Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Harga BBM Non Subsidi Naik Mulai 18 April 2026, Dexlite dan Pertamina Dex Melonjak Rp9.400 per Liter di Tengah Gejolak Energi Global

Cholifatun Nisak • Sabtu, 30 Mei 2026 | 22:07 WIB
Harga BBM non subsidi naik mulai 18 April 2026. Dexlite dan Pertamina Dex melonjak Rp9.400 per liter di tengah gejolak energi global.
Harga BBM non subsidi naik mulai 18 April 2026. Dexlite dan Pertamina Dex melonjak Rp9.400 per liter di tengah gejolak energi global.

 

RADAR TULUNGAGUNG- Harga BBM non subsidi resmi naik mulai Sabtu, 18 April 2026. PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga terhadap tiga produk bahan bakar, yakni Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Kenaikan ini terjadi di tengah lonjakan harga energi global yang dipicu konflik berkepanjangan di Timur Tengah.

Kebijakan kenaikan harga BBM non subsidi tersebut menjadi penyesuaian pertama setelah Pertamina sebelumnya mempertahankan harga bahan bakar pada awal April 2026. Meski sejumlah produk mengalami kenaikan signifikan, Pertamax dan Pertamax Green tetap dipasarkan dengan harga lama.

Data harga terbaru yang diumumkan melalui laman resmi MyPertamina menunjukkan lonjakan terbesar terjadi pada produk diesel non subsidi. Bahkan, kenaikannya mencapai Rp9.400 per liter dibandingkan harga sebelumnya.

Baca Juga: Harga BBM Pertamina Naik Mulai 18 April 2026, Pertamina Dex dan Dexlite Melonjak Rp9.400 per Liter di Tengah Krisis Energi Global

Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex Alami Kenaikan Tajam

PT Pertamina Persero mengumumkan penyesuaian harga beberapa jenis BBM non subsidi yang berlaku mulai 18 April 2026. Langkah ini dilakukan setelah perusahaan mengevaluasi perkembangan harga minyak dunia dan kondisi pasar energi internasional.

Pertamax Turbo kini dijual dengan harga Rp19.400 per liter. Sebelumnya, bahan bakar beroktan tinggi tersebut dibanderol Rp13.100 per liter. Dengan demikian, terjadi kenaikan sebesar Rp6.300 per liter.

Sementara itu, Dexlite mengalami lonjakan yang lebih besar. Harga BBM diesel tersebut naik dari Rp14.200 menjadi Rp23.600 per liter atau meningkat Rp9.400 per liter.

Kenaikan serupa juga terjadi pada Pertamina Dex. Produk diesel premium itu kini dibanderol Rp23.900 per liter, naik Rp9.400 dari harga sebelumnya yang berada di level Rp14.500 per liter.

Besarnya kenaikan pada dua produk diesel tersebut mencerminkan tingginya tekanan biaya energi yang saat ini terjadi di pasar global.

Baca Juga: Harga BBM Pertamina Naik Lagi per 4 Mei 2026, Pertamina Dex Tembus Rp27.900 per Liter, Ini Penjelasan Resmi Pertamina

Pertamax dan Pertamax Green Tetap Dipertahankan

Di tengah kenaikan sejumlah produk BBM non subsidi, Pertamina memutuskan tidak mengubah harga Pertamax dan Pertamax Green 95.

Harga Pertamax tetap bertahan di angka Rp12.300 per liter. Sementara Pertamax Green 95 masih dijual dengan harga Rp12.900 per liter.

Keputusan mempertahankan harga kedua produk tersebut dinilai sebagai upaya menjaga stabilitas pasar dan memberikan alternatif bahan bakar non subsidi yang lebih terjangkau bagi masyarakat.

Langkah tersebut juga menunjukkan bahwa penyesuaian harga tidak dilakukan secara menyeluruh terhadap seluruh produk BBM non subsidi yang dipasarkan Pertamina.

Dengan harga yang tetap, Pertamax masih menjadi pilihan utama banyak pengguna kendaraan pribadi yang ingin memperoleh bahan bakar beroktan tinggi tanpa harus menghadapi kenaikan harga yang signifikan.

Lonjakan Harga Energi Global Jadi Faktor Utama

Penyesuaian harga BBM non subsidi tidak lepas dari perkembangan pasar energi dunia yang masih mengalami tekanan berat sepanjang 2026.

Konflik di Timur Tengah yang melibatkan sejumlah negara produsen energi telah memicu kenaikan harga minyak mentah internasional. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap biaya pengadaan bahan bakar dan operasional sektor energi di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Menariknya, pada 1 April 2026 Pertamina sempat memutuskan untuk tidak menaikkan harga BBM meskipun harga energi global sudah menunjukkan tren peningkatan. Namun perkembangan situasi pasar yang terus berubah membuat perusahaan akhirnya melakukan penyesuaian pada pertengahan April.

Kenaikan harga ini menunjukkan bahwa gejolak energi global mulai memberikan dampak nyata terhadap produk BBM non subsidi di dalam negeri. Produk berbasis diesel menjadi yang paling terdampak karena tingginya biaya pengadaan dan distribusi.

Dengan berlakunya harga baru sejak 18 April 2026, pengguna Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex perlu menyesuaikan kembali anggaran bahan bakar mereka. Sementara itu, stabilnya harga Pertamax dan Pertamax Green menjadi salah satu faktor yang diharapkan dapat membantu menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian pasar energi dunia.

Baca Juga: Harga Asli Pertalite Disebut Lebih Mahal dari Pertamax, Benarkah? Penjelasan Pertamina Soal BBM Subsidi yang Bikin Heboh

Editor : Cholifatun Nisak
#Harga BBM 18 April 2026 #Dexlite Naik #Pertamina Dex Terbaru #Pertamax Turbo 2026 #harga BBM non subsidi