Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Intip Dapur Makan Bergizi Gratis di Depok, Begini Proses Disiapkan hingga Sampai ke Siswa

Muhamad Ahsanul Wildan • Kamis, 2 Juli 2026 | 14:55 WIB

Intip proses Makan Bergizi Gratis di Depok, mulai dari dapur higienis, pengemasan hingga distribusi lebih dari 3.000 porsi ke sekolah. (Ilustrasi Gemini AI)

Intip proses Makan Bergizi Gratis di Depok, mulai dari dapur higienis, pengemasan hingga distribusi lebih dari 3.000 porsi ke sekolah. (Ilustrasi Gemini AI)

JAKARTA, RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menjadi perhatian publik.

Salah satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kawasan Cinere, Kota Depok, memperlihatkan secara langsung bagaimana proses penyiapan makanan bergizi dilakukan dengan standar kebersihan yang ketat sebelum didistribusikan kepada ribuan siswa setiap hari.

Dalam kunjungan yang dilakukan Kompas.com, seluruh proses produksi Makan Bergizi Gratis di Depok diawali dengan prosedur sanitasi yang wajib dipatuhi oleh setiap orang yang memasuki area dapur.

Mulai dari mengisi buku tamu, mencuci tangan, hingga mengganti alas kaki dan mengenakan alat pelindung diri (APD) seperti masker, penutup kepala, dan celemek khusus.

Kepala SPPG Cinere, Afif Maulana, menegaskan bahwa seluruh prosedur tersebut bukan sekadar formalitas saat ada kunjungan media, melainkan sudah menjadi standar operasional prosedur (SOP) sejak dapur MBG mulai beroperasi.

Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah potensi kontaminasi dari luar sehingga kualitas makanan tetap terjaga hingga diterima para siswa.

Baca Juga: Intip Dapur Makan Bergizi Gratis di Depok, Begini Proses MBG Disiapkan hingga Sampai ke Siswa

Standar Kebersihan Jadi Prioritas Utama

Afif menjelaskan setiap pekerja diwajibkan melepas seluruh perlengkapan yang dibawa dari luar, termasuk sandal, sepatu, hingga aksesori seperti cincin dan jam tangan. Setelah itu mereka berganti seragam kerja lengkap sebelum memasuki area produksi makanan.

Proses berikutnya dimulai dari pemeriksaan bahan baku. Seluruh bahan yang datang terlebih dahulu ditimbang untuk memastikan jumlah sesuai pesanan sekaligus menjalani pemeriksaan kualitas atau quality control.

Bahan makanan segar seperti sayuran, buah, daging, dan protein lainnya langsung ditempatkan di gudang basah sebelum segera diolah pada hari yang sama. SPPG Cinere menerapkan sistem penggunaan bahan baku segar tanpa menyimpan stok untuk kebutuhan beberapa hari ke depan.

Menurut Afif, penyimpanan hanya dilakukan untuk bahan kering seperti beras, minyak goreng, tepung, kecap, dan telur. Seluruh bahan tersebut juga tidak boleh bersentuhan langsung dengan lantai guna menghindari risiko kontaminasi maupun gangguan serangga.

Menu Berbeda Setiap Hari

Di area dapur, para petugas mulai mempersiapkan menu dengan memotong sayuran, mencucinya hingga bersih, kemudian memasaknya sesuai standar yang telah ditentukan.

Pada hari peliputan, menu Makan Bergizi Gratis terdiri atas nasi putih, chicken katsu, capcay, susu, serta buah anggur. Variasi menu sengaja dibuat berbeda setiap hari agar siswa tidak merasa bosan sekaligus tetap memperoleh asupan gizi yang seimbang.

Setelah seluruh makanan matang, proses tidak langsung berlanjut ke pengemasan. Petugas terlebih dahulu mendinginkan makanan selama sekitar satu hingga dua jam agar uap panas tidak menimbulkan embun di dalam wadah makanan.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kualitas makanan selama proses distribusi sehingga tetap layak dikonsumsi saat tiba di sekolah.

Proses Packing Disesuaikan Usia Siswa

Tahap pemorsian dilakukan secara sistematis. Nasi dicetak berdasarkan gramasi yang berbeda sesuai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, hingga SMA.

Setiap petugas packing memiliki tanggung jawab khusus. Ada yang hanya menangani nasi, protein, maupun sayuran sehingga seluruh isi makanan memiliki komposisi yang sesuai tanpa ada bagian yang kurang.

Sesudah semua makanan dimasukkan ke dalam wadah makan, paket-paket tersebut disusun rapi dan diikat sebelum dipindahkan menuju mobil distribusi. Seluruh wadah juga diberi alas sehingga tidak bersentuhan langsung dengan lantai kendaraan.

Lebih dari 3.000 Porsi Didistribusikan Setiap Hari

SPPG Cinere diketahui memproduksi lebih dari 3.000 porsi makanan setiap harinya. Paket makanan tersebut didistribusikan ke lima sekolah yang berada di sekitar kawasan Cinere, termasuk sekolah dasar, sekolah menengah pertama, hingga sekolah menengah atas.

Salah satu tujuan distribusi adalah SMP Negeri 13 Depok yang berjarak sekitar dua kilometer dari dapur produksi. Jarak yang relatif dekat membuat makanan dapat diterima siswa dalam kondisi masih hangat dan segar.

Siswa Antusias Menunggu Menu MBG

Program MBG ternyata mendapat respons positif dari para siswa. Mereka mengaku selalu menantikan menu yang dibagikan setiap hari karena selalu menghadirkan variasi berbeda.

Beberapa siswa bahkan mengaku pernah mengusulkan menu melalui media sosial SPPG Cinere. Menariknya, usulan seperti dimsum berhasil diwujudkan dan menjadi salah satu menu favorit selain chicken katsu dan gyoza.

Para siswa juga menilai komposisi makanan sudah memenuhi kebutuhan gizi karena selalu terdiri atas karbohidrat, lauk berprotein, sayuran, buah, serta susu. Mereka berharap variasi menu terus dipertahankan agar program Makan Bergizi Gratis semakin diminati sekaligus mendukung kesehatan dan semangat belajar para pelajar.

Baca Juga: Intip Dapur Makan Bergizi Gratis di Depok, Begini Proses MBG Disiapkan hingga Sampai ke Siswa

Editor : Muhamad Ahsanul Wildan
#SPPG Cinere #MBG Depok #program Makan Bergizi Gratis #dapur MBG #Makan Bergizi Gratis