RADAR TULUNGAGUNG – PKH BPNT Tahap 2 kembali menunjukkan progres penyaluran di sejumlah daerah. Memasuki akhir Juni 2026, pemerintah masih melanjutkan proses pencairan bantuan sosial secara bertahap kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM), baik melalui rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) maupun melalui PT Pos Indonesia.
Informasi terbaru menyebutkan, PKH BPNT Tahap 2 kembali cair untuk sejumlah penerima yang menggunakan KKS Bank BRI. Selain itu, penyaluran melalui kantor pos juga masih berlangsung di beberapa wilayah sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Bagi KPM yang hingga kini belum menerima bantuan, pemerintah mengingatkan agar tidak khawatir. Sebab, PKH BPNT Tahap 2 memang disalurkan secara bertahap sesuai proses administrasi dan status pencairan masing-masing penerima di sistem Kementerian Sosial.
Saldo KKS Bank BRI Kembali Bertambah
Berdasarkan laporan terbaru, sejumlah KPM penerima bantuan melalui Bank BRI kembali menerima saldo bantuan sebesar Rp600 ribu untuk BPNT tahap kedua.
Pencairan tersebut menjadi bagian dari penyaluran susulan yang masih dilakukan pemerintah hingga seluruh penerima yang telah memenuhi syarat memperoleh haknya.
Meski demikian, pencairan tidak dilakukan secara bersamaan. Setiap rekening KKS memiliki jadwal pencairan yang berbeda sesuai hasil verifikasi data dan proses administrasi yang berlangsung di sistem.
Baca Juga: SMPN Satap Sendang Tulungagung Baru Dapat 2 Siswa dari Kuota 32, Jadi Salah Satu yang Terendah
Penyaluran Lewat Kantor Pos Masih Berjalan
Selain melalui rekening bank Himbara, pemerintah juga masih menyalurkan bantuan melalui PT Pos Indonesia.
Untuk salah satu wilayah, yakni Kabupaten Sabu Raijua, penyaluran bantuan dijadwalkan berlangsung mulai Senin, 29 Juni 2026 hingga Kamis, 2 Juli 2026.
KPM yang belum menerima surat undangan diminta tetap menunggu informasi dari petugas setempat karena distribusi dilakukan secara bertahap sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Bantuan Beras dan Minyak Goreng Terus Disalurkan
Tak hanya PKH dan BPNT, pemerintah juga masih melanjutkan penyaluran bantuan pangan.
Program bantuan berupa beras sebanyak 20 kilogram yang disertai bantuan minyak goreng disebut masih terus didistribusikan kepada masyarakat secara bertahap.
Program tersebut bahkan direncanakan berlanjut hingga tiga bulan ke depan, yakni selama Juli, Agustus, dan September 2026 sebagai bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat.
Status SI Jadi Penentu Pencairan
Pemerintah kembali mengingatkan bahwa pencairan bantuan sosial tidak dilakukan secara serentak kepada seluruh penerima manfaat.
Setiap KPM memiliki tahapan proses yang berbeda di dalam sistem administrasi. Salah satu indikator penting adalah status transaksi pada Sistem Informasi Cek Bansos (SIKS).
Apabila status bantuan telah mencapai tahap SI, maka bantuan sudah dapat dicairkan. Sebelum status tersebut muncul, saldo bantuan belum akan masuk ke rekening KKS masing-masing penerima.
Karena itu, masyarakat diminta tidak membandingkan pencairan dengan penerima lain. Meski ada KPM yang sudah menerima bantuan hari ini, belum tentu penerima lain dengan bank yang sama juga memperoleh pencairan pada waktu yang bersamaan.
KPM Diminta Bersabar Menunggu Jadwal
Pemerintah memastikan proses penyaluran bansos terus berjalan hingga seluruh penerima yang berhak memperoleh bantuan.
KPM yang belum menerima saldo bantuan diimbau tetap bersabar dan rutin mengecek rekening KKS maupun informasi resmi dari pendamping sosial atau pemerintah daerah.
Dengan mekanisme pencairan bertahap, pemerintah berharap distribusi bantuan dapat berjalan lebih tertib, tepat sasaran, dan mengurangi kendala teknis di lapangan sehingga seluruh bantuan sosial dapat diterima oleh masyarakat yang benar-benar berhak.
Editor : Fadhilah Salsa Bella