JAKARTA, RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM -
Fenomena kelas metafisika weton kembali viral di media sosial setelah sebuah video pembelajaran daring membahas perhitungan weton Jawa untuk membaca karakter, rezeki, hingga jodoh seseorang. Dalam kelas tersebut, pembicara menjelaskan bahwa weton merupakan sistem tradisional Jawa yang menggabungkan hari lahir dan pasaran Jawa sebagai dasar perhitungan.
Weton Jawa Jadi Bahan Kelas Metafisika Viral
Dalam video yang beredar luas, kelas metafisika weton dijelaskan secara santai namun kompleks. Weton disebut terdiri dari kombinasi tujuh hari dalam kalender Masehi (Senin hingga Minggu) dan lima pasaran Jawa, yakni Kliwon, Legi, Pahing, Pon, dan Wage. Kombinasi kedua unsur ini diyakini menghasilkan nilai tertentu yang kemudian ditafsirkan sebagai karakter hingga nasib seseorang.
Pembicara dalam video tersebut menyebutkan bahwa setiap kombinasi weton memiliki angka dan pola tertentu yang bisa dihitung secara matematis. Bahkan, ia menyamakan sistem tersebut dengan konsep matriks dalam matematika karena adanya hubungan antara baris dan kolom dalam perhitungan.
Baca Juga: Dapur MBG Wong Solo di Boyolali Ungkap Rahasia Produksi 12.000 Porsi Sehari, Modal Capai Miliaran
Perhitungan Weton Dikaitkan dengan Rezeki dan Jodoh
Lebih jauh, dalam kelas metafisika weton itu dijelaskan bahwa hasil perhitungan dapat digunakan untuk melihat kecenderungan rezeki, peruntungan, hingga kecocokan pasangan. Misalnya, hasil sisa pembagian angka tertentu disebut dikaitkan dengan kategori seperti “rezeki lancar”, “tantangan hidup”, hingga “karakter pemimpin”.
Meski demikian, pembicara juga menegaskan bahwa metode ini tidak bersifat mutlak. Ia menyebut bahwa hasil weton hanya berupa probabilitas dan tidak menentukan nasib seseorang secara absolut. Faktor usaha, doa, serta kehendak Tuhan tetap menjadi penentu utama.
“Ini bukan sesuatu yang 100 persen menentukan nasib, tapi lebih sebagai rambu-rambu,” ungkapnya dalam video tersebut.
Weton sebagai Warisan Budaya Jawa
Selain aspek hitungan, kelas tersebut juga menyinggung bahwa weton merupakan bagian dari warisan budaya Jawa yang telah lama digunakan dalam kehidupan masyarakat, termasuk untuk menentukan hari baik pernikahan, membuka usaha, hingga membaca karakter seseorang.
Dalam penjelasan yang lebih luas, weton juga dikaitkan dengan konsep filosofi Jawa seperti keseimbangan hidup, hubungan manusia dengan alam, serta harmoni sosial. Hal ini membuat weton tetap relevan di tengah masyarakat modern, meski kerap diperdebatkan secara ilmiah.
Respons Publik dan Perdebatan
Viralnya kelas metafisika weton ini memicu berbagai respons dari warganet. Sebagian menganggapnya menarik sebagai bagian dari budaya lokal, sementara yang lain menilai perhitungan tersebut tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat.
Namun demikian, konten seperti ini terus mendapat perhatian besar karena menggabungkan unsur budaya, numerologi, dan hiburan edukatif yang mudah dipahami publik.
Baca Juga: Aksi Demo Ricuh di BGN: Tuduhan Korupsi MBG Menggema, Wakil Kepala BGN Janji Klarifikasi Terbuka
Editor : Cholifatun Nisak