Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Benarkah Mobil di Atas 1400 CC Dilarang Beli Pertalite Mulai 1 Juni 2026 ? Pertamina Akhirnya Buka Suara soal Daftar Mobil Viral di TikTok

Muhamad Ahsanul Wildan • Selasa, 26 Mei 2026 | 13:08 WIB
Mobil di atas 1400 cc dilarang beli Pertalite mulai 1 Juni 2026? Pertamina buka suara soal daftar mobil viral di TikTok. (Ilustrasi Gemini AI)
Mobil di atas 1400 cc dilarang beli Pertalite mulai 1 Juni 2026? Pertamina buka suara soal daftar mobil viral di TikTok. (Ilustrasi Gemini AI)

JAKARTA - Isu mobil di atas 1400 cc dilarang beli Pertalite mulai 1 Juni 2026 viral di media sosial setelah sejumlah akun TikTok menyebarkan daftar kendaraan yang disebut tak lagi boleh membeli BBM subsidi tersebut.

Pertamina Patra Niaga akhirnya buka suara dan menegaskan hingga kini masih menunggu keputusan resmi pemerintah terkait kebijakan pembatasan BBM subsidi.

Unggahan viral itu salah satunya dibagikan akun TikTok Lungke pada 18 Mei 2026.

Dalam video tersebut tercantum sejumlah mobil seperti Xenia, Terios, Luxio, Yaris, Veloz, Honda City, Mobilio hingga Mitsubishi Xpander yang disebut masuk daftar kendaraan yang tidak lagi bisa membeli Pertalite mulai 1 Juni 2026.

Informasi tersebut langsung memicu polemik di media sosial. Banyak warganet mempertanyakan kebenaran kabar larangan mobil di atas 1400 cc membeli Pertalite karena belum ada pengumuman resmi dari pemerintah maupun Pertamina.

Baca Juga: Analisis Harga Emas Antam Hari Ini 26 Mei 2026: Minyak Dunia Ambruk, Pengamat Prediksi Harga Logam Mulia Bakal Kembali Ngegas!

Pertamina Belum Pastikan Larangan Mobil 1400 CC Beli Pertalite

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Robert Dumatun, mengatakan pihaknya akan mengikuti seluruh kebijakan pemerintah terkait sektor energi, termasuk jika nantinya ada aturan baru mengenai penyaluran BBM subsidi.

Menurut Robert, Pertamina sebagai badan usaha milik negara hanya bertindak sebagai operator yang menjalankan regulasi dari pemerintah selaku regulator. Karena itu, keputusan mengenai pembatasan kendaraan pengguna Pertalite sepenuhnya berada di tangan pemerintah.

“Pada prinsipnya, Pertamina sebagai BUMN dan badan usaha operator yang berada di bawah pemerintah akan mengikuti dan mengacu pada arahan pemerintah sebagai regulator,” ujarnya.

Meski demikian, Robert belum memberikan kepastian apakah benar mobil bermesin di atas 1400 cc akan dilarang membeli Pertalite mulai 1 Juni 2026. Ia menegaskan seluruh kebijakan energi akan melalui kajian sebelum diterapkan secara nasional.

Pernyataan tersebut sekaligus menjawab simpang siur informasi yang beredar di media sosial. Hingga saat ini belum ada keputusan resmi pemerintah yang menetapkan larangan kendaraan 1400 cc membeli Pertalite.

Daftar Mobil Viral di TikTok Picu Kebingungan Publik

Daftar kendaraan yang viral di TikTok menjadi perhatian karena memuat beberapa mobil populer di Indonesia yang selama ini masih menggunakan Pertalite. Nama-nama seperti Toyota Yaris, Daihatsu Xenia, Honda Mobilio hingga Mitsubishi Xpander ramai diperbincangkan warganet.

Tidak sedikit pengguna media sosial yang khawatir kebijakan baru itu akan berdampak langsung pada biaya operasional kendaraan harian mereka. Apalagi Pertalite selama ini menjadi BBM pilihan masyarakat karena harganya lebih murah dibanding BBM non subsidi.

Di sisi lain, pemerintah memang tengah memperketat distribusi BBM subsidi melalui program Subsidi Tepat MyPertamina. Program tersebut mewajibkan kendaraan terdaftar menggunakan QR code saat membeli BBM subsidi di SPBU.

Mengutip informasi resmi MyPertamina, BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar menggunakan dana APBN sehingga penyalurannya dibatasi berdasarkan kuota pemerintah. Karena itu, distribusinya hanya diperuntukkan bagi konsumen tertentu yang memenuhi syarat.

Pertamina juga menegaskan QR code kendaraan bersifat pribadi dan tidak boleh dipindahtangankan. Penyalahgunaan QR code dapat dikenai sanksi hingga pemblokiran akses pembelian BBM subsidi.

Pemerintah Masih Kaji Aturan Baru BBM Subsidi

Robert Dumatun menambahkan mekanisme teknis terkait penyaluran BBM subsidi nantinya akan diatur kementerian dan lembaga terkait apabila kebijakan baru benar-benar diterapkan.

“Lembaga pemerintah terkait yang akan menurunkan teknis dan bagaimana kebijakan tersebut diterapkan,” katanya.

Saat ini Pertamina disebut masih fokus menjalankan distribusi energi sesuai aturan yang berlaku. Artinya, masyarakat masih dapat membeli Pertalite menggunakan mekanisme yang berlaku sekarang selama tidak ada keputusan baru dari pemerintah.

Wacana pembatasan BBM subsidi sendiri sebenarnya sudah lama dibahas pemerintah sebagai upaya agar subsidi lebih tepat sasaran. Pemerintah juga terus mendorong penggunaan sistem digital melalui QR code kendaraan untuk memantau distribusi BBM subsidi di lapangan.

Meski isu larangan mobil di atas 1400 cc membeli Pertalite ramai diperbincangkan, masyarakat diminta tidak langsung mempercayai informasi yang belum memiliki dasar resmi. Hingga kini pemerintah maupun Pertamina belum mengeluarkan pengumuman resmi soal penerapan larangan tersebut mulai 1 Juni 2026.

Dengan demikian, daftar mobil viral yang disebut tidak boleh membeli Pertalite masih sebatas informasi media sosial dan belum menjadi kebijakan resmi pemerintah.

Baca Juga: Analisis Harga Emas Antam Hari Ini 26 Mei 2026: Minyak Dunia Ambruk, Pengamat Prediksi Harga Logam Mulia Bakal Kembali Ngegas!

Editor : Muhamad Ahsanul Wildan
#Pertalite 1 Juni 2026 #mobil di atas 1400 cc dilarang beli Pertalite #daftar mobil tidak boleh beli Pertalite #aturan BBM subsidi terbaru #Pertamina Patra Niaga