Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Harga BBM Pertamina Naik Mei 2026, Pertamax Turbo hingga Pertamina Dex Melonjak, Ini Daftar Tarif Terbarunya

Cholifatun Nisak • Sabtu, 30 Mei 2026 | 22:22 WIB
Harga BBM Pertamina naik Mei 2026. Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex mengalami kenaikan, sementara Pertamax tetap stabil.
Harga BBM Pertamina naik Mei 2026. Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex mengalami kenaikan, sementara Pertamax tetap stabil.

 

RADAR TULUNGAGUNG- Harga BBM Pertamina naik Mei 2026 setelah PT Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian tarif pada sejumlah produk bahan bakar non subsidi mulai Senin, 4 Mei 2026. Kenaikan paling mencolok terjadi pada Dexlite dan Pertamina Dex, sementara Pertamax dan Pertamax Green tetap dipertahankan pada harga sebelumnya.

Penyesuaian ini langsung menjadi perhatian masyarakat karena beberapa jenis BBM mengalami kenaikan cukup signifikan. Pertamax Turbo naik Rp500 per liter, sedangkan Dexlite dan Pertamina Dex mencatat lonjakan harga hingga ribuan rupiah per liter dibandingkan periode sebelumnya.

Kebijakan harga BBM Pertamina naik Mei 2026 disebut sebagai bagian dari mekanisme pasar yang mengikuti perkembangan harga energi global. Namun demikian, Pertamina menegaskan bahwa berbagai pertimbangan sosial dan ekonomi tetap menjadi faktor penting dalam menentukan harga jual kepada konsumen.

Baca Juga: Harga BBM Pertamina Naik Lagi per 4 Mei 2026, Pertamina Dex Tembus Rp27.900 per Liter, Ini Penjelasan Resmi Pertamina

Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex Mengalami Kenaikan Signifikan

Dalam penyesuaian terbaru, Pertamax Turbo mengalami kenaikan dari Rp19.400 per liter menjadi Rp19.900 per liter. Artinya terdapat penambahan harga sebesar Rp500 per liter dibandingkan periode sebelumnya.

Kenaikan lebih tinggi terjadi pada Dexlite. Produk solar berkualitas tersebut sebelumnya dipasarkan dengan harga Rp23.600 per liter dan kini naik menjadi Rp26.000 per liter. Dengan demikian, terjadi kenaikan sebesar Rp2.400 per liter.

Sementara itu, Pertamina Dex menjadi produk yang mengalami penyesuaian paling tinggi. Harga yang sebelumnya berada di level Rp23.900 per liter kini melonjak menjadi Rp27.900 per liter. Kenaikan mencapai Rp4.000 per liter tersebut menjadi sorotan karena berdampak langsung pada pengguna kendaraan diesel yang mengandalkan bahan bakar berkualitas tinggi.

Di tengah kenaikan sejumlah produk non subsidi tersebut, Pertamina tidak mengubah harga Pertamax dan Pertamax Green. Kedua jenis BBM itu tetap dijual masing-masing Rp12.300 per liter dan Rp12.900 per liter.

Baca Juga: Harga BBM Non Subsidi Naik Mulai 18 April 2026, Dexlite dan Pertamina Dex Melonjak Rp9.400 per Liter di Tengah Gejolak Energi Global

Pertamax dan Pertamax Green Tetap Stabil

Di saat beberapa produk mengalami lonjakan harga, Pertamax dan Pertamax Green menjadi dua jenis BBM yang tidak mengalami perubahan tarif. Kebijakan ini dinilai memberikan pilihan bagi masyarakat yang tetap ingin menggunakan bahan bakar berkualitas tanpa harus menghadapi kenaikan harga tambahan.

Pertamax masih dipasarkan dengan harga Rp12.300 per liter. Sementara Pertamax Green tetap berada pada level Rp12.900 per liter. Stabilnya harga kedua produk tersebut menjadi kabar positif bagi sebagian pengguna kendaraan yang selama ini mengandalkan BBM dengan nilai oktan lebih tinggi dibandingkan bahan bakar bersubsidi.

Perbedaan kebijakan harga ini menunjukkan bahwa penyesuaian tidak dilakukan secara merata pada seluruh produk. Pertamina menerapkan evaluasi berdasarkan berbagai indikator yang memengaruhi biaya pengadaan dan distribusi masing-masing jenis bahan bakar.

Data harga terbaru tersebut juga memperlihatkan selisih yang semakin lebar antara produk bensin non subsidi dan bahan bakar diesel premium yang mengalami kenaikan tajam pada awal Mei 2026.

Pertamina Sebut Kenaikan Mengikuti Harga Energi Global

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Robert Dumatubun, menjelaskan bahwa penyesuaian harga BBM non subsidi merupakan bagian dari mekanisme pasar yang mengikuti perkembangan harga global.

Menurutnya, perubahan harga energi dunia menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi biaya pengadaan bahan bakar. Karena itu, penyesuaian harga perlu dilakukan agar operasional dan distribusi tetap berjalan sesuai kondisi pasar yang berlaku.

Meski demikian, Pertamina menegaskan bahwa keputusan penyesuaian harga tidak hanya mempertimbangkan aspek bisnis semata. Perusahaan juga memperhitungkan kondisi sosial ekonomi masyarakat serta kebutuhan menjaga stabilitas di tengah dinamika ekonomi yang berkembang.

Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa kebijakan harga BBM non subsidi dilakukan melalui berbagai pertimbangan. Di satu sisi, perusahaan harus mengikuti perubahan harga energi global, sementara di sisi lain tetap memperhatikan daya beli masyarakat dan situasi ekonomi nasional.

Dengan berlakunya tarif baru mulai 4 Mei 2026, masyarakat pengguna Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex perlu menyesuaikan pengeluaran untuk kebutuhan bahan bakar. Sementara pengguna Pertamax dan Pertamax Green masih dapat menikmati harga yang tidak berubah dibandingkan periode sebelumnya.

Baca Juga: Viral! Eksperimen Sederhana Ungkap Pertalite Mengandung Etanol, Benarkah Bisa Berdampak pada Mesin Kendaraan?

Editor : Cholifatun Nisak
#Pertamax Turbo Terbaru #harga BBM Pertamina naik Mei 2026 #harga Dexlite 2026 #harga Pertamina Dex terbaru #kenaikan BBM non subsidi