Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Harga BBM Non Subsidi Berpotensi Naik, Pemerintah Pastikan Pertalite dan Solar Tetap Aman

M. Helmi Nurhisam • Kamis, 18 Juni 2026 | 16:15 WIB
Harga BBM non subsidi berpotensi berubah mengikuti minyak dunia, sementara BBM subsidi tetap dijaga pemerintah.(pinterest)
Harga BBM non subsidi berpotensi berubah mengikuti minyak dunia, sementara BBM subsidi tetap dijaga pemerintah.(pinterest)

Radar Tulungagung - Harga BBM non subsidi menjadi perhatian masyarakat setelah pemerintah menyampaikan bahwa penyesuaian harga masih sangat mungkin terjadi mengikuti pergerakan harga minyak dunia. Kebijakan tersebut dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap harga keekonomian sekaligus menjaga keberlanjutan pasokan energi nasional.

Pemerintah menjelaskan bahwa harga BBM non subsidi tidak bersifat tetap karena mengikuti kondisi pasar global. Jika harga minyak dunia mengalami penurunan, maka harga BBM non subsidi juga berpeluang turun. Namun, apabila harga minyak dunia kembali meningkat, penyesuaian harga menjadi langkah yang tidak dapat dihindari.

Sementara itu, untuk BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar, pemerintah memastikan harga tetap dijaga agar masyarakat, terutama kelompok rentan, tidak semakin terbebani oleh tekanan ekonomi.

Baca Juga: Tak Sekadar Ujian, Mahasiswa PGSD Universitas Bhinneka PGRI Tulungagung Tampilkan Karya dan Kreativitas

Harga BBM Non Subsidi Mengikuti Harga Minyak Dunia

Penyesuaian harga BBM non subsidi berkaitan erat dengan dinamika energi global. Perubahan harga minyak mentah dunia dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kondisi geopolitik, permintaan energi, hingga stabilitas ekonomi internasional.

Pemerintah menyebut mekanisme tersebut merupakan bagian dari sistem harga yang mengikuti perkembangan pasar. Dengan begitu, harga bahan bakar dapat bergerak naik maupun turun sesuai kondisi global.

Kenaikan harga BBM non subsidi biasanya berdampak pada sejumlah sektor. Biaya transportasi, distribusi barang, hingga harga kebutuhan pokok dapat ikut terpengaruh apabila terjadi peningkatan biaya energi.

Meski demikian, pemerintah menegaskan BBM subsidi tetap menjadi instrumen perlindungan masyarakat agar kenaikan harga energi tidak langsung menekan daya beli.

Baca Juga: Dari Kegelisahan Pribadi, Ayu Kartika Putri Bangun Blog untuk Suarakan Isu Perempuan dan Keadilan Gender

Aksi Mahasiswa Soroti Kondisi Ekonomi

Di tengah pembahasan mengenai energi, sejumlah aksi unjuk rasa mahasiswa juga terjadi di berbagai daerah. Massa menyampaikan kritik terkait kondisi ekonomi nasional, kebijakan pemerintah, hingga tuntutan perbaikan kesejahteraan masyarakat.

Di Makassar, Sulawesi Selatan, aksi Aliansi Pedagang Kaki Lima berlangsung di depan kantor DPRD Kota Makassar. Massa menolak rencana penggusuran PKL di kawasan wisata Benteng Fort Rotterdam.

Para pedagang meminta DPRD segera menggelar rapat dengar pendapat untuk membahas nasib pedagang yang telah berjualan selama puluhan tahun.

Aksi tersebut sempat memanas ketika massa berusaha masuk ke area kantor DPRD dan terjadi aksi saling dorong dengan petugas Satpol PP.

Sementara itu, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Sulawesi Tenggara juga menggelar aksi di depan DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara. Mereka membawa sejumlah tuntutan terkait kondisi ekonomi dan evaluasi program pemerintah.

Tuntutan Perbaikan Ekonomi di Sejumlah Daerah

Gelombang aksi mahasiswa juga terjadi di Jawa Timur dan Jawa Barat. Massa menyoroti persoalan ekonomi yang dinilai semakin berat bagi masyarakat.

Di Surabaya, ratusan mahasiswa menyampaikan aspirasi terkait kebijakan ekonomi pemerintah. Mereka meminta adanya langkah nyata untuk memperbaiki kondisi ekonomi masyarakat.

Hal serupa terjadi di Yogyakarta. Ratusan mahasiswa dari sejumlah kampus menggelar aksi di kawasan Titik Nol Kilometer. Salah satu tuntutan utama adalah meminta pemerintah menekan harga kebutuhan pangan agar lebih terjangkau.

Selain isu ekonomi, aksi mahasiswa juga menyoroti kebijakan fiskal dan berbagai program strategis nasional.

Kebakaran Terjadi di Makassar dan Jakarta

Selain isu ekonomi, sejumlah peristiwa kebakaran juga terjadi di beberapa wilayah.

Di Makassar, Sulawesi Selatan, sekitar 10 rumah di kawasan permukiman padat penduduk ludes terbakar. Api diduga berasal dari korsleting listrik di salah satu rumah warga.

Petugas pemadam kebakaran mengerahkan belasan armada untuk memadamkan api. Kondisi jalan sempit membuat proses pemadaman berlangsung cukup sulit.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun sejumlah warga harus kehilangan tempat tinggal dan harta benda.

Sementara itu, kebakaran juga terjadi pada sebuah gedung yang sedang dalam proses pembangunan di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Api diduga muncul akibat percikan saat proses pengelasan.

Petugas berhasil mengendalikan api dan tidak ditemukan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

 

Editor : M. Helmi Nurhisam
#BBM subsidi #Kondisi Ekonomi Indonesia #pertalite #harga minyak dunia #harga BBM non subsidi