Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Cak Imin Targetkan Kemiskinan Ekstrem 0 Persen pada 2026, Sebanyak 88 Kabupaten dan Kota Jadi Prioritas Pemerintah

Fadhilah Salsa Bella • Senin, 22 Juni 2026 | 12:55 WIB
Kemiskinan ekstrem 0 persen pada 2026 menjadi target pemerintah. Sebanyak 88 kabupaten dan kota ditetapkan sebagai daerah prioritas (Pinterest).
Kemiskinan ekstrem 0 persen pada 2026 menjadi target pemerintah. Sebanyak 88 kabupaten dan kota ditetapkan sebagai daerah prioritas (Pinterest).

RADAR TULUNGAGUNG – Pemerintah menargetkan kemiskinan ekstrem 0 persen pada 2026 melalui berbagai program percepatan pengentasan kemiskinan yang difokuskan di sejumlah daerah prioritas. Untuk mencapai target tersebut, sebanyak 88 kabupaten dan kota di Indonesia ditetapkan sebagai wilayah utama dalam pelaksanaan program pengurangan kemiskinan ekstrem.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, mengatakan pemerintah optimistis target kemiskinan ekstrem 0 persen pada 2026 dapat direalisasikan melalui sinergi berbagai kementerian dan lembaga.

Menurut pria yang akrab disapa Cak Imin itu, penetapan 88 kabupaten dan kota sebagai daerah prioritas bertujuan mempercepat pelaksanaan program-program pemberdayaan masyarakat dan perlindungan sosial di wilayah yang masih memiliki tingkat kemiskinan tinggi.

“Sebanyak 88 kabupaten dan kota akan menjadi konsentrasi kementerian dan lembaga agar target kemiskinan ekstrem 0 persen pada 2026 dapat terwujud,” ujarnya.

Baca Juga: Target Kemiskinan Ekstrem 0 Persen pada 2026, Ini Strategi Pemerintah untuk Mengentaskan 2,38 Juta Penduduk Miskin Ekstrem

88 Daerah Jadi Fokus Pengentasan Kemiskinan

Pemerintah menilai pendekatan berbasis wilayah menjadi langkah penting dalam mempercepat penurunan angka kemiskinan ekstrem. Dengan fokus pada daerah-daerah prioritas, program bantuan dan pemberdayaan dapat dijalankan secara lebih terarah dan efektif.

Berbagai kementerian dan lembaga akan mengoordinasikan program yang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat, mulai dari bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi, peningkatan kualitas pendidikan, hingga penguatan akses kesehatan.

Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat perbaikan kondisi ekonomi masyarakat yang selama ini masuk dalam kategori miskin ekstrem.

Angka Kemiskinan Terus Menurun

Dalam pemaparannya, Cak Imin juga menjelaskan perkembangan tingkat kemiskinan nasional dalam beberapa tahun terakhir.

Pada tahun 2024, angka kemiskinan nasional tercatat berada di level 8,57 persen. Angka tersebut kemudian turun menjadi 8,25 persen pada tahun 2025.

Pemerintah menargetkan tren penurunan itu terus berlanjut dengan sasaran angka kemiskinan nasional mencapai 7,36 persen pada tahun 2026.

Tidak hanya itu, pemerintah juga memiliki target jangka menengah untuk menurunkan tingkat kemiskinan nasional hingga mencapai sekitar 5 persen pada tahun 2029.

Baca Juga: Perpres Perlindungan Pekerja Transportasi Online Resmi Terbit, Prabowo Naikkan Porsi Pendapatan Driver Jadi 92 Persen dan Beri Jaminan Sosial

Presiden Prabowo Siapkan Kebijakan Khusus

Cak Imin mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tengah menyiapkan sejumlah kebijakan khusus guna mempercepat penurunan angka kemiskinan dan kemiskinan ekstrem di Indonesia.

Kebijakan tersebut disebut akan menjadi bagian dari strategi nasional dalam memperkuat perlindungan sosial sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.

Meski belum merinci bentuk program yang akan diluncurkan, Cak Imin memastikan kebijakan tersebut nantinya akan diumumkan langsung oleh Presiden Prabowo.

Pemerintah berharap langkah-langkah baru yang sedang disiapkan dapat memperkuat berbagai program yang telah berjalan sebelumnya, termasuk bantuan sosial, pemberdayaan usaha mikro, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga penciptaan lapangan kerja.

Kemiskinan Ekstrem Ditargetkan Nol Persen

Selain menurunkan angka kemiskinan nasional, pemerintah juga fokus pada penghapusan kemiskinan ekstrem yang masih dialami sebagian masyarakat Indonesia.

Tahun ini, tingkat kemiskinan ekstrem ditargetkan berada di angka 0,38 persen sebelum akhirnya ditekan hingga mencapai nol persen pada akhir 2026.

Target tersebut menjadi bagian dari agenda besar pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mewujudkan pembangunan yang lebih inklusif.

Dengan dukungan program lintas kementerian, pembaruan data sosial ekonomi, serta fokus pada 88 kabupaten dan kota prioritas, pemerintah optimistis target kemiskinan ekstrem 0 persen pada 2026 dapat tercapai sekaligus mempercepat penurunan angka kemiskinan nasional dalam beberapa tahun mendatang.

Baca Juga: 470 Ribu KPM Baru Terima Bansos pada Triwulan II 2026, Kemensos Percepat Pembaruan DTSEN untuk Hapus Kemiskinan Ekstrem

Editor : Fadhilah Salsa Bella
#Kemiskinan Ekstrem 2026 #Kemiskinan Nasional #pengentasan kemiskinan #muhaimin iskandar #Prabowo Subianto