RADAR TULUNGAGUNG - Di tengah pencairan gaji pensiun April 2026, para pensiunan diminta meningkatkan kewaspadaan. PT Taspen (Persero) mengingatkan adanya potensi penipuan yang memanfaatkan momen pencairan gaji.
Modus yang digunakan pelaku semakin beragam, mulai dari iming-iming rapel hingga dalih verifikasi data.
Taspen mengungkapkan bahwa pelaku kerap menghubungi korban dan meminta data pribadi seperti PIN, password, hingga kode OTP.
Tidak hanya itu, ada juga yang meminta sejumlah uang dengan alasan biaya administrasi atau pencairan rapel.
Padahal, Taspen menegaskan bahwa seluruh layanan pencairan pensiun tidak dipungut biaya.
“Jika ada yang meminta data atau uang, dipastikan itu penipuan,” tegas pihak Taspen.
Isu Rapel Dipastikan Tidak Benar
Selain penipuan, isu rapel juga menjadi perhatian. Banyak informasi beredar yang menyebut adanya pembayaran rapel sebesar 12 persen.
Namun, Taspen memastikan kabar tersebut tidak benar alias hoaks.
Hingga saat ini, belum ada kebijakan rapel karena pemerintah belum menerbitkan regulasi baru terkait kenaikan gaji pensiunan.
Pentingnya Otentikasi
Taspen juga mengingatkan pentingnya otentikasi bagi pensiunan. Proses ini menjadi syarat agar pencairan dana berjalan lancar.
Otentikasi dapat dilakukan melalui aplikasi Andal by Taspen yang bisa diakses melalui smartphone.
Jika tidak memiliki perangkat, pensiunan bisa memanfaatkan bantuan keluarga atau datang langsung ke kantor Taspen.
Taspen menegaskan komitmennya dalam menyalurkan dana pensiun melalui prinsip 5T, yakni tepat administrasi, tepat orang, tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat tempat.
Prinsip ini menjadi jaminan bahwa dana pensiun akan diterima secara aman dan sesuai hak masing-masing penerima.
Baca Juga: Syarat dan Gaji Komponen Cadangan TNI Terbaru, Peluang Bela Negara dengan Fasilitas Militer Lengkap
Taspen mengimbau seluruh pensiunan agar hanya mempercayai informasi dari sumber resmi, seperti website dan media sosial resmi Taspen.
Pensiunan juga diminta tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi untuk menghindari penyebaran hoaks.
Dengan meningkatnya kasus penipuan digital, kehati-hatian menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan dana pensiun.
Editor : Manda Dwi Agustin