JAKARTA – Kisah Bung Karno sebagai Presiden pertama Republik Indonesia tidak hanya diwarnai peristiwa besar dalam sejarah bangsa, tetapi juga momen-momen sederhana yang jarang diketahui publik. Salah satunya adalah cerita mengenai perintah pertama Bung Karno setelah resmi terpilih sebagai Presiden RI pada sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) sehari setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Bung Karno atau Soekarno merupakan tokoh sentral dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Lahir di Surabaya pada 6 Juni 1901, ia dikenal sebagai proklamator kemerdekaan bersama Mohammad Hatta yang membacakan Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.
Sehari setelah proklamasi, tepatnya pada 18 Agustus 1945, PPKI menggelar sidang pertama untuk menentukan arah pemerintahan Indonesia yang baru merdeka. Dalam sidang tersebut, sejumlah tokoh nasional hadir, termasuk Bung Karno, Mohammad Hatta, Ki Hajar Dewantara, dan para anggota PPKI lainnya.
Baca Juga: BGN Perketat Pengawasan, Sebanyak 18 Dapur Makan Bergizi Gratis di Tulungagung Kena Sanksi Suspend
Pemilihan Presiden Republik Indonesia berlangsung sangat sederhana dan berlangsung dalam waktu singkat. Saat sidang dibuka oleh Bung Karno, tokoh Sunda Otto Iskandardinata mengusulkan agar pemilihan presiden dilakukan secara aklamasi mengingat situasi negara yang masih dalam masa transisi pascakemerdekaan.
Usulan tersebut langsung mendapat dukungan dari peserta sidang. Tepuk tangan yang menggema di ruang sidang menjadi tanda persetujuan seluruh peserta. Dengan cara itulah Soekarno resmi ditetapkan sebagai Presiden pertama Republik Indonesia, sementara Mohammad Hatta menjadi Wakil Presiden pertama RI.
Pemilihan Presiden yang Berlangsung Sederhana
Dalam buku berjudul Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia karya Cindy Adams, Soekarno mengenang momen saat dirinya dipilih menjadi presiden.
Ia mengaku sempat merasa heran karena proses pemilihan berlangsung sangat cepat dan sederhana. Tidak ada kampanye maupun proses panjang sebagaimana pemilihan pemimpin negara pada masa modern saat ini.
Meski demikian, keputusan tersebut menjadi tonggak penting dalam sejarah Indonesia karena menandai lahirnya pemerintahan pertama setelah bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya.
Perintah Pertama Bung Karno: Sate 50 Tusuk
Menariknya, setelah resmi menjadi Presiden Republik Indonesia, Bung Karno tidak langsung memberikan instruksi kenegaraan yang besar. Dalam perjalanan pulang setelah sidang PPKI, ia justru bertemu dengan seorang pedagang sate yang berjalan tanpa alas kaki.
Saat itulah Bung Karno mengeluarkan perintah pertamanya sebagai presiden. Perintah tersebut ternyata sangat sederhana, yakni memesan sate sebanyak 50 tusuk.
Menurut kisah yang diceritakan dalam buku tersebut, Bung Karno kemudian menikmati sate itu dengan santai. Ia bahkan disebut duduk jongkok di dekat trotoar dan tempat sampah sambil menyantap hidangan tersebut dengan lahap.
Bagi Bung Karno, momen sederhana itu menjadi cara unik untuk merayakan terpilihnya dirinya sebagai Presiden pertama Republik Indonesia. Kesederhanaan tersebut menunjukkan bahwa meskipun telah menjadi kepala negara, ia tetap dekat dengan kehidupan rakyat biasa.
Reaksi Fatmawati Saat Mendengar Kabar Bersejarah
Setelah pulang ke rumah, Bung Karno segera menyampaikan kabar penting kepada istrinya, Fatmawati. Dengan penuh kebanggaan, ia mengatakan bahwa dirinya telah dipilih oleh rakyat untuk menjadi Presiden Republik Indonesia.
Namun di luar dugaan, Fatmawati tidak menunjukkan ekspresi terkejut. Ia justru menanggapi kabar tersebut dengan tenang.
Menurut cerita yang disampaikan Fatmawati, ayahnya pernah menyampaikan sebuah firasat sebelum meninggal dunia. Sang ayah meyakini bahwa suatu hari putrinya akan tinggal di sebuah istana besar berwarna putih.
Ucapan tersebut disampaikan beberapa bulan sebelum Indonesia merdeka. Karena itulah Fatmawati menganggap terpilihnya Bung Karno sebagai presiden bukanlah sesuatu yang benar-benar mengejutkan baginya.
Tokoh Penting di Balik Lahirnya Indonesia
Sejak 18 Agustus 1945, Bung Karno resmi memimpin Indonesia sebagai Presiden pertama Republik Indonesia. Ia menjadi salah satu tokoh utama yang meletakkan fondasi negara, termasuk menggagas konsep Pancasila sebagai dasar negara.
Peran Bung Karno dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan bangsa menjadikannya salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah Indonesia. Di balik kepemimpinannya yang besar, kisah sederhana tentang perintah pertama membeli 50 tusuk sate menjadi cerita menarik yang menunjukkan sisi humanis seorang presiden yang lahir dari rakyat dan selalu dekat dengan rakyat.
Editor : Novica Satya Nadianti