RADAR TULUNGAGUNG – Sensus Ekonomi 2026 resmi mulai dicanangkan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Badan Pusat Statistik (BPS) mengerahkan sebanyak 4.082 petugas sensus untuk melakukan pendataan berbagai aktivitas usaha masyarakat guna menghasilkan data ekonomi yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pemerintah.
Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 digelar di Teras Malioboro 1, Kota Yogyakarta, Kamis (22/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, BPS mengajak masyarakat untuk menerima kehadiran petugas sensus serta memberikan informasi yang jujur dan sesuai kondisi sebenarnya.
Wakil Kepala BPS RI, Sony Hari Budi Tomo Harmadi, menegaskan bahwa keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 sangat bergantung pada partisipasi masyarakat. Menurutnya, data yang berkualitas akan menghasilkan kebijakan yang berkualitas pula.
“Keputusan yang berkualitas berawal dari data yang berkualitas. Karena itu masyarakat diharapkan menyampaikan informasi secara jujur agar pemerintah tidak keliru dalam mengambil kebijakan,” ujarnya.
BPS Gunakan Teknologi AI untuk Tingkatkan Akurasi Data
Dalam pelaksanaan sensus kali ini, BPS membekali petugas dengan aplikasi pendataan berbasis teknologi yang terintegrasi dengan Artificial Intelligence (AI). Teknologi tersebut digunakan untuk membantu proses klasifikasi berbagai jenis usaha yang tercatat dalam sensus.
Sony menjelaskan, salah satu aspek terpenting dalam sensus ekonomi adalah penentuan klasifikasi usaha berdasarkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI). Kesalahan dalam menentukan sektor atau subsektor usaha dapat berdampak pada kualitas data nasional.
Menurutnya, setiap jenis usaha harus dikategorikan secara rinci, mulai dari pedagang kecil, usaha rumahan, hingga industri manufaktur dengan berbagai subkategori yang lebih spesifik.
“Semua harus masuk kategori yang tepat. Jangan sampai salah klasifikasi karena akan memengaruhi hasil analisis dan perencanaan pembangunan,” jelasnya.
Penggunaan AI diharapkan mampu mempercepat proses identifikasi sektor usaha sekaligus meminimalkan kesalahan input data yang dilakukan petugas di lapangan.
Pemkot Yogyakarta Minta Warga Bersikap Terbuka
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, turut mengajak seluruh warga untuk mendukung pelaksanaan sensus dengan memberikan data yang benar dan lengkap.
Ia memastikan masyarakat tidak perlu khawatir terkait keamanan informasi yang diberikan kepada petugas sensus. Sebab, seluruh data yang dikumpulkan dijamin kerahasiaannya oleh BPS sesuai ketentuan yang berlaku.
“Data masyarakat dirahasiakan sepenuhnya oleh BPS. Jadi warga tidak perlu khawatir data akan bocor. Data yang tepat akan menghasilkan kebijakan yang tepat pula,” kata Hasto.
Ia menilai sensus ekonomi merupakan kegiatan strategis yang hanya dilaksanakan dalam rentang waktu panjang. Karena itu, momentum tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal agar pemerintah memiliki basis data yang akurat mengenai kondisi ekonomi masyarakat.
Hasto menambahkan bahwa data mikro yang dihimpun dalam sensus akan merekam kondisi usaha secara detail berdasarkan nama dan alamat pelaku usaha sehingga dapat menjadi acuan penting dalam perencanaan pembangunan daerah maupun nasional.
Pendataan Door to Door Hingga Agustus 2026
Pelaksanaan pendataan lapangan dilakukan secara door to door mulai 15 Juni 2026 hingga 31 Agustus 2026. Petugas akan mendatangi berbagai pelaku usaha untuk melakukan pencatatan data ekonomi.
Cakupan Sensus Ekonomi 2026 sangat luas, meliputi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), usaha rumahan, bisnis daring atau online, hingga perusahaan skala besar.
Sejumlah warga Yogyakarta menyambut baik pelaksanaan sensus tersebut. Mereka mengaku siap memberikan informasi yang dibutuhkan secara terbuka dan jujur.
Salah seorang warga menilai sensus ekonomi penting untuk mengetahui perkembangan kondisi perekonomian masyarakat dari waktu ke waktu. Dengan data yang terkumpul secara berkala, pemerintah dapat mengukur pertumbuhan ekonomi sekaligus menyusun program yang lebih tepat sasaran.
Partisipasi aktif masyarakat diharapkan mampu mendukung suksesnya pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Data yang terkumpul nantinya akan menjadi fondasi penting bagi pemerintah dalam merancang berbagai kebijakan ekonomi, pengembangan UMKM, pemberdayaan usaha, hingga strategi pembangunan nasional di masa mendatang.
Baca Juga: Murid Disabilitas Tunanetra di Tulungagung Belajar Nabuh Gamelan dengan Metode Audio Kinestetik
Editor : Fadhilah Salsa Bella