Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Harga BBM Non Subsidi Bisa Naik Lagi? Pemerintah Ungkap Faktor Penentu Harga Bahan Bakar

M. Helmi Nurhisam • Kamis, 18 Juni 2026 | 16:20 WIB
Harga BBM non subsidi masih berpeluang berubah mengikuti minyak dunia. Simak penjelasan pemerintah soal energi nasional.(Pinterest)
Harga BBM non subsidi masih berpeluang berubah mengikuti minyak dunia. Simak penjelasan pemerintah soal energi nasional.(Pinterest)

Radar Tulungagung - Masyarakat kembali menyoroti kemungkinan perubahan harga BBM non subsidi setelah pemerintah menyatakan bahwa harga bahan bakar jenis tersebut masih dapat mengalami penyesuaian. Perubahan harga akan sangat bergantung pada pergerakan harga minyak dunia dan kondisi pasar energi global.

Pemerintah menjelaskan bahwa harga BBM non subsidi mengikuti mekanisme harga keekonomian. Artinya, apabila harga minyak dunia mengalami penurunan, maka harga BBM non subsidi berpotensi ikut turun. Sebaliknya, jika harga minyak kembali naik, penyesuaian harga menjadi hal yang sulit dihindari.

Kebijakan ini berbeda dengan BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar. Pemerintah memastikan harga BBM subsidi tetap dijaga agar masyarakat yang membutuhkan tetap mendapatkan akses energi dengan harga terjangkau.

Baca Juga: Tak Sekadar Ujian, Mahasiswa PGSD Universitas Bhinneka PGRI Tulungagung Tampilkan Karya dan Kreativitas

Harga Energi Dipengaruhi Kondisi Global

Pergerakan harga minyak dunia menjadi salah satu faktor utama dalam menentukan harga bahan bakar. Perubahan geopolitik, produksi minyak internasional, hingga permintaan energi global dapat memengaruhi harga minyak mentah.

Kenaikan harga minyak dunia biasanya memberikan tekanan terhadap biaya distribusi dan produksi. Dampaknya dapat terasa pada sektor transportasi, industri, hingga harga barang kebutuhan sehari-hari.

Karena itu, pemerintah menilai penyesuaian harga BBM non subsidi merupakan langkah yang diperlukan untuk menjaga kestabilan pasokan energi nasional.

Namun, kebijakan tersebut juga menjadi perhatian masyarakat karena kenaikan harga bahan bakar sering dikaitkan dengan meningkatnya biaya hidup.

Baca Juga: Dari Kegelisahan Pribadi, Ayu Kartika Putri Bangun Blog untuk Suarakan Isu Perempuan dan Keadilan Gender

Pemerintah Pastikan BBM Subsidi Tetap Dilindungi

Berbeda dengan BBM non subsidi yang mengikuti harga pasar, pemerintah menyebut BBM subsidi masih menjadi bagian dari kebijakan perlindungan sosial.

Pertalite dan Solar tetap dipertahankan agar masyarakat berpenghasilan rendah dan sektor yang membutuhkan tetap dapat memperoleh bahan bakar dengan harga yang lebih terkendali.

Pemerintah berharap kebijakan subsidi energi dapat membantu menjaga daya beli masyarakat di tengah berbagai tekanan ekonomi.

Meski demikian, efektivitas subsidi tetap menjadi pembahasan karena pemerintah perlu memastikan bantuan energi tepat sasaran.

Mahasiswa Soroti Kondisi Ekonomi Nasional

Di tengah isu energi, sejumlah kelompok mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di berbagai daerah. Mereka menyampaikan kritik terkait kondisi ekonomi dan meminta pemerintah melakukan evaluasi kebijakan.

Di Makassar, Sulawesi Selatan, aksi pedagang kaki lima bersama mahasiswa berlangsung di depan kantor DPRD Kota Makassar. Mereka meminta adanya rapat dengar pendapat terkait rencana penggusuran pedagang di kawasan wisata Benteng Fort Rotterdam.

Pedagang menyebut aktivitas jual beli di kawasan tersebut telah menjadi sumber penghasilan masyarakat selama puluhan tahun.

Situasi sempat memanas ketika massa mencoba memasuki area kantor DPRD dan terjadi aksi dorong dengan petugas keamanan.

Selain Makassar, aksi mahasiswa juga berlangsung di sejumlah wilayah seperti Sulawesi Tenggara, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Yogyakarta.

Para mahasiswa membawa berbagai tuntutan, mulai dari perbaikan kondisi ekonomi, pengendalian harga pangan, hingga evaluasi kebijakan pemerintah.

Harga Bahan Pokok Jadi Perhatian

Dalam beberapa aksi, mahasiswa juga menyoroti persoalan kenaikan harga kebutuhan pokok. Mereka meminta pemerintah mengambil langkah agar tekanan ekonomi tidak semakin dirasakan masyarakat kecil.

Kondisi ekonomi menjadi salah satu isu utama karena perubahan harga energi dapat memberikan efek domino terhadap berbagai sektor.

Ketika biaya bahan bakar meningkat, biaya pengiriman barang dan operasional usaha juga berpotensi naik.

Kebakaran Melanda Sejumlah Wilayah

Selain isu ekonomi, sejumlah peristiwa kebakaran terjadi di beberapa daerah.

Di Makassar, kebakaran melanda kawasan permukiman padat penduduk dan menyebabkan sekitar 10 rumah terbakar. Api diduga berasal dari korsleting listrik.

Petugas pemadam kebakaran mengerahkan sejumlah armada untuk mengendalikan api. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Sementara itu, kebakaran juga terjadi pada gedung yang sedang dibangun di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Api diduga berasal dari percikan saat proses pengelasan.

Petugas berhasil memadamkan api dan memastikan tidak ada korban jiwa.

 

Editor : M. Helmi Nurhisam
#BBM subsidi #pertalite #ekonomi nasional #harga minyak dunia #harga BBM non subsidi