RADAR TULUNGAGUNG - Kabar baik datang bagi para guru penerima Tunjangan Profesi Guru (TPG).
Memasuki pertengahan Juni 2026, proses pencairan TPG Juni mulai menunjukkan perkembangan positif setelah adanya pemeliharaan atau maintenance pada sistem Info GTK.
Informasi ini menjadi angin segar bagi guru ASN bersertifikasi yang selama beberapa waktu terakhir menantikan kepastian pencairan TPG Juni 2026, termasuk tambahan TPG dalam komponen THR dan gaji ke-13.
Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam kanal Guru Abad 21, maintenance pada sistem Info GTK menjadi sinyal bahwa proses penarikan dan sinkronisasi data sedang berlangsung.
Jika sesuai jadwal, hasil validasi data diperkirakan mulai terlihat dalam beberapa hari ke depan.
TPG Juni 2026 Masuki Tahap Validasi Data
Dalam penjelasannya, proses maintenance Info GTK biasanya menjadi tahapan awal sebelum muncul hasil validasi penerima tunjangan.
Namun demikian, perubahan pertama yang muncul belum tentu langsung terkait TPG Juni 2026. Sistem biasanya lebih dulu menyelesaikan berbagai kendala validasi yang masih dialami sebagian guru pada periode sebelumnya.
Meski begitu, proses tersebut dianggap sebagai perkembangan positif karena menunjukkan bahwa pengolahan data sudah berjalan sesuai tahapan.
Admin Info GTK sebelumnya juga disebut telah menyampaikan bahwa proses penarikan data bulan Juni sedang berlangsung. Hasilnya diperkirakan dapat dilihat sekitar tujuh hari setelah proses dimulai.
Dengan demikian, para guru diharapkan terus memantau akun Info GTK masing-masing untuk mengetahui status validasi dan kelengkapan data yang menjadi syarat pencairan tunjangan.
DPR Soroti Penyaluran TPG dalam THR dan Gaji 13
Selain perkembangan pencairan TPG bulanan, perhatian juga tertuju pada pembayaran tambahan TPG yang masuk dalam komponen THR dan gaji ke-13 guru ASN bersertifikasi.
Dalam rapat kerja bersama Kementerian Pendidikan, anggota DPR RI menyoroti mekanisme penyaluran dana tersebut yang selama ini masih melalui pemerintah daerah.
Menurut anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Gerindra, terdapat sejumlah persoalan yang kerap muncul dalam proses distribusi TPG THR dan gaji ke-13 melalui pemerintah daerah.
Beberapa daerah disebut mengalami kendala administrasi sehingga dana tidak dapat diterima secara optimal. Selain itu, terdapat laporan bahwa dana yang telah masuk ke pemerintah daerah tidak segera disalurkan kepada guru penerima.
Kondisi tersebut menimbulkan berbagai keluhan dari guru di sejumlah wilayah.
Usulan Dana Langsung Ditransfer ke Rekening Guru
Melihat berbagai kendala tersebut, DPR RI mengusulkan agar mekanisme penyaluran TPG dalam THR dan gaji ke-13 mengikuti pola pembayaran TPG bulanan yang saat ini sudah ditransfer langsung dari pemerintah pusat kepada guru.
Usulan tersebut dinilai dapat mempercepat proses pencairan sekaligus meminimalkan hambatan birokrasi di tingkat daerah.
Jika diterapkan, guru tidak lagi harus menunggu proses administrasi berlapis yang selama ini menjadi salah satu penyebab keterlambatan pencairan.
Selain membahas TPG, rapat tersebut juga menyoroti persoalan distribusi guru nasional, terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Pemerintah Diminta Siapkan Solusi Jangka Panjang
DPR juga meminta pemerintah menyusun blueprint pendidikan hingga tahun 2029 untuk mengatasi berbagai persoalan tenaga pendidik.
Masalah yang menjadi perhatian meliputi kekurangan guru di sejumlah daerah, ketimpangan distribusi tenaga pendidik, serta penyelesaian status guru non-ASN yang masih cukup besar jumlahnya.
Pemerintah diharapkan dapat menghadirkan perencanaan yang lebih matang agar tidak terjadi lagi kekosongan guru maupun penumpukan tenaga pendidik di wilayah tertentu.
Bagi para guru penerima sertifikasi, fokus utama saat ini tetap tertuju pada perkembangan validasi Info GTK dan kepastian pencairan TPG Juni 2026. Jika proses berjalan lancar, hasil validasi diperkirakan mulai terlihat dalam waktu dekat dan menjadi langkah awal menuju pencairan tunjangan yang ditunggu-tunggu.
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan