JAKARTA, RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Dapur SPPG Program Makan Bergizi Gratis ternyata memiliki rangkaian prosedur yang panjang sebelum makanan sampai ke tangan penerima.
Setiap tahap dirancang untuk menjaga keamanan pangan, kualitas gizi, hingga kebersihan makanan yang diproduksi setiap hari.
Video pelatihan operasional yang dipublikasikan memperlihatkan bahwa Dapur SPPG Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berfokus pada proses memasak, tetapi juga menerapkan pengawasan menyeluruh sejak bahan baku diterima hingga limbah produksi dikelola.
Seluruh prosedur tersebut menjadi bagian dari standar operasional yang diterapkan guna mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis di berbagai daerah.
Semua Dimulai dari Disiplin Petugas
Sebelum bekerja, seluruh petugas wajib mematuhi aturan kebersihan diri. Mereka harus berganti seragam khusus, mengenakan masker, penutup kepala, serta sepatu keselamatan. Barang pribadi disimpan di loker agar tidak memasuki area produksi.
Penggunaan telepon seluler, makan, minum, hingga memakai aksesori dilarang selama bekerja. Petugas juga diwajibkan mencuci tangan sesuai prosedur menggunakan sabun melalui sembilan tahapan agar risiko kontaminasi dapat ditekan.
Seleksi Bahan Baku Tidak Boleh Asal
Bahan makanan yang dikirim vendor langsung menjalani proses inspeksi. Pemeriksaan mencakup kondisi kemasan, tanggal kedaluwarsa, label halal, jumlah barang, hingga suhu produk yang membutuhkan rantai dingin.
Daging, ayam, maupun ikan harus memenuhi standar suhu tertentu sebelum diterima. Selanjutnya seluruh bahan disimpan di gudang sesuai jenisnya, baik gudang kering, chiller, maupun freezer yang terus dipantau temperaturnya.
Ayam beku juga harus melalui proses pencairan sesuai prosedur dan tidak boleh dibekukan kembali setelah mencair.
Memasak dengan Standar Keamanan Tinggi
Tahapan berikutnya adalah pengolahan bahan. Setiap jenis bahan dipotong menggunakan talenan yang berbeda warna untuk menghindari kontaminasi silang.
Sayuran dibersihkan menggunakan air mengalir, direndam larutan garam, lalu dimasak dengan teknik yang mempertahankan warna dan tekstur. Beras dimasak menggunakan rice steamer agar menghasilkan kualitas nasi yang seragam.
Sementara itu, protein harus mencapai suhu minimal 75 derajat Celsius sebagai syarat keamanan sebelum disajikan.
Pemorsian Diperiksa Berlapis
Setelah proses memasak selesai, makanan terlebih dahulu menjalani uji organoleptik yang mencakup rasa, aroma, warna, dan tekstur.
Pemorsian dilakukan saat suhu makanan sudah berada pada kisaran 30 hingga 35 derajat Celsius. Seluruh petugas menggunakan alat pelindung diri lengkap agar makanan tetap higienis.
Setiap tray diperiksa kembali untuk memastikan seluruh komponen menu telah lengkap. Selain itu, satu sampel makanan disimpan selama dua hari sebagai bagian dari sistem pengawasan mutu apabila sewaktu-waktu diperlukan pemeriksaan.
Distribusi dan Pengelolaan Limbah Ikut Diawasi
Makanan yang telah selesai dipacking didistribusikan menggunakan kendaraan yang bersih. Tray makanan diberi alas khusus agar tidak terpapar panas langsung dari lantai kendaraan selama perjalanan.
Tidak hanya proses distribusi, pengelolaan limbah juga menjadi perhatian. Sampah dipisahkan berdasarkan jenisnya, minyak jelantah dikumpulkan secara khusus, sementara sisa makanan ditimbang untuk kebutuhan analisis.
Seluruh wadah makanan kemudian dicuci melalui tahapan perendaman, pencucian, sanitasi, hingga pengeringan sebelum disimpan kembali.
Rangkaian prosedur tersebut menunjukkan bahwa Dapur SPPG Program Makan Bergizi Gratis tidak sekadar menjadi tempat memasak, melainkan menerapkan sistem pengendalian mutu yang menyeluruh. Melalui standar tersebut, makanan yang diproduksi diharapkan tetap aman, bergizi, dan layak dikonsumsi masyarakat sebagai bagian dari upaya mendukung peningkatan kualitas gizi nasional.
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan