahu: PM Israel yang Tolak Gencatan Senjata Gaza, Dari Prajurit Elit hingga Tokoh Kontroversial Dunia

RADAR TULUNGAGUNG – Profil Benjamin Netanyahu kembali menjadi sorotan dunia internasional setelah sikap kerasnya menolak gencatan senjata dalam konflik Gaza. Perdana Menteri Israel tersebut menegaskan bahwa saat ini adalah waktu untuk melanjutkan perang demi menghancurkan kelompok militan Hamas.

Pernyataan Benjamin Netanyahu tersebut menuai kritik dari berbagai pihak di tengah meningkatnya korban sipil dalam konflik Israel–Palestina. Banyak negara dan organisasi internasional mendesak penghentian perang, namun Netanyahu tetap mempertahankan kebijakan militernya.

Selain soal perang di Gaza, Benjamin Netanyahu juga sempat menuai kontroversi setelah menyalahkan lembaga keamanan negaranya atas kegagalan mengantisipasi serangan Hamas pada Oktober 2023. Ia menilai badan intelijen Israel tidak memberikan peringatan dini terhadap serangan yang menewaskan ratusan warga Israel tersebut.

Lantas siapa sebenarnya sosok Benjamin Netanyahu yang kini memimpin Israel di tengah konflik terbesar di Timur Tengah?

Lahir di Tel Aviv dan Tumbuh di Amerika Serikat

Benjamin Netanyahu lahir pada 21 Oktober 1949 di Tel Aviv, Israel. Ia tumbuh besar di Yerusalem sebelum akhirnya menghabiskan sebagian masa remajanya di Amerika Serikat.

Keluarganya pindah ke Philadelphia karena pekerjaan sang ayah yang merupakan akademisi. Pengalaman hidup di Amerika Serikat ini kemudian membentuk kemampuan bahasa Inggris Netanyahu yang fasih dan membuatnya mudah diterima di lingkungan internasional.

Meski tumbuh di Amerika, Netanyahu tetap memiliki ikatan kuat dengan Israel. Setelah lulus sekolah menengah pada 1967, ia kembali ke negaranya untuk bergabung dengan militer.

Bergabung dengan Pasukan Elit Israel

Setibanya di Israel, Benjamin Netanyahu langsung bergabung dengan Pasukan Pertahanan Israel (IDF). Ia kemudian diterima di unit pasukan elit Sayeret Matkal, salah satu unit operasi khusus paling rahasia dan berbahaya di Israel.

Di unit ini, Netanyahu terlibat dalam sejumlah operasi militer penting. Salah satu misi yang terkenal adalah operasi penyelamatan pesawat yang dibajak di Bandara Tel Aviv pada 1972.

Operasi tersebut berhasil menyelamatkan banyak sandera dan menjadi salah satu operasi militer yang meningkatkan reputasi pasukan elit Israel.

Pengalaman militer ini turut membentuk karakter Netanyahu sebagai pemimpin yang keras dalam menghadapi isu keamanan nasional.

Pendidikan dan Karier Profesional di Amerika

Setelah menyelesaikan dinas militernya, Netanyahu kembali ke Amerika Serikat untuk melanjutkan pendidikan.

Ia menempuh studi di Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan memperoleh gelar di bidang arsitektur serta administrasi bisnis. Pendidikan di salah satu universitas terbaik dunia ini semakin memperkuat reputasi intelektualnya.

Pada 1976, Netanyahu sempat bekerja di Boston Consulting Group. Namun pada tahun yang sama, ia kembali ke Israel setelah kakak tertuanya, Yonatan Netanyahu, tewas dalam operasi militer penyelamatan sandera.

Kematian kakaknya yang merupakan komandan pasukan elit Israel tersebut menjadi momen penting dalam kehidupan Netanyahu.

Awal Karier Politik dan Diplomasi

Karier politik Benjamin Netanyahu mulai menanjak pada awal 1980-an. Ia ditugaskan di Kedutaan Besar Israel di Washington DC pada periode 1982 hingga 1984.

Setelah itu, Netanyahu diangkat sebagai Duta Besar Israel untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 1984 hingga 1988. Dalam posisi tersebut, ia dikenal aktif memperjuangkan kepentingan Israel di forum internasional.

Pada 1988, Netanyahu resmi masuk ke dunia politik dalam negeri setelah terpilih sebagai anggota parlemen Israel dari Partai Likud.

Karier politiknya terus meningkat hingga pada 1993 ia terpilih sebagai ketua Partai Likud.

Menjadi Perdana Menteri Israel

Puncak karier politik Benjamin Netanyahu terjadi pada 1996 ketika ia memenangkan pemilihan umum dan terpilih sebagai Perdana Menteri Israel.

Dalam pemilu tersebut, ia mengalahkan kandidat dari Partai Buruh, Shimon Peres. Netanyahu menjabat sebagai Perdana Menteri hingga 1999.

Selama masa pemerintahannya, ia menandatangani sejumlah kesepakatan penting seperti Perjanjian Hebron dan Perjanjian Wye yang bertujuan memajukan proses perdamaian antara Israel dan Palestina.

Selain itu, pemerintahannya juga melakukan reformasi ekonomi dengan meliberalisasi regulasi mata uang dan berupaya mengurangi defisit anggaran negara.

Kontroversi dan Hubungan Internasional

Meski memiliki pengaruh besar dalam politik Israel, kepemimpinan Netanyahu juga dipenuhi kontroversi.

Pada 2013, ia berselisih dengan Amerika Serikat terkait kesepakatan nuklir antara AS dan Iran. Netanyahu menentang keras kesepakatan tersebut karena dianggap membahayakan keamanan Israel.

Kontroversi lainnya muncul dalam pemilu 2015 yang berlangsung di tengah ketegangan politik. Meski menghadapi berbagai kritik, Netanyahu kembali memenangkan pemilu dan mempertahankan posisinya sebagai pemimpin Israel.

Sorotan Dunia dalam Konflik Gaza

Kini, Benjamin Netanyahu kembali menjadi pusat perhatian dunia setelah konflik Gaza kembali memanas.

Sebagai Perdana Menteri Israel, ia mengambil sikap keras terhadap Hamas dan menolak gencatan senjata meskipun tekanan internasional semakin kuat.

Kebijakan tersebut memicu perdebatan global mengenai dampak perang terhadap warga sipil di wilayah Gaza.

Di tengah kritik dan dukungan yang terus bermunculan, sosok Benjamin Netanyahu tetap menjadi figur kunci dalam dinamika politik dan keamanan Timur Tengah.

Editor : Edo Trianto
#perdana menteri israel #benjamin netanyahu #Profil Benjamin Netanyahu #Israel Palestina #Perang Gaza