JAKARTA, RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Standar dapur SPPG menjadi salah satu aspek penting dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dirancang sebagai unit layanan dapur dengan sistem kerja terstandarisasi guna memastikan makanan yang disajikan aman, higienis, dan tetap memiliki kandungan gizi yang optimal.
Penerapan standar dapur SPPG dilakukan sejak bahan pangan diterima dari pemasok hingga makanan didistribusikan kepada penerima manfaat. Seluruh tahapan memiliki prosedur operasional yang ketat untuk menjaga kualitas makanan sekaligus meminimalkan risiko kontaminasi.
Melalui standar dapur SPPG, Badan Gizi Nasional (BGN) menargetkan seluruh proses produksi makanan berlangsung sesuai kaidah keamanan pangan sehingga mampu mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis di berbagai daerah.
Baca Juga: Mark Up Program Makan Bergizi Gratis Disorot, BGN Ancam Suspensi Mitra dan Proses Hukum
Pemeriksaan Bahan Dilakukan Sejak Awal
Setiap bahan pangan yang dikirim oleh vendor tidak langsung digunakan dalam proses memasak.
Petugas terlebih dahulu melakukan pemeriksaan terhadap kualitas bahan, tingkat kelayakan konsumsi, hingga suhu penyimpanan saat diterima. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan seluruh bahan memenuhi standar keamanan pangan sebelum masuk ke area penyimpanan.
Setelah dinyatakan layak, bahan makanan dicuci terlebih dahulu agar kebersihannya tetap terjaga sebelum disimpan di gudang.
Sistem Penyimpanan Disesuaikan Jenis Bahan
SPPG menerapkan sistem penyimpanan yang berbeda sesuai karakteristik bahan pangan.
Bahan kering ditempatkan di gudang bersih dengan suhu di bawah 25 derajat Celsius agar kualitas dan daya simpannya tetap terjaga. Sementara itu, bahan yang membutuhkan suhu rendah, seperti daging, ikan, maupun bahan tertentu lainnya, disimpan di ruang pendingin khusus.
Pengaturan suhu penyimpanan menjadi bagian penting untuk mencegah kerusakan bahan sekaligus mempertahankan nilai gizinya.
Area Dapur Dibagi Berdasarkan Fungsi
Seluruh proses produksi makanan dilakukan di dapur utama yang telah dibagi ke dalam beberapa area kerja.
Zona tersebut meliputi hot kitchen sebagai area memasak utama, ruang persiapan daging dan ikan, serta area khusus untuk pengolahan sayuran. Pembagian area dilakukan guna mencegah kontaminasi silang antara bahan mentah dan makanan yang telah siap disajikan.
Sebelum memasuki area produksi, seluruh karyawan diwajibkan mengganti pakaian dengan seragam kerja yang bersih dan rapi sebagai bagian dari penerapan standar higiene.
Pemorsian Dilakukan Setelah Suhu Turun
Setelah makanan selesai dimasak, proses pemorsian tidak langsung dilakukan.
Petugas terlebih dahulu menunggu suhu makanan turun hingga kisaran 30 sampai 35 derajat Celsius. Langkah tersebut bertujuan mengurangi uap panas yang dapat mempercepat pembusukan apabila makanan langsung ditutup dalam wadah.
Dengan prosedur tersebut, kualitas makanan diharapkan tetap terjaga hingga diterima oleh penerima manfaat.
Wadah Dicuci dengan Standar Sanitasi
SPPG juga menerapkan prosedur khusus dalam pencucian wadah makan.
Setelah selesai digunakan, seluruh wadah dikumpulkan untuk menjalani serangkaian proses yang meliputi pengosongan sisa makanan, perendaman, pencucian, pembilasan, sanitasi, hingga pengeringan.
Setelah benar-benar bersih dan kering, wadah disimpan kembali di gudang peralatan sebelum digunakan pada siklus produksi berikutnya.
Dilengkapi Fasilitas Penunjang Operasional
Selain area produksi, setiap SPPG juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung operasional.
Fasilitas tersebut meliputi lobi, ruang administrasi atau office, empat kamar tidur untuk petugas, fasilitas sanitasi, hingga musala. Keberadaan sarana pendukung tersebut ditujukan agar operasional dapur berjalan lebih efektif sekaligus memenuhi standar pelayanan yang telah ditetapkan.
Dengan sistem kerja yang terstruktur mulai dari penerimaan bahan, penyimpanan, pengolahan, pemorsian, hingga sanitasi peralatan, SPPG diharapkan mampu menjadi pusat produksi makanan bergizi yang aman dan berkualitas. Penerapan standar ini menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis sekaligus meningkatkan kualitas gizi masyarakat secara berkelanjutan.
Baca Juga: 8 Syarat Dapur MBG Sesuai Standar BGN, Sanitasi hingga CCTV Wajib Dipenuhi Mitra
Editor : Cholifatun Nisak