JAKARTA - Kartu Prakerja 2025 masih menjadi pertanyaan besar bagi masyarakat, terutama para pencari kerja dan pekerja yang berharap program bantuan pelatihan ini kembali dibuka tahun ini. Hingga pertengahan tahun 2025, belum ada kepastian resmi terkait pembukaan gelombang baru Program Kartu Prakerja.
Banyak masyarakat mulai mempertanyakan apakah Kartu Prakerja 2025 masih ada atau justru sudah berakhir. Pasalnya, sejak awal tahun hingga 10 Juni 2025, belum ada pengumuman resmi dari pemerintah mengenai jadwal pendaftaran baru.
Informasi terbaru menunjukkan bahwa program Kartu Prakerja belum resmi dihentikan, namun masih berada dalam proses transisi pengelolaan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menuju Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).
Belum Ada Pembukaan Kartu Prakerja 2025
Jika melihat akun media sosial resmi Kartu Prakerja maupun situs resminya di prakerja.go.id, hingga Juni 2025 belum terdapat informasi mengenai pembukaan gelombang baru.
Bahkan saat calon peserta mencoba mengakses tombol “Daftar Sekarang” di dashboard Prakerja, sistem justru menampilkan pesan error berupa “Connection Timed Out” dengan kode error 522. Hal ini membuat banyak masyarakat menduga bahwa program tersebut telah dihentikan.
Tampilan website resmi Prakerja sendiri masih sama seperti tahun sebelumnya, tanpa adanya pembaruan informasi terkait pendaftaran peserta baru.
Pemerintah Siapkan Transisi ke Kemnaker
Berdasarkan laporan yang dimuat media nasional, program Kartu Prakerja memang belum berjalan karena pemerintah sedang menyiapkan perubahan regulasi baru.
Kepala Biro Humas Kementerian Ketenagakerjaan, Sunardi Manampiar Sinaga, menjelaskan bahwa saat ini pemerintah sedang menyusun draft Peraturan Presiden (Perpres) terkait transisi pengelolaan Prakerja ke bawah Kemnaker.
“Sampai saat ini sedang dilakukan penyusunan draft Perpres transisi Prakerja ke Kemnaker dan masih proses,” ujarnya seperti dikutip dari laporan media nasional pada 16 Mei 2025.
Menurutnya, tim transisi Prakerja juga telah dibentuk oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk mengawal proses pemindahan tersebut agar berjalan lancar.
Airlangga Hartarto Minta Masyarakat Bersabar
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, juga memberikan tanggapan terkait nasib Program Kartu Prakerja 2025.
Ia belum menjelaskan secara rinci konsep baru Prakerja setelah nantinya berada di bawah pengelolaan Kemnaker. Namun, ia meminta masyarakat untuk menunggu hingga proses transisi selesai.
“Kita tunggu sampai proses transisi selesai,” ujar Airlangga saat ditemui di kantornya di Jakarta Pusat.
Ketika ditanya lebih lanjut mengenai nasib manajemen pelaksana Program Prakerja, Airlangga hanya menjawab singkat bahwa pemerintah masih fokus menyelesaikan proses transisi terlebih dahulu.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa Kartu Prakerja 2025 belum berakhir, melainkan sedang mengalami perubahan sistem pengelolaan.
Program Belum Dihapus, Masyarakat Diminta Menunggu
Dengan belum adanya keputusan final, masyarakat diimbau untuk tetap memantau informasi resmi melalui website prakerja.go.id dan akun media sosial resmi Kartu Prakerja agar tidak termakan informasi hoaks.
Program ini sebelumnya menjadi salah satu bantuan pemerintah yang cukup diminati sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2020. Selain memberikan pelatihan peningkatan keterampilan, peserta juga memperoleh insentif yang membantu kebutuhan ekonomi.
Karena manfaatnya yang besar, banyak masyarakat berharap pemerintah tetap melanjutkan Kartu Prakerja pada tahun 2025.
Sampai saat ini, kesimpulan sementara menunjukkan bahwa Program Kartu Prakerja belum resmi ditutup. Pemerintah hanya masih menyelesaikan proses transisi kelembagaan sebelum kembali membuka gelombang baru.
Bagi calon peserta, langkah terbaik saat ini adalah bersabar sambil terus memantau pengumuman resmi dari pemerintah. Jika proses transisi selesai, peluang pembukaan Kartu Prakerja 2025 masih sangat terbuka.
Editor : Dyah Wulandari