Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Harga BBM Non Subsidi Berpotensi Turun Usai Harga Minyak Dunia Anjlok, Ini Penjelasan Kementerian ESDM

M. Helmi Nurhisam • Kamis, 18 Juni 2026 | 16:35 WIB
Harga BBM non subsidi berpotensi turun setelah harga minyak dunia anjlok. Simak penjelasan Kementerian ESDM terbaru.(Pinterest)
Harga BBM non subsidi berpotensi turun setelah harga minyak dunia anjlok. Simak penjelasan Kementerian ESDM terbaru.(Pinterest)

Radar Tulungagung - Harga BBM non subsidi berpotensi mengalami penyesuaian setelah harga minyak mentah dunia terus mengalami penurunan. Kondisi ini terjadi setelah adanya perkembangan hubungan Amerika Serikat dan Iran yang membuka peluang stabilitas pasokan energi global.

Penurunan harga minyak dunia terjadi setelah diumumkannya finalisasi nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Amerika Serikat dan Iran. Selain itu, rencana pembukaan kembali jalur perdagangan energi melalui Selat Hormuz turut menjadi faktor yang memengaruhi pasar minyak global.

Pada 17 Juni 2026, harga minyak mentah dunia turun mendekati level 75 dolar Amerika Serikat per barel. Berdasarkan data pasar, harga minyak Brent tercatat berada di kisaran 79 dolar AS per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) turun ke sekitar 76 dolar AS per barel.

Penurunan tersebut menjadi pelemahan dalam lima sesi perdagangan berturut-turut. Harga minyak bahkan menyentuh level terendah sejak awal Maret 2026 atau periode awal meningkatnya konflik Amerika Serikat dan Israel dengan Iran.

Baca Juga: Tak Sekadar Ujian, Mahasiswa PGSD Universitas Bhinneka PGRI Tulungagung Tampilkan Karya dan Kreativitas

Harga BBM Non Subsidi Mengikuti Harga Minyak Dunia

Turunnya harga minyak dunia membuat publik mempertanyakan kemungkinan penurunan harga BBM non subsidi, termasuk Pertamax. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pun memberikan penjelasan mengenai mekanisme penyesuaian harga tersebut.

Juru bicara Kementerian ESDM menyatakan bahwa harga BBM non subsidi mengikuti mekanisme harga keekonomian. Artinya, perubahan harga minyak mentah dunia dapat memengaruhi biaya pengadaan bahan bakar.

Jika harga minyak global terus menurun, maka harga BBM non subsidi berpotensi mengalami penyesuaian ke bawah. Sebaliknya, apabila harga minyak dunia kembali naik, harga BBM non subsidi juga dapat meningkat mengikuti kondisi pasar.

“Minyak mentah dunia berapa harganya, apakah naik atau turun, BBM non subsidi mengikuti sesuai dengan harga keekonomiannya,” ujar perwakilan Kementerian ESDM.

Menurut Kementerian ESDM, mekanisme tersebut penting untuk menjaga keberlangsungan pasokan energi nasional. Pelaku usaha harus memastikan biaya pengadaan tetap seimbang agar distribusi bahan bakar berjalan dengan baik.

Baca Juga: Dari Kegelisahan Pribadi, Ayu Kartika Putri Bangun Blog untuk Suarakan Isu Perempuan dan Keadilan Gender

Penurunan Harga Masih Menunggu Kondisi Pasar Stabil

Meski terdapat peluang penurunan harga BBM non subsidi, pemerintah tetap mempertimbangkan berbagai faktor sebelum melakukan perubahan harga.

Aturan terkait harga BBM non subsidi juga mengacu pada regulasi yang berlaku, termasuk ketentuan dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 245 Tahun 2022 yang mengatur formula harga bahan bakar tertentu.

Kementerian ESDM menegaskan bahwa penyesuaian harga tidak hanya melihat satu indikator, tetapi juga mempertimbangkan kondisi pasar energi global secara menyeluruh.

Pasalnya, harga minyak dunia masih berada dalam kondisi yang dinamis akibat pengaruh geopolitik internasional, termasuk perkembangan hubungan negara-negara penghasil energi.

DPR Minta Pemerintah Tidak Terburu-Buru

Sementara itu, Komisi XII DPR RI turut memberikan perhatian terhadap peluang turunnya harga Pertamax dan BBM non subsidi lainnya.

DPR menilai penyesuaian harga memang perlu dipertimbangkan karena harga minyak dunia mengalami penurunan cukup signifikan. Namun pemerintah diminta tetap berhati-hati karena kondisi pasar energi global masih sangat fluktuatif.

Anggota Komisi XII DPR menyebut harga BBM non subsidi sangat berkaitan dengan harga minyak mentah sebagai bahan baku utama. Karena itu, perubahan harga minyak dunia secara langsung akan memberikan dampak terhadap harga jual bahan bakar.

Menurut DPR, pemerintah perlu memastikan setiap keputusan dilakukan berdasarkan perhitungan matang agar tidak mengganggu stabilitas energi nasional.

Dengan tren penurunan harga minyak dunia yang terjadi saat ini, masyarakat masih menunggu keputusan pemerintah terkait kemungkinan turunnya harga Pertamax dan jenis BBM non subsidi lainnya.

Jika harga minyak global terus melemah dan kondisi pasar semakin stabil, peluang penyesuaian harga BBM non subsidi menjadi semakin terbuka.

 

Editor : M. Helmi Nurhisam
#Minyak mentah dunia #harga minyak dunia #pertamax #harga BBM non subsidi #kementerian esdm