JAKARTA, RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ternyata bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan gizi pelajar, tetapi juga menghadirkan pengalaman baru yang membuat siswa antusias setiap hari.
Hal itu terlihat dari respons para penerima manfaat di kawasan Cinere, Kota Depok.
Sejumlah siswa mengaku selalu menunggu kedatangan Makan Bergizi Gratis karena menu yang disajikan berbeda setiap hari.
Bahkan, beberapa menu favorit seperti dimsum, gyoza, hingga chicken katsu merupakan hasil usulan siswa melalui media sosial.
Antusiasme tersebut menjadi salah satu bukti bahwa Makan Bergizi Gratis tidak hanya memperhatikan aspek nutrisi, tetapi juga berupaya menghadirkan variasi menu yang disukai pelajar tanpa mengabaikan keseimbangan gizi.
Baca Juga: PKH BPNT Tahap 3 Mulai Diproses, Benarkah Cair Agustus? Ini Penjelasan Pendamping
Menu Berubah Setiap Hari
SPPG Cinere menjadi dapur penyedia MBG bagi ribuan pelajar di wilayah Depok. Setiap hari, tim memasak lebih dari 3.000 porsi makanan untuk didistribusikan ke beberapa sekolah dasar, SMP, hingga SMA.
Pada hari kunjungan Kompas.com, menu yang disiapkan terdiri atas nasi putih, chicken katsu, capcay, susu, dan buah anggur.
Variasi menu inilah yang membuat siswa mengaku tidak pernah bosan. Mereka bahkan menganggap menu harian seperti sebuah kejutan karena baru mengetahui isi makanan saat kotak makan dibagikan.
Permintaan Menu Ternyata Didengar
Salah seorang siswi mengaku pernah mengajukan permintaan menu dimsum melalui akun media sosial SPPG Cinere. Tak disangka, beberapa waktu kemudian menu tersebut benar-benar disajikan.
Selain dimsum, gyoza dan chicken katsu juga menjadi menu favorit para pelajar.
Menurut mereka, kebijakan menerima masukan dari siswa membuat program MBG terasa lebih dekat dengan kebutuhan penerima manfaat sekaligus meningkatkan minat untuk menghabiskan makanan yang diberikan.
Tetap Mengutamakan Gizi Seimbang
Meski menghadirkan menu yang disukai siswa, pihak SPPG tetap memastikan seluruh makanan memenuhi standar gizi.
Setiap kotak makan berisi kombinasi karbohidrat, protein, sayuran, buah, serta susu. Porsi makanan juga disesuaikan berdasarkan usia dan jenjang pendidikan sehingga kebutuhan nutrisi masing-masing kelompok dapat terpenuhi.
Siswa pun mengaku yakin bahwa menu yang diterima telah melalui perhitungan ahli gizi sehingga aman dan sesuai kebutuhan mereka.
Dapur Terapkan SOP Ketat
Di balik makanan yang diterima siswa, terdapat proses produksi yang cukup panjang. Semua pekerja wajib mencuci tangan, berganti alas kaki, memakai masker, penutup kepala, hingga melepas aksesori sebelum memasuki dapur.
Bahan baku segar seperti sayuran, buah, dan daging langsung diolah pada hari yang sama tanpa disimpan untuk keesokan harinya. Setelah matang, makanan didinginkan sekitar satu hingga dua jam sebelum dikemas agar kualitasnya tetap terjaga.
Setelah proses pemorsian selesai, makanan langsung dikirim menggunakan mobil distribusi menuju sekolah-sekolah penerima sehingga tetap dalam kondisi segar saat disantap.
Program Disambut Positif
Keberadaan MBG dinilai memberikan pengalaman baru bagi siswa karena tidak hanya membantu pemenuhan gizi, tetapi juga menghadirkan menu yang bervariasi.
Dengan proses produksi yang higienis, distribusi cepat, serta keterlibatan siswa dalam memberikan masukan menu, program ini mendapat respons positif dari para penerima manfaat di kawasan Cinere, Depok.
Baca Juga: PKH BPNT Tahap 3 Mulai Diproses, Benarkah Cair Agustus? Ini Penjelasan Pendamping
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan