RADAR TULUNGAGUNG - Pemerintah membeberkan kinerja terbaru Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 hingga akhir Februari. Salah satu sorotan utama adalah besarnya alokasi untuk pembayaran pensiun dan tunjangan hari raya (THR) aparatur negara.
Dalam paparannya, pemerintah menyampaikan bahwa realisasi APBN 2026 menunjukkan peningkatan belanja yang cukup signifikan, terutama untuk mendukung kesejahteraan masyarakat dan aparatur negara.
Hingga awal 2026, pemerintah telah menyalurkan dana pensiun sebesar Rp36,6 triliun. Dana tersebut diberikan kepada sekitar 3,7 juta pensiunan di seluruh Indonesia.
Pembayaran ini menjadi bagian penting dari komitmen pemerintah dalam menjaga kesejahteraan para pensiunan yang telah mengabdi kepada negara.
Selain itu, belanja pegawai juga mengalami peningkatan. Hal ini dipicu oleh adanya rekrutmen ASN baru serta perubahan sistem pembayaran tunjangan tenaga pendidik non-PNS.
Jika sebelumnya dibayarkan per triwulan, kini tunjangan tersebut disalurkan setiap bulan. Perubahan ini membuat realisasi belanja terlihat meningkat di awal tahun.
THR ASN Sudah Cair Rp24,7 Triliun
Tak hanya pensiun, pemerintah juga mengungkap progres pencairan THR bagi ASN, TNI, dan Polri.
Per 10 Maret 2026, THR yang telah disalurkan mencapai Rp24,7 triliun atau sekitar 45 persen dari total alokasi Rp55 triliun.
Target penerima THR mencapai sekitar 6 juta orang yang terdiri dari ASN pusat, ASN daerah, TNI, dan Polri.
Pemerintah mendorong seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah untuk segera menuntaskan pembayaran THR sebelum Hari Raya.
Belanja Negara Naik, Dorong Ekonomi
Dalam laporan tersebut, belanja barang juga mengalami peningkatan cukup signifikan. Salah satu faktor utama adalah program makan bergizi gratis (MBG).
Sepanjang Januari hingga Februari 2026, anggaran untuk program tersebut mencapai sekitar Rp9 triliun. Bahkan, secara keseluruhan, belanja barang meningkat dari Rp18 triliun menjadi Rp28,6 triliun.
Selain itu, belanja modal seperti pembangunan jalan, irigasi, jaringan, serta pengadaan alat dan mesin juga mengalami percepatan.
Langkah ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tantangan global.
Bantuan Sosial Ikut Meningkat
Belanja bantuan sosial (bansos) juga menunjukkan tren positif. Hingga Februari 2026, realisasinya mencapai lebih dari Rp27 triliun.
Angka ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp25,9 triliun.
Peningkatan ini didorong oleh percepatan penyaluran berbagai program seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah serta Program Keluarga Harapan (PKH) yang sudah mulai disalurkan sejak Januari.
Program Makan Bergizi Jangkau 61,6 Juta Penerima
Program makan bergizi gratis menjadi salah satu program unggulan pemerintah tahun ini.
Hingga 9 Maret 2026, program tersebut telah menjangkau sekitar 61,6 juta penerima di seluruh Indonesia.
Penerima manfaat tidak hanya siswa sekolah, tetapi juga kelompok non-siswa seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia.
Program ini dijalankan melalui lebih dari 25 ribu satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai daerah.
Transfer ke Daerah Capai Rp147,7 Triliun
Pemerintah juga mencatat penyaluran transfer ke daerah yang cukup besar. Hingga akhir Februari, realisasinya mencapai Rp147,7 triliun.
Dana tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan, termasuk pembayaran gaji ASN daerah serta pendanaan sektor pendidikan.
Sebanyak 42,3 juta siswa menerima bantuan operasional sekolah (BOS), sementara jutaan lainnya mendapatkan bantuan pendidikan melalui berbagai program.
Selain itu, sekitar 616 ribu guru juga menerima tunjangan melalui skema transfer ke daerah.
Secara keseluruhan, pemerintah menilai realisasi APBN 2026 di awal tahun menunjukkan tren positif.
Percepatan belanja negara diharapkan dapat memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
Pemerintah juga memastikan bahwa seluruh program akan terus dijalankan dengan prinsip akuntabilitas dan transparansi.
Editor : Manda Dwi Agustin