RADAR TULUNGAGUNG - Proyek Blok Masela senilai lebih dari Rp300 triliun dipastikan dipercepat setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan resmi ke Jepang.
Pemerintah menyebut masuknya investasi jumbo dari Jepang menjadi bukti Indonesia masih dipercaya dunia di tengah ketegangan geopolitik global.
Hari pertama kunjungan Presiden Prabowo di Jepang dimulai dengan pertemuan bersama Kaisar Naruhito dan Putra Mahkota Fumihito.
Pertemuan membahas penguatan hubungan bilateral, perlindungan lingkungan hidup, serta peluang investasi baru antara Indonesia dan Jepang.
Usai agenda kenegaraan, pemerintah Indonesia melanjutkan pembicaraan dalam forum bisnis yang mempertemukan investor Jepang dengan delegasi Indonesia.
Blok Masela Jadi Proyek Energi Terbesar yang Dikebut Pemerintah
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan proyek Blok Masela kini menjadi prioritas utama pemerintah di sektor energi nasional.
Nilai investasi awal proyek tersebut mencapai USD 20,9 miliar atau lebih dari Rp300 triliun. Angka itu diperkirakan bertambah karena adanya pengembangan teknologi carbon capture storage (CCS).
“Kalau ini mampu kita lakukan, maka ketahanan energi sektor migas akan semakin kuat,” kata Bahlil.
Blok Masela selama ini dikenal sebagai proyek mangkrak selama hampir 27 tahun akibat polemik pembangunan fasilitas di laut atau di darat.
Pemerintah kini menargetkan final investment decision (FID) dan proses tender dapat selesai pada 2026 agar implementasi proyek segera berjalan.
Menurut Bahlil, kapasitas produksi gas Blok Masela mencapai 1.200 MMSCFD sehingga berpotensi menjadikan Indonesia sebagai salah satu pemain gas terbesar dunia.
Pemerintah juga meminta gas produksi Blok Masela diprioritaskan untuk kebutuhan domestik melalui PGN demi memperkuat hilirisasi industri nasional.
Jepang Suntik Investasi Rp380 Triliun ke Indonesia
Selain Blok Masela, Jepang juga mengumumkan komitmen investasi besar ke Indonesia senilai Rp380 triliun atau sekitar USD 23,3 miliar.
Menteri Investasi menyebut sekitar 95 persen investasi tersebut masuk ke sektor energi dan sumber daya mineral.
Beberapa proyek yang disepakati antara lain pendanaan SMBC kepada Danantara senilai USD 500 juta, pendanaan Pegadaian sekitar Rp5 triliun, hingga investasi plasma darah sebesar USD 1 miliar.
Kerja sama geothermal juga menjadi perhatian utama karena Jepang dinilai sangat agresif dalam pengembangan energi baru terbarukan di Indonesia.
“Jepang selalu masuk lima besar investor terbesar di Indonesia,” ujar Menteri Investasi.
Pemerintah menilai tingginya minat investor Jepang menunjukkan kondisi ekonomi Indonesia tetap dipercaya meski dunia sedang menghadapi tekanan geopolitik dan geoekonomi.
Isu Geopolitik dan Harga BBM Ikut Dibahas
Kunjungan Presiden Prabowo ke Jepang berlangsung di tengah memanasnya konflik global, termasuk perang antara Amerika Serikat dan Iran.
Meski demikian, pemerintah memastikan komunikasi internasional terkait stabilitas ekonomi dan energi terus dilakukan secara intensif.
Di sisi lain, isu harga BBM juga menjadi perhatian publik setelah muncul wacana kenaikan BBM non-subsidi mulai 1 April 2026.
Bahlil menjelaskan harga BBM industri dan non subsidi memang mengikuti harga pasar internasional sesuai regulasi Kementerian ESDM.
Namun pemerintah memastikan kebijakan BBM subsidi tetap mempertimbangkan kondisi masyarakat kecil.
“Presiden selalu memprioritaskan kebutuhan rakyat,” tegasnya.
Pada agenda berikutnya, Presiden Prabowo dijadwalkan bertemu Perdana Menteri Jepang serta sekitar 12 pengusaha besar Jepang untuk membahas kelanjutan investasi strategis di Indonesia.
Pemerintah berharap seluruh kerja sama tersebut dapat mempercepat transisi energi, memperkuat ketahanan energi nasional, dan membuka lapangan kerja baru di Indonesia.
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan