Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Dapur MBG Wong Solo di Boyolali Ungkap Rahasia Produksi 12.000 Porsi Sehari, Modal Capai Miliaran

Cholifatun Nisak • Kamis, 2 Juli 2026 | 21:54 WIB
Dapur MBG Wong Solo Boyolali produksi 12.000 porsi per hari. Intip sistem, modal miliaran, dan distribusi program makan bergizi gratis.
Dapur MBG Wong Solo Boyolali produksi 12.000 porsi per hari. Intip sistem, modal miliaran, dan distribusi program makan bergizi gratis.

 

BOYOLALI, RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - dapur MBG Wong Solo Boyolali menjadi salah satu contoh implementasi besar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang melibatkan pengusaha kuliner dalam skala industri. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gagak Sipat di Boyolali, Jawa Tengah, diketahui mampu memproduksi ribuan porsi makanan setiap hari untuk disalurkan ke sekolah-sekolah penerima manfaat.

Keberadaan dapur MBG Wong Solo Boyolali ini berada di bawah pengelolaan Yayasan Bangun Gizi Nusantara dan bermitra dengan Badan Gizi Nasional (BGN). Total terdapat empat dapur yang dikelola, dengan dua dapur utama di Gagak Sipat yang masing-masing melibatkan sekitar 70 karyawan dan mampu memproduksi hingga 6.000 porsi makanan per hari.

Selain di Boyolali, grup Wong Solo juga memiliki dapur SPPG di Sukoharjo dengan kapasitas serupa. Seluruh makanan yang diproduksi disalurkan ke berbagai sekolah, terutama di wilayah Kabupaten Sukoharjo, sebagai bagian dari program nasional peningkatan gizi anak sekolah.

Produksi Ribuan Porsi Dimulai Sejak Malam Hari

Pengelolaan dapur MBG Wong Solo Boyolali dilakukan dengan sistem produksi terjadwal ketat. Proses memasak dimulai sejak malam hari, sementara bahan baku sudah tiba di dapur sejak sore untuk memastikan semua proses berjalan tepat waktu.

Menurut Kepala SPPG Dapur 1 Gagak Sipat Boyolali, Yuwida Salmalova, pengiriman makanan dilakukan dalam dua tahap agar distribusi lebih efektif. Proses memasak pun dibagi menjadi beberapa sesi untuk memastikan kualitas makanan tetap terjaga hingga sampai ke siswa.

Tahap pertama ditujukan untuk siswa Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD), sedangkan tahap kedua diperuntukkan bagi siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Sistem ini memungkinkan makanan diterima dalam kondisi hangat dan tetap layak konsumsi.

Baca Juga: Modus Korupsi Program Makan Bergizi Gratis Terbongkar, BGN Ungkap Godaan Rp20 Juta per Bulan

Menu Berganti Setiap Hari, Siswa Bisa Beri Usulan

Dalam operasional dapur MBG Wong Solo Boyolali, variasi menu menjadi salah satu perhatian utama. Setiap hari menu makanan selalu berganti agar siswa tidak merasa bosan.

Menariknya, pihak SPPG juga membuka ruang bagi siswa dan guru untuk memberikan usulan menu. Usulan tersebut kemudian dipertimbangkan selama masih sesuai dengan standar gizi yang ditetapkan Badan Gizi Nasional.

Selain itu, menu juga dibedakan berdasarkan jenjang pendidikan. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan gizi antara siswa TK, SD, hingga SMA.

Sistem Produksi dan Standarisasi Ketat

Penerapan sistem produksi di dapur MBG Wong Solo Boyolali mengedepankan standarisasi agar kualitas makanan tetap konsisten. Proses memasak dibuat sederhana dengan sistem bahan yang sudah terukur, sehingga koki tidak perlu meracik ulang secara kompleks di dapur.

Pendekatan ini dinilai membantu menjaga konsistensi rasa sekaligus memastikan standar gizi tetap terpenuhi di setiap porsi makanan.

Distribusi makanan juga didukung oleh empat mobil dan dua sepeda motor, sehingga pengiriman dapat dilakukan tepat waktu sesuai jadwal konsumsi siswa di sekolah.

Investasi Miliaran Rupiah untuk Dapur SPPG

Pembangunan dapur MBG Wong Solo Boyolali disebut membutuhkan investasi besar. Pengusaha kuliner Puspo Wardoyo, yang berada di balik pengembangan dapur tersebut, mengungkapkan bahwa modal yang dikeluarkan mencapai miliaran rupiah untuk memenuhi standar Badan Gizi Nasional.

Tidak hanya bangunan dapur, seluruh peralatan memasak, sistem penyimpanan, hingga standar operasional juga harus mengikuti ketentuan pemerintah.

Menurutnya, keterlibatan pengusaha kuliner dalam program MBG sangat penting karena mereka sudah memiliki pengalaman dalam mengelola produksi makanan dalam jumlah besar.

Baca Juga: Chef SPPG Palmerah Bongkar Tantangan MBG Rp10 Ribu, Kunci Menu Bergizi Ada di UMKM Lokal

Libatkan UMKM dan Serap Tenaga Kerja Lokal

Dalam operasional dapur MBG Wong Solo Boyolali, Puspo juga melibatkan UMKM serta koperasi lokal sebagai pemasok bahan baku. Strategi ini tidak hanya mendukung kelancaran operasional, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.

Selain itu, setiap dapur juga mempekerjakan warga lokal sehingga memberikan dampak langsung terhadap penyerapan tenaga kerja di wilayah Boyolali dan Sukoharjo.

Dapat Respons Positif dari Siswa

Program MBG yang dijalankan melalui dapur MBG Wong Solo Boyolali juga mendapat respon positif dari para siswa penerima manfaat. Mereka menilai menu yang disajikan lebih bervariasi, bergizi, dan tidak terlalu berminyak.

Beberapa siswa bahkan menyebut program ini membantu menghemat uang jajan mereka sekaligus memastikan kebutuhan gizi harian tetap terpenuhi.

Dengan adanya variasi menu harian serta kandungan protein, sayur, dan buah, siswa merasa lebih sehat dan bersemangat mengikuti kegiatan belajar di sekolah.

Dorongan Pemerintah untuk Perluasan Dapur MBG

Pemerintah saat ini terus mendorong pengembangan dapur MBG di berbagai daerah agar program makan bergizi gratis dapat menjangkau lebih banyak sekolah di seluruh Indonesia.

Model seperti dapur MBG Wong Solo Boyolali diharapkan menjadi contoh implementasi yang efektif, baik dari sisi produksi, distribusi, maupun keterlibatan pelaku usaha lokal dalam mendukung program nasional peningkatan gizi anak.

Baca Juga: Investasi Dapur MBG Bizer Tawarkan Imbal Hasil 69% per Tahun, Ini Skema dan Klaim Bisnisnya

Editor : Cholifatun Nisak
#dapur MBG Wong Solo Boyolali #SPPG Gagak Sipat #Puspo Wardoyo #badan gizi nasional #program Makan Bergizi Gratis