JAKARTA, RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menjadi perhatian publik.
Salah satu dapur penyedia MBG yang berada di kawasan Cinere, Kota Depok, memperlihatkan bagaimana ribuan porsi makanan dipersiapkan setiap hari dengan standar kebersihan yang ketat sebelum dikirim ke sekolah-sekolah.
SPPG Cinere menjadi salah satu dapur yang memasok Makan Bergizi Gratis bagi para pelajar di wilayah sekitar. Setiap hari, tim dapur menyiapkan lebih dari 3.000 porsi makanan yang didistribusikan ke sejumlah sekolah dengan menu berbeda agar siswa tidak merasa bosan.
Dalam kunjungan yang dilakukan Kompas.com, terlihat bahwa proses produksi Makan Bergizi Gratis dimulai bahkan sebelum seseorang memasuki area dapur. Seluruh tamu maupun pekerja wajib mengikuti prosedur sanitasi yang telah diterapkan sejak SPPG beroperasi.
Baca Juga: PKH BPNT Tahap 3 Mulai Diproses, Benarkah Cair Agustus? Ini Penjelasan Pendamping
Standar Kebersihan Berlaku Ketat
Sebelum memasuki dapur, setiap orang diwajibkan mengisi buku tamu dan mencuci tangan. Setelah itu, mereka harus berganti alas kaki menggunakan sepatu khusus, mengenakan masker, penutup kepala, serta melepas seluruh aksesori seperti cincin maupun jam tangan.
Kepala SPPG Cinere, Afif Maulana, menjelaskan bahwa prosedur tersebut bertujuan mencegah kontaminasi dari luar. Seluruh pekerja juga diwajibkan mengenakan seragam, apron, hingga alat pelindung diri sebelum mulai bekerja di area produksi.
Langkah tersebut menjadi bagian dari standar operasional prosedur (SOP) yang telah diterapkan sejak dapur mulai beroperasi, bukan hanya ketika menerima kunjungan media.
Bahan Baku Selalu Segar
Setelah lolos pemeriksaan awal, bahan baku terlebih dahulu ditimbang sebagai bagian dari proses quality control. Penimbangan dilakukan untuk memastikan jumlah pesanan sesuai sekaligus memeriksa kualitas bahan makanan yang diterima.
Bahan seperti sayur, buah, daging, dan protein lainnya langsung diproses pada hari yang sama sehingga tidak disimpan hingga keesokan hari. Sementara itu, gudang kering hanya digunakan untuk menyimpan bahan tahan lama seperti beras, minyak goreng, tepung, kecap, dan telur.
Seluruh bahan penyimpanan juga ditempatkan di atas alas khusus agar tidak bersentuhan langsung dengan lantai sehingga terhindar dari risiko kontaminasi maupun serangga.
Proses Memasak hingga Pengemasan
Di area dapur, proses dimulai dengan memotong sayuran, mencucinya hingga bersih, lalu memasaknya sesuai menu yang telah ditentukan.
Setelah matang, makanan tidak langsung dikemas. Tim dapur terlebih dahulu mendinginkannya selama satu hingga dua jam agar tidak menimbulkan uap air di dalam wadah makanan. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kualitas makanan tetap layak dikonsumsi saat tiba di sekolah.
Tahap berikutnya adalah pemorsian. Setiap petugas memiliki tugas khusus, mulai dari mengisi nasi, lauk, sayuran hingga buah. Gramasi makanan juga disesuaikan dengan jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP hingga SMA.
Menu yang disiapkan pada hari tersebut terdiri atas nasi putih, chicken katsu, capcay, susu, dan buah anggur.
Langsung Didistribusikan ke Sekolah
Usai dikemas, makanan disusun dalam wadah khusus sebelum dimasukkan ke mobil distribusi. Seluruh wadah diberi alas sehingga tidak bersentuhan langsung dengan lantai kendaraan.
SPPG Cinere melayani lima sekolah di sekitar kawasan tersebut. Distribusi dilakukan segera setelah proses pengemasan selesai sehingga makanan diterima siswa dalam kondisi masih hangat dan segar.
Salah satu sekolah penerima adalah SMP Negeri 13 Depok yang berjarak sekitar dua kilometer dari dapur produksi.
Siswa Antusias Menunggu Menu Setiap Hari
Program MBG mendapat sambutan positif dari para siswa. Mereka mengaku selalu menantikan menu yang akan datang setiap harinya karena variasi makanan terus berganti.
Beberapa siswa bahkan mengaku pernah mengusulkan menu melalui media sosial SPPG Cinere. Menariknya, usulan seperti dimsum, gyoza hingga chicken katsu sempat direalisasikan dan menjadi salah satu menu favorit.
Selain rasanya yang dinilai enak, para siswa juga percaya komposisi makanan yang diberikan telah disusun sesuai kebutuhan gizi sehingga membantu menunjang aktivitas belajar di sekolah.
Baca Juga: PKH BPNT Tahap 3 Mulai Diproses, Benarkah Cair Agustus? Ini Penjelasan Pendamping
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan