Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Viral Struk SPBU Ungkap Harga Asli Pertalite Tembus Rp16.088, Lebih Mahal dari Pertamax? Begini Penjelasan Resmi Pertamina Patra Niaga

Vicky Permana Saputra • Kamis, 21 Mei 2026 | 15:27 WIB
Heboh harga asli Pertalite tembus Rp16.088 di struk viral, lebih mahal dari Pertamax? Simak penjelasan resmi Pertamina soal harga keekonomian BBM di sini!(Pinterest)
Heboh harga asli Pertalite tembus Rp16.088 di struk viral, lebih mahal dari Pertamax? Simak penjelasan resmi Pertamina soal harga keekonomian BBM di sini!(Pinterest)

JAKARTA - Publik baru-baru ini dihebohkan dengan unggahan viral yang menunjukkan harga asli Pertalite mencapai Rp16.088 per liter, sebuah angka yang jauh di atas harga jual Pertamax saat ini. Menanggapi kegaduhan tersebut, Pertamina Patra Niaga akhirnya buka suara untuk menjelaskan duduk perkara mengenai selisih harga keekonomian dan nilai subsidi yang tertera pada struk pembelian konsumen.

Video yang sempat ramai di media sosial tersebut memperlihatkan struk dari sebuah SPBU di ruas Tol Jakarta-Merak. Dalam lembar struk tersebut, tertulis dengan jelas bahwa harga asli Pertalite non-subsidi adalah sebesar Rp16.088. Namun, karena adanya subsidi pemerintah sebesar Rp6.088, masyarakat hanya perlu membayar harga jual eceran sebesar Rp10.000 per liter.

Munculnya angka harga asli Pertalite yang lebih tinggi dari Pertamax senilai Rp12.300 per liter memicu tanda tanya besar di kalangan netizen. Banyak yang mempertanyakan logika di balik penetapan harga tersebut, mengingat secara kualitas oktan, Pertamax (RON 92) seharusnya memiliki nilai pasar yang lebih tinggi dibandingkan dengan Pertalite (RON 90).

Baca Juga: Aksi Terencana! Pemuda Asal Ngantru Bobol Kantor Disbudpar Tulungagung setelah Petugas Jaga Dibuat Mabuk

Fakta di Balik Struk Viral dan Nilai Subsidi Pemerintah

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Robert MV Dumatubun, mengonfirmasi bahwa angka yang tertera pada struk tersebut mencerminkan harga keekonomian riil. Berdasarkan data per 7 Mei 2026, pemerintah menanggung selisih yang cukup besar agar harga di tingkat konsumen tetap terjangkau. "Masyarakat hanya perlu membayar Rp10.000 per liter karena ada subsidi sebesar Rp6.088 yang ditanggung negara," jelas Robert saat dihubungi.

Kejadian ini bermula dari unggahan akun Instagram @COIS yang menunjukkan rincian biaya pada struk pembelian BBM. Dalam rincian tersebut, terlihat transparansi biaya yang sebenarnya dikeluarkan untuk satu liter BBM jenis RON 90 tersebut. Penayangan harga non-subsidi di struk bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai besarnya beban subsidi yang dikucurkan APBN untuk setiap liter bahan bakar yang dikonsumsi.

Hal ini sekaligus mempertegas posisi Pertalite sebagai Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP). Meskipun harga minyak mentah dunia berfluktuasi, pemerintah tetap menjaga harga di angka Rp10.000 untuk menjaga stabilitas daya beli masyarakat dan memastikan roda ekonomi tetap berputar di tengah tantangan ekonomi global.

Baca Juga: El Nino Ancam Produksi Pangan di Tulungagung, 13 Desa Rawan Kekeringan Masuk Zona Prioritas Penanganan

Mengapa Harga Pertamax Saat Ini Bisa Lebih Murah?

Persoalan yang membuat publik bingung adalah mengapa Pertamax, yang notabene BBM non-subsidi, justru dibanderol Rp12.300, sementara harga asli Pertalite menyentuh angka Rp16.000-an. Robert MV Dumatubun menjelaskan bahwa harga Pertamax sebesar Rp12.300 saat ini sebenarnya juga bukan harga keekonomian yang mengikuti pasar sepenuhnya.

"Harga Pertamax Rp12.300 per liter saat ini adalah hasil koordinasi antara pemerintah dan Pertamina. Itu bukan harga pasar riil saat ini, melainkan harga penyesuaian terakhir per 1 April agar tidak memberatkan konsumen," ungkap Robert. Dengan kata lain, pemerintah masih melakukan intervensi harga pada Pertamax agar disparitas harganya dengan Pertalite tidak terlampau jauh yang bisa memicu migrasi konsumsi besar-besaran.

Robert menambahkan bahwa jika mengacu pada logika pasar, harga Pertamax seharusnya berada di atas angka keekonomian Pertalite. Hal ini dikarenakan biaya produksi dan spesifikasi oktan yang lebih tinggi. "Logikanya, harga Pertamax, Pertamax Green, dan Pertamax Turbo dengan RON 92, 95, dan 98 memiliki selisih yang tipis-tipis di atas itu jika mengikuti harga pasar riil," tambahnya.

Baca Juga: Jelang Idul Adha, Harga Sapi Biasa di Tulungagung Stagnan, Sapi Limosin dan Simmental Justru Melonjak Tajam

Dampak Selisih Harga Terhadap Ketahanan Fiskal Negara

Fenomena ini menunjukkan betapa besarnya subsidi dan kompensasi energi yang harus dialokasikan oleh negara. Selisih antara harga pasar versus harga jual di SPBU ditanggung sementara oleh pemerintah untuk melindungi konsumen dari lonjakan harga energi global. Langkah ini sangat krusial mengingat kenaikan harga BBM seringkali menjadi pemicu inflasi pada sektor pangan dan transportasi.

Meskipun Robert tidak merinci secara detail berapa angka pasti harga asli Pertamax jika dilepas ke pasar, ia memastikan bahwa posisi harga saat ini adalah bentuk perlindungan ekonomi. "Selisih harga keekonomian ditanggung pemerintah demi menjaga daya beli masyarakat," tegasnya. Hal ini sejalan dengan kebijakan fiskal tahun 2026 yang masih menitikberatkan pada subsidi energi tepat sasaran.

Sebagai penutup, Pertamina mengimbau masyarakat untuk bijak dalam mengonsumsi BBM dan memahami bahwa harga murah yang dinikmati saat ini merupakan hasil dukungan finansial negara yang sangat besar. Transparansi melalui struk SPBU diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa penghematan energi sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan keuangan negara di masa depan.

Baca Juga: Sepeda Listrik Polygon Kalosi Miles Bekas Jadi Incaran, Kondisi Mulus Dijual Rp10 Juta, Ini Spesifikasi Lengkapnya

Editor : Vicky Permana Saputra
#harga asli Pertalite #subsidi BBM 2026 #harga keekonomian Pertalite #harga Pertamax terbaru #Pertamina Patra Niaga