RADAR TULUNGAGUNG - Pemerintah terus mempercepat peningkatan mutu pendidikan nasional melalui program revitalisasi sekolah yang menjadi salah satu prioritas utama Presiden.
Tahun 2026, sebanyak 71.744 satuan pendidikan di seluruh Indonesia ditargetkan mendapatkan revitalisasi dengan dukungan anggaran dan pelaksanaan yang melibatkan masyarakat setempat.
Program revitalisasi sekolah menjadi langkah besar pemerintah dalam memperbaiki sarana pendidikan yang selama puluhan tahun belum tersentuh pembangunan secara menyeluruh.
Dalam laporan kepada Presiden, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah menyampaikan bahwa revitalisasi sekolah tahun sebelumnya telah rampung 100 persen untuk 16.167 satuan pendidikan.
Tahun ini, pemerintah memperoleh dukungan anggaran sebesar Rp14 triliun yang dialokasikan untuk 11.744 sekolah.
Selain itu, terdapat tambahan target sekitar 60 ribu satuan pendidikan sehingga total sekolah yang akan direvitalisasi mencapai 71.744 unit.
Program revitalisasi sekolah mencakup seluruh jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas.
Pemerintah menilai program ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat daerah.
Serap 1,1 Juta Tenaga Kerja
Pembangunan dilakukan menggunakan sistem swakelola yang memberikan kewenangan kepada masing-masing satuan pendidikan untuk mengelola pelaksanaan revitalisasi.
Dengan mekanisme tersebut, pemerintah memperkirakan akan terjadi penyerapan tenaga kerja dalam jumlah besar di berbagai daerah. Sedikitnya 1,1 juta orang diperkirakan terlibat dalam pekerjaan revitalisasi sekolah dengan masa kerja antara tiga hingga delapan bulan.
Sebagian proyek yang masuk dalam tahap awal bahkan telah berjalan sekitar 70 persen dan diproyeksikan selesai pada Juli hingga Agustus 2026 sehingga dapat digunakan pada tahun ajaran baru 2026/2027.
Bangun 100 Sekolah Nasional Terintegrasi
Selain revitalisasi sekolah, pemerintah juga menyiapkan pembangunan 100 Sekolah Nasional Terintegrasi yang dirancang sebagai sekolah unggulan tanpa sistem asrama.
Saat ini usulan sekolah dari berbagai daerah telah masuk dan sedang melalui proses seleksi. Pemerintah berencana membuka beberapa sekolah percontohan di fasilitas milik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, termasuk satu lokasi di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Program tersebut diharapkan menjadi model pendidikan unggul yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran secara merata di seluruh Indonesia.
Kesejahteraan Guru dan MBG Tetap Berjalan
Di sisi lain, pemerintah tetap melanjutkan program peningkatan kesejahteraan guru. Tunjangan guru non ASN naik dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan, sedangkan guru ASN menerima tunjangan setara gaji pokok.
Penyaluran tunjangan kini dilakukan langsung ke rekening guru setiap bulan guna mempercepat proses pencairan dan mengurangi hambatan birokrasi.
Pemerintah juga memperluas program beasiswa bagi guru yang belum memiliki kualifikasi D4 atau S1. Sebanyak 150 ribu guru ditargetkan menerima bantuan pendidikan sebesar Rp3 juta per semester.
Sementara itu, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus diperluas. Hingga 10 Juni 2026, sebanyak 80,7 persen peserta didik telah menerima manfaat program tersebut. Sejumlah penelitian menunjukkan MBG mampu meningkatkan motivasi belajar, kehadiran siswa di sekolah, serta prestasi akademik mereka.
Dengan berbagai program tersebut, pemerintah berharap kualitas pendidikan Indonesia dapat meningkat secara merata sekaligus memperkuat kesejahteraan guru sebagai ujung tombak pendidikan nasional.
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan