RADAR TULUNGAGUNG – Pemerintah menargetkan kemiskinan ekstrem 0 persen pada 2026 melalui berbagai program percepatan pengentasan kemiskinan yang difokuskan di sejumlah daerah prioritas. Untuk mencapai target tersebut, sebanyak 88 kabupaten dan kota di Indonesia ditetapkan sebagai wilayah utama dalam pelaksanaan program pengurangan kemiskinan ekstrem.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, mengatakan pemerintah optimistis target kemiskinan ekstrem 0 persen pada 2026 dapat direalisasikan melalui sinergi berbagai kementerian dan lembaga.
Menurut pria yang akrab disapa Cak Imin itu, penetapan 88 kabupaten dan kota sebagai daerah prioritas bertujuan mempercepat pelaksanaan program-program pemberdayaan masyarakat dan perlindungan sosial di wilayah yang masih memiliki tingkat kemiskinan tinggi.
“Sebanyak 88 kabupaten dan kota akan menjadi konsentrasi kementerian dan lembaga agar target kemiskinan ekstrem 0 persen pada 2026 dapat terwujud,” ujarnya.
88 Daerah Jadi Fokus Pengentasan Kemiskinan
Pemerintah menilai pendekatan berbasis wilayah menjadi langkah penting dalam mempercepat penurunan angka kemiskinan ekstrem. Dengan fokus pada daerah-daerah prioritas, program bantuan dan pemberdayaan dapat dijalankan secara lebih terarah dan efektif.
Berbagai kementerian dan lembaga akan mengoordinasikan program yang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat, mulai dari bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi, peningkatan kualitas pendidikan, hingga penguatan akses kesehatan.
Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat perbaikan kondisi ekonomi masyarakat yang selama ini masuk dalam kategori miskin ekstrem.
Angka Kemiskinan Terus Menurun
Dalam pemaparannya, Cak Imin juga menjelaskan perkembangan tingkat kemiskinan nasional dalam beberapa tahun terakhir.
Pada tahun 2024, angka kemiskinan nasional tercatat berada di level 8,57 persen. Angka tersebut kemudian turun menjadi 8,25 persen pada tahun 2025.
Pemerintah menargetkan tren penurunan itu terus berlanjut dengan sasaran angka kemiskinan nasional mencapai 7,36 persen pada tahun 2026.
Tidak hanya itu, pemerintah juga memiliki target jangka menengah untuk menurunkan tingkat kemiskinan nasional hingga mencapai sekitar 5 persen pada tahun 2029.
Presiden Prabowo Siapkan Kebijakan Khusus
Cak Imin mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tengah menyiapkan sejumlah kebijakan khusus guna mempercepat penurunan angka kemiskinan dan kemiskinan ekstrem di Indonesia.
Kebijakan tersebut disebut akan menjadi bagian dari strategi nasional dalam memperkuat perlindungan sosial sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.
Meski belum merinci bentuk program yang akan diluncurkan, Cak Imin memastikan kebijakan tersebut nantinya akan diumumkan langsung oleh Presiden Prabowo.
Pemerintah berharap langkah-langkah baru yang sedang disiapkan dapat memperkuat berbagai program yang telah berjalan sebelumnya, termasuk bantuan sosial, pemberdayaan usaha mikro, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga penciptaan lapangan kerja.
Kemiskinan Ekstrem Ditargetkan Nol Persen
Selain menurunkan angka kemiskinan nasional, pemerintah juga fokus pada penghapusan kemiskinan ekstrem yang masih dialami sebagian masyarakat Indonesia.
Tahun ini, tingkat kemiskinan ekstrem ditargetkan berada di angka 0,38 persen sebelum akhirnya ditekan hingga mencapai nol persen pada akhir 2026.
Target tersebut menjadi bagian dari agenda besar pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mewujudkan pembangunan yang lebih inklusif.
Dengan dukungan program lintas kementerian, pembaruan data sosial ekonomi, serta fokus pada 88 kabupaten dan kota prioritas, pemerintah optimistis target kemiskinan ekstrem 0 persen pada 2026 dapat tercapai sekaligus mempercepat penurunan angka kemiskinan nasional dalam beberapa tahun mendatang.
Editor : Fadhilah Salsa Bella