TULUNGAGUNG - Nama Hermanto Tanoko semakin dikenal sebagai salah satu pengusaha sukses di Indonesia. Pemilik grup bisnis Tankorp sekaligus tokoh di balik perusahaan cat Avian dan air minum Cleo ini menjadi contoh bagaimana strategi bisnis yang tepat mampu membawa perusahaan bertahan dan terus berkembang dalam jangka panjang.
Dalam sebuah wawancara, Hermanto Tanoko mengungkap sejumlah prinsip penting yang ia pegang selama membangun bisnis. Menurutnya, kunci utama agar perusahaan dapat bertahan melewati berbagai siklus ekonomi adalah menempatkan orang yang kompeten untuk mengelola perusahaan.
Ia menegaskan bahwa dalam bisnis keluarga, kepemimpinan tidak boleh hanya didasarkan pada hubungan darah. Kompetensi tetap menjadi faktor utama dalam menentukan siapa yang pantas memimpin perusahaan.
“Dalam family business yang paling penting jangan hanya memberi kekuasaan kepada anak cucu, tetapi berdasarkan kompetensi mereka. Kalau tidak kompeten, lebih baik dikelola profesional,” ujarnya.
Tantangan Bisnis Keluarga
Hermanto Tanoko juga menyoroti fenomena yang kerap terjadi pada bisnis keluarga. Ia menyebut hanya sebagian kecil perusahaan keluarga yang mampu bertahan hingga generasi berikutnya.
Berdasarkan data yang ia ketahui, sekitar 30 persen bisnis keluarga mampu bertahan hingga generasi kedua. Namun, jumlah itu semakin menyusut pada generasi berikutnya.
Baca Juga: Sempat Dicari Ibunya, Bocah 7 Tahun di Tulungagung Ditemukan Tewas Tenggelam di Kolam Lele Warga
“Dari generasi kedua ke ketiga hanya sekitar 13 persen, dan dari generasi ketiga ke keempat hanya sekitar 3 persen,” jelasnya.
Hal ini terjadi karena generasi penerus biasanya tidak mengalami perjuangan yang sama seperti pendiri perusahaan. Founder biasanya memulai usaha dari nol dengan kerja keras, sedangkan generasi berikutnya cenderung hidup lebih nyaman.
Akibatnya, tidak sedikit generasi penerus yang kehilangan semangat dan ketangguhan dalam menjalankan bisnis.
Baca Juga: Berkah Ramadan, Karyawan PG Modjopanggoong Tulungagung Berbagi dengan Anak Yatim
Berani Ekspansi Saat Krisis
Strategi lain yang menjadi kunci keberhasilan Hermanto Tanoko adalah keberanian mengambil peluang ketika kondisi ekonomi sedang sulit.
Ia mengaku selalu optimistis terhadap potensi ekonomi Indonesia, terutama karena didukung oleh struktur demografi yang kuat.
Menurutnya, justru saat banyak orang pesimis, pengusaha harus berani mengambil langkah ekspansi untuk mempersiapkan pertumbuhan di masa depan.
Baca Juga: Resmi Pimpin PAN Tulungagung, Rijal Abdulloh Siapkan Transformasi Parpol Modern
“Saya selalu yakin pertumbuhan Indonesia akan termasuk yang terbaik di dunia. Jadi saat orang pesimis, itu justru kesempatan untuk mengembangkan usaha,” katanya.
Salah satu contoh keberanian tersebut terlihat ketika ia memutuskan masuk ke bisnis air minum dalam kemasan melalui merek Cleo pada 2004.
Saat itu pasar air minum dalam kemasan di Indonesia sudah dikuasai oleh perusahaan besar dengan pangsa pasar sangat dominan. Banyak perusahaan bahkan enggan masuk ke bisnis tersebut karena dianggap terlalu sulit.
Namun Hermanto Tanoko melihat peluang berbeda. Ia yakin pengusaha lokal memiliki keunggulan karena memahami karakter pasar Indonesia.
Baca Juga: Haji Her Sultan Madura Gelar Acara Selawat dan Bagi-bagi Uang, Istana 3 Hektar Jadi Sorotan Publik
Strategi Cleo Menembus Pasar
Cleo kemudian berkembang pesat dengan strategi yang berbeda dari para pesaingnya. Salah satu fokus utama adalah menghadirkan produk air murni dengan kualitas tinggi serta kemasan yang lebih aman bagi konsumen.
Hermanto juga melakukan investasi besar pada teknologi produksi dan kemasan, termasuk penggunaan galon berbahan PET yang dianggap lebih aman dibandingkan polikarbonat.
Meski membutuhkan investasi puluhan miliar rupiah untuk mesin produksi, langkah tersebut dianggap sebagai investasi jangka panjang demi menjaga kualitas produk.
Baca Juga: Haji Her Dermawan: Bagikan Rp93 Juta Lewat Ompreng MBG untuk 1.877 Siswa di Bangkalan Madura
Selain itu, Cleo juga terus memperluas jaringan distribusi di berbagai daerah di Indonesia.
Saat ini, perusahaan tersebut telah memiliki puluhan pabrik serta ratusan cabang distribusi yang tersebar di berbagai wilayah.
Ekspansi tersebut dilakukan secara konsisten setiap tahun untuk memperkuat posisi perusahaan di pasar nasional.
Kesalahan Leadership yang Harus Dihindari
Hermanto Tanoko juga mengungkap tiga kesalahan besar yang sering dilakukan pemimpin perusahaan.
Kesalahan pertama adalah terlalu pesimis melihat kondisi pasar sehingga tidak berani mengambil peluang pertumbuhan.
Kedua adalah terjebak dalam zona nyaman dan enggan melakukan perubahan atau inovasi.
Sedangkan kesalahan ketiga adalah terlalu sering mencari alasan ketika perusahaan tidak berkembang.
Menurutnya, pemimpin perusahaan harus memiliki pola pikir positif dan visi jangka panjang agar mampu membawa organisasi berkembang.
“Seorang CEO harus punya visi yang kuat. Kalau hanya jago operasional saja tidak cukup, karena perusahaan membutuhkan arah yang jelas,” jelasnya.
Fokus pada Bisnis yang Dipahami
Dalam hal investasi, Hermanto Tanoko menegaskan bahwa ia selalu memilih sektor bisnis yang masih memiliki keterkaitan dengan usaha yang sudah dimiliki.
Ia menghindari investasi pada sektor yang tidak dipahami secara mendalam karena berisiko tinggi.
Bagi Hermanto Tanoko, pengusaha yang terlalu serakah dan masuk ke berbagai sektor tanpa perhitungan matang justru berpotensi mengalami kegagalan.
Karena itu ia menyarankan para pengusaha untuk fokus pada bidang yang benar-benar dipahami dan memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang.
Dengan strategi tersebut, Hermanto Tanoko berhasil membangun kerajaan bisnis yang terus berkembang dan menjadi salah satu pengusaha berpengaruh di Indonesia.
Editor : Axsha Zazhika