RADAR TULUNGAGUNG - Keluhan motor mogok usai mengisi Pertalite ramai disorot warga di Kediri dan Bangkalan, Jawa Timur.
Sejumlah pengendara mengaku mesin motornya tiba-tiba mati hingga tidak bisa dihidupkan setelah mengisi BBM jenis Pertalite.
Kondisi itu membuat bengkel-bengkel dipenuhi kendaraan bermasalah dalam dua hari terakhir.
Keluhan tersebut muncul setelah beberapa pemilik motor mengunggah pengalaman mereka di media sosial.
Warga menduga ada masalah pada kualitas Pertalite yang dibeli dari SPBU tertentu.
Bahkan beberapa montir menyebut adanya indikasi bahan bakar tercampur air atau memiliki aroma berbeda dari biasanya.
Bengkel di Kediri dan Bangkalan Dipenuhi Motor Mogok
Kasus motor mogok usai mengisi Pertalite pertama kali ramai dibicarakan warga Bangkalan. Salah satu pemilik motor mengaku kendaraannya mulai bermasalah setelah mengisi BBM di wilayah Kwanyar. Sebelumnya, motor tersebut disebut tidak pernah mengalami gangguan.
“Awalnya saya enggak ngerti kenapa, habis isi Pertalite motor jadi seperti mau mati,” ujar salah seorang pemilik motor.
Menurut mekanik bengkel di Bangkalan, kerusakan yang paling sering ditemukan berada pada bagian busi dan sistem bahan bakar. Dalam dua hari terakhir, beberapa kendaraan datang dengan keluhan serupa, mulai dari mesin brebet hingga mogok mendadak saat dikendarai.
Kondisi serupa juga terjadi di Kota Kediri. Sebuah bengkel di Jalan Kilisuci dipenuhi motor rusak yang diduga mengalami gangguan setelah mengisi Pertalite. Seorang montir mengungkapkan setidaknya ada tujuh kendaraan dengan kerusakan hampir sama dalam sehari.
“Biasanya motor mbet, kadang jalan lalu tiba-tiba mati,” kata montir tersebut.
Beberapa pemilik kendaraan bahkan menyebut aroma bahan bakar berbeda dari biasanya. Ada yang menduga kandungan tertentu di dalam BBM terlalu tinggi sehingga memicu gangguan pada sistem pembakaran motor.
Warga Curiga Kualitas Pertalite Bermasalah
Ramainya laporan motor mogok membuat isu kualitas Pertalite cepat menyebar di media sosial. Warga mulai mempertanyakan distribusi BBM di sejumlah SPBU, terutama setelah banyak kendaraan mengalami gejala serupa dalam waktu berdekatan.
Seorang pemilik motor di Kediri mengaku kendaraannya langsung mati beberapa meter setelah keluar dari SPBU. Setelah dibawa ke bengkel, mekanik menyebut kerusakan terjadi pada rotor dan bagian penyaring bahan bakar.
“Katanya kualitas Pertalite kurang bagus, baunya juga berbeda,” ujar warga tersebut.
Montir bengkel menduga beberapa faktor bisa menjadi penyebab masalah tersebut. Selain kemungkinan bahan bakar tercampur air, ada juga indikasi BBM sudah terlalu lama tersimpan sehingga kualitasnya menurun.
Dalam pemeriksaan awal di bengkel, beberapa kendaraan menunjukkan gejala serupa seperti susah dihidupkan, mesin tersendat, hingga kehilangan tenaga saat dikendarai. Fenomena itu membuat banyak warga khawatir terhadap kualitas BBM yang mereka gunakan sehari-hari.
Isu ini semakin menjadi perhatian karena Pertalite merupakan BBM paling banyak dipakai pengendara motor di Jawa Timur. Data konsumsi BBM subsidi menunjukkan Pertalite masih mendominasi penggunaan kendaraan roda dua karena harga yang lebih terjangkau dibanding jenis lain.
Pertamina dan Polisi Sidak Tiga SPBU di Kediri
Menanggapi laporan warga soal motor mogok usai mengisi Pertalite, Satreskrim Polres Kediri Kota bersama pihak Pertamina langsung melakukan inspeksi mendadak ke tiga SPBU. Pemeriksaan dilakukan dengan mengambil sampel BBM dari tangki penyimpanan.
Petugas memeriksa kadar air, takaran BBM, density, hingga temperatur bahan bakar. Pengujian juga dilakukan pada Pertamax Turbo dan Biosolar untuk memastikan tidak ada kontaminasi.
Hasil sidak menunjukkan seluruh sampel BBM masih berada dalam batas standar kualitas. Pertamina memastikan tidak ditemukan kandungan air pada Pertalite yang diperiksa di tiga SPBU tersebut.
“Kami melakukan pengujian visual, density, temperatur, dan hasilnya masih dalam rentang toleransi,” ujar perwakilan Pertamina saat sidak berlangsung.
Selain itu, pengecekan takaran menggunakan bejana 20 liter juga disebut sesuai standar. Pertamina menegaskan BBM yang terdistribusi di wilayah Kota Kediri masih dalam kondisi normal dan memenuhi spesifikasi mutu.
Meski demikian, pihak kepolisian masih akan memantau laporan masyarakat terkait motor mogok usai mengisi Pertalite. Warga juga diminta segera melapor apabila menemukan indikasi serupa di SPBU lain agar dapat dilakukan pemeriksaan lanjutan.
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan