RADAR TULUNGAGUNG - Pertamina memastikan kualitas Pertalite di Kediri dan Bangkalan masih sesuai standar setelah muncul keluhan motor mogok usai mengisi BBM tersebut.
Bersama Satreskrim Polres Kediri Kota, Pertamina langsung melakukan sidak ke sejumlah SPBU untuk memastikan tidak ada kandungan air maupun kerusakan mutu bahan bakar.
Pemeriksaan dilakukan menyusul viralnya laporan warga yang mengaku kendaraannya brebet hingga mati mendadak setelah mengisi Pertalite.
Dalam dua hari terakhir, beberapa bengkel di Kediri dan Bangkalan menerima banyak motor dengan gejala kerusakan hampir sama.
Viral Motor Mogok Setelah Isi Pertalite
Keluhan pertama muncul dari sejumlah pengendara di Bangkalan, Madura. Pemilik motor mengaku kendaraannya mulai kehilangan tenaga setelah mengisi Pertalite di salah satu SPBU wilayah Kwanyar.
“Begitu dipakai jalan, mesin terasa seperti mau mati,” kata seorang warga.
Tak lama kemudian, laporan serupa bermunculan di Kediri. Sebuah bengkel di Jalan Kilisuci bahkan menerima tujuh motor dalam sehari dengan kondisi mogok mendadak. Sebagian besar kendaraan disebut mengalami masalah pada sistem pembakaran dan bahan bakar.
Menurut montir, beberapa motor mengalami gejala mesin brebet, sulit distarter, hingga mati saat digunakan berkendara. Kerusakan juga ditemukan pada bagian rotor, busi, dan filter bahan bakar.
Fenomena itu langsung menyita perhatian masyarakat karena seluruh kendaraan yang masuk bengkel diketahui menggunakan Pertalite sebelum mengalami kerusakan.
Pertamina Lakukan Uji Kualitas BBM di Tiga SPBU
Menanggapi keresahan warga, Pertamina bersama kepolisian melakukan inspeksi mendadak ke tiga SPBU di Kota Kediri. Pemeriksaan dilakukan dengan mengambil sampel Pertalite langsung dari tangki penyimpanan.
Petugas kemudian menguji beberapa parameter penting seperti kandungan air, density, temperatur, hingga takaran BBM menggunakan bejana ukur 20 liter. Selain Pertalite, pemeriksaan juga dilakukan pada Pertamax Turbo dan Biosolar.
“Hasil pengujian menunjukkan tidak ada kandungan air dan seluruh parameter masih dalam batas toleransi,” ujar perwakilan Pertamina.
Pertamina juga memastikan distribusi BBM di wilayah Kediri masih sesuai standar mutu. Dari hasil pengecekan visual dan pengujian laboratorium awal, tidak ditemukan indikasi pencampuran zat asing pada Pertalite.
Pihak kepolisian turut menyaksikan langsung proses pengujian tersebut untuk memastikan pemeriksaan berjalan transparan. Sidak dilakukan sebagai respons cepat terhadap laporan masyarakat yang viral di media sosial.
Dugaan Penyebab Motor Mogok Masih Ditelusuri
Meski Pertamina memastikan kualitas BBM aman, penyebab pasti motor mogok masih menjadi perhatian bengkel dan pemilik kendaraan. Sejumlah mekanik menduga masalah tidak selalu berasal dari BBM, tetapi juga bisa dipicu kondisi kendaraan yang sudah mengalami penurunan performa.
Montir menyebut kendaraan dengan sistem bahan bakar kotor atau jarang servis lebih rentan mengalami gangguan ketika terjadi perubahan kualitas pembakaran. Namun, mereka juga tidak menampik adanya kemungkinan bahan bakar terkontaminasi di jalur distribusi tertentu.
“Ada yang seperti tercampur air, ada juga yang seperti bahan bakar lama,” ujar seorang mekanik di Kediri.
Kasus ini membuat warga lebih waspada saat mengisi BBM di SPBU. Banyak pengendara mulai membandingkan kualitas bahan bakar berdasarkan aroma dan performa kendaraan setelah pengisian.
Pertamina meminta masyarakat tidak langsung panik dan segera melapor jika menemukan dugaan BBM bermasalah. Laporan tersebut akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan lapangan untuk memastikan kualitas distribusi tetap aman bagi kendaraan masyarakat.
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan