JAKARTA - Dana Desa Kepahiang 2026 mengalami penurunan drastis hingga sekitar 80 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada 2025 pagu anggaran dana desa di Kabupaten Kepahiang mencapai lebih dari Rp80 miliar, pada 2026 jumlahnya merosot tajam menjadi sekitar Rp29 miliar saja.
Penurunan signifikan Dana Desa Kepahiang 2026 ini membuat pemerintah desa di wilayah tersebut harus memutar otak untuk tetap menjalankan program pembangunan. Pasalnya, anggaran yang tersedia harus dibagi kepada seluruh desa yang ada di kabupaten tersebut.
Berdasarkan data pemerintah daerah, Dana Desa Kepahiang 2026 sebesar Rp29 miliar itu akan dibagikan kepada 105 desa. Dengan jumlah yang jauh lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya, banyak desa dikhawatirkan tidak dapat menjalankan program pembangunan secara optimal.
Penurunan Anggaran Dana Desa Sangat Drastis
Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kepahiang, Furita Ambarini, menjelaskan bahwa penurunan Dana Desa Kepahiang 2026 tersebut merupakan hasil penetapan dari pemerintah pusat.
Menurutnya, total pagu anggaran dana desa tahun anggaran 2026 yang dialokasikan untuk Kabupaten Kepahiang hanya sekitar Rp29 miliar. Angka tersebut jauh lebih kecil dibandingkan tahun anggaran 2025 yang mencapai lebih dari Rp80 miliar.
“Kalau dibandingkan tahun 2025 itu jauh turun. Tahun 2025 itu di atas Rp80 miliar, sekarang hanya sekitar Rp29 miliar lebih sedikit,” jelas Furita.
Penurunan yang mencapai sekitar 80 persen tersebut membuat banyak pemerintah desa harus melakukan penyesuaian besar dalam perencanaan pembangunan. Program-program yang sebelumnya direncanakan kemungkinan besar harus ditunda atau bahkan dibatalkan.
105 Desa Harus Berbagi Anggaran Terbatas
Dengan total anggaran Rp29 miliar yang tersedia, dana tersebut akan dibagikan kepada 105 desa yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Kepahiang.
Jika dihitung secara rata-rata, setiap desa hanya akan menerima anggaran yang jauh lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini tentu berpotensi memengaruhi pelaksanaan pembangunan desa, terutama proyek infrastruktur dan program pemberdayaan masyarakat.
Meski demikian, pemerintah desa tetap diharapkan mampu mengelola anggaran yang terbatas secara efektif agar program prioritas tetap berjalan.
“Pemerintah desa harus benar-benar memaksimalkan penggunaan dana yang ada,” ujar Furita.
Desa Pekalongan Terima Dana Terbesar
Dalam pembagian Dana Desa Kepahiang 2026, terdapat perbedaan jumlah dana yang diterima setiap desa. Besaran tersebut ditentukan berdasarkan sejumlah indikator yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Berdasarkan data dari Dinas PMD Kabupaten Kepahiang, desa yang menerima dana terbesar adalah Desa Pekalongan yang berada di Kecamatan Ujan Mas.
Desa tersebut mendapatkan alokasi dana sekitar Rp373 juta. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan desa-desa lain di Kabupaten Kepahiang.
Sementara itu, desa dengan alokasi dana terkecil adalah Desa Muara Langkap yang berada di Kecamatan Bermani Ilir. Desa tersebut hanya menerima dana sekitar Rp218 juta.
Perbedaan jumlah alokasi ini biasanya dipengaruhi oleh sejumlah faktor seperti jumlah penduduk, tingkat kemiskinan, luas wilayah, serta kondisi geografis desa.
Potensi Dampak pada Pembangunan Desa
Penurunan drastis Dana Desa Kepahiang 2026 diperkirakan akan berdampak langsung pada berbagai program pembangunan desa. Beberapa program yang berpotensi terdampak antara lain pembangunan infrastruktur desa, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga program sosial lainnya.
Selama ini, dana desa menjadi salah satu sumber utama pembiayaan pembangunan di tingkat desa. Banyak proyek seperti pembangunan jalan desa, drainase, sarana air bersih, hingga program pemberdayaan masyarakat yang bergantung pada dana tersebut.
Dengan kondisi anggaran yang menurun tajam, pemerintah desa di Kabupaten Kepahiang kini dituntut untuk lebih selektif dalam menentukan program prioritas.
Beberapa desa kemungkinan harus menunda pembangunan infrastruktur baru dan lebih fokus pada pemeliharaan fasilitas yang sudah ada.
Selain itu, pemerintah desa juga diharapkan mampu mencari alternatif pendanaan lain, termasuk melalui kerja sama dengan berbagai pihak atau optimalisasi potensi ekonomi desa.
Meski menghadapi keterbatasan anggaran, pemerintah daerah berharap pembangunan desa tetap dapat berjalan meskipun dalam skala yang lebih terbatas.
Laporan mengenai penurunan Dana Desa Kepahiang 2026 ini disampaikan oleh kontributor TV Bengkulu, Alex Candra.
Editor : Novica Satya Nadianti