Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Prabowo Ungkap Indonesia Jadi Negara Tujuan Pembelian Beras Dunia, Soroti Swasembada Pangan dan Dana Kekayaan Negara Rp16.000 Triliun

Fadhilah Salsa Bella • Selasa, 16 Juni 2026 | 17:36 WIB
Prabowo ungkap banyak negara ingin membeli beras Indonesia dan soroti capaian swasembada pangan serta dana kekayaan negara (Pinterest).
Prabowo ungkap banyak negara ingin membeli beras Indonesia dan soroti capaian swasembada pangan serta dana kekayaan negara (Pinterest).

RADAR TULUNGAGUNG – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya ketahanan pangan sebagai fondasi utama kedaulatan bangsa. Dalam sebuah pidato yang membahas capaian sektor pertanian dan pangan nasional, Prabowo menyebut Indonesia kini berada dalam posisi yang lebih kuat dibanding sejumlah negara lain dalam menghadapi tantangan global.

Menurut Prabowo, keberhasilan Indonesia dalam memperkuat sektor pangan tidak terlepas dari kerja keras pemerintah, khususnya di bawah kepemimpinan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Ia mengaku terkesan dengan kemampuan dan pengalaman Amran yang berasal dari keluarga petani serta memahami persoalan pertanian secara langsung.

“Pangan adalah masalah hidup dan mati suatu bangsa,” tegas Prabowo saat menjelaskan alasan pemerintah memberikan perhatian besar terhadap sektor pertanian dan produksi pangan nasional.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa pemerintah tidak memandang pangan hanya sebagai komoditas ekonomi, melainkan sebagai faktor strategis yang menentukan keberlangsungan suatu negara.

Baca Juga: Jadwal Pencairan Sertifikasi Guru Juni 2026 Mulai Terungkap, SKTP Segera Terbit Usai Maintenance Info GTK, TPG Diprediksi Cair Pekan Depan

Swasembada Pangan Jadi Prioritas Nasional

Prabowo mengungkapkan bahwa pemerintah terus mendorong percepatan swasembada pangan. Bahkan, target yang sebelumnya diperkirakan membutuhkan waktu hingga empat tahun disebut dapat dicapai lebih cepat berkat berbagai langkah strategis yang dilakukan pemerintah.

Menurutnya, pengalaman sebagai mantan prajurit membuat dirinya memahami betapa pentingnya ketersediaan pangan. Dalam operasi militer, kata Prabowo, pasukan tidak hanya membutuhkan perlengkapan tempur, tetapi juga pasokan makanan yang cukup.

Ia juga mengingatkan bahwa dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, petani memiliki peran besar karena menjadi pihak yang menyediakan kebutuhan pangan bagi para pejuang dan tentara.

Karena itu, pemerintah berkomitmen menjaga produksi pangan nasional agar Indonesia tidak bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Banyak Negara Mulai Melirik Beras Indonesia

Salah satu capaian yang disoroti Presiden adalah meningkatnya posisi Indonesia dalam sektor pangan global. Ia menyebut saat ini sejumlah negara mulai datang untuk membeli beras dari Indonesia.

Menurut Prabowo, kondisi tersebut menunjukkan bahwa Indonesia berada dalam posisi yang lebih siap menghadapi gejolak global dibanding beberapa negara lain yang masih menghadapi persoalan pasokan pangan.

Situasi semakin menarik setelah beberapa negara produsen besar mengambil langkah pembatasan ekspor komoditas pangan. Dalam pidatonya, Prabowo menyebut India menghentikan ekspor sejumlah komoditas pangan strategis sehingga memengaruhi pasokan global.

Akibat kondisi tersebut, sejumlah negara disebut mulai mencari alternatif sumber pasokan, termasuk dari Indonesia.

Meski demikian, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tetap memprioritaskan kebutuhan dalam negeri sebelum melakukan penjualan ke luar negeri. Ia meminta agar kepentingan petani Indonesia tetap menjadi perhatian utama dalam setiap kebijakan ekspor pangan.

Baca Juga: Rapel Gaji Pensiunan ASN Cair 16 Juni 2026? Taspen Beri Klarifikasi Resmi, PNS, TNI, Polri dan Janda Duda Pensiun Wajib Tahu Faktanya

Klaim Capaian Ekonomi dan Lapangan Kerja

Selain membahas sektor pangan, Presiden juga menyinggung berbagai capaian ekonomi yang menurutnya berhasil diraih pemerintah dalam beberapa waktu terakhir.

Ia menyebut keberhasilan menjaga stabilitas harga pangan telah berkontribusi terhadap penciptaan jutaan lapangan kerja baru. Pemerintah juga terus memperkuat berbagai program ekonomi guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Prabowo menilai keberhasilan tersebut perlu disampaikan kepada publik agar masyarakat mengetahui berbagai perkembangan positif yang sedang terjadi.

“Bukan mengiklankan kebohongan, tetapi menyampaikan kebenaran,” ujarnya.

Dana Kekayaan Negara Diklaim Masuk Lima Besar Dunia

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyoroti perkembangan dana kekayaan negara atau sovereign wealth fund Indonesia. Ia mengungkapkan bahwa aset yang saat ini dikelola telah mencapai sekitar 1.000 miliar dolar AS atau setara lebih dari Rp16.000 triliun.

Menurutnya, capaian tersebut menempatkan Indonesia di jajaran lima besar dana kekayaan negara terbesar di dunia, mengungguli sejumlah negara yang selama ini dikenal memiliki dana investasi besar seperti Qatar, Arab Saudi, dan Singapura.

Prabowo menilai perkembangan tersebut menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang semakin kuat dan mampu bersaing di tingkat global.

Dengan kombinasi capaian swasembada pangan, peningkatan produksi pertanian, serta penguatan aset negara, pemerintah optimistis Indonesia akan semakin siap menghadapi berbagai tantangan ekonomi dan geopolitik di masa mendatang.

Baca Juga: Sertifikasi Guru Juni 2026 Terancam Molor Jika Data Masih Oranye, Guru Diminta Cek Info GTK dan Status SKTP Sekarang Juga

Editor : Fadhilah Salsa Bella
#Andi Amran Sulaiman #Beras Indonesia #Dana Kekayaan Negara #swasembada pangan #Prabowo Subianto