JAKARTA, RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM -
Fenomena weton pembawa rezeki kembali menjadi sorotan setelah sebuah penjelasan berbasis Primbon Jawa kuno menyebut ada sejumlah kombinasi hari lahir yang diyakini membawa keberuntungan besar dalam hidup. Dalam tradisi Jawa, weton pembawa rezeki tidak hanya berkaitan dengan hari kelahiran, tetapi juga perpaduan antara hari pasaran dan neptu yang dipercaya membentuk karakter serta jalan hidup seseorang.
Menurut penjelasan yang beredar dalam kajian Primbon Jawa, weton pembawa rezeki kerap dikaitkan dengan keberlimpahan rezeki, kemudahan hidup, serta keberuntungan dalam berbagai aspek kehidupan seperti pekerjaan, usaha, hingga hubungan sosial. Konsep ini masih dipercaya sebagian masyarakat sebagai bagian dari kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun.
Dalam pemaparan tersebut, weton pembawa rezeki disebut memiliki naungan spiritual tertentu seperti Satrio Wibowo, Tunggak Semi, Waseso Segoro, hingga Nohan Rembulan. Setiap naungan dipercaya membawa pengaruh berbeda, mulai dari kewibawaan, kelancaran rezeki, hingga keberuntungan yang terus mengalir sepanjang hidup.
Baca Juga: Weton Jawa Disebut Punya Akurasi Tinggi? Ini Penjelasan Lengkap Sistem Neptu dan Perhitungan Jodoh
Daftar Weton Pembawa Rezeki Menurut Primbon Jawa
Beberapa weton yang disebut termasuk dalam kategori weton pembawa rezeki antara lain Kamis Paing, Ahad Kliwon, Selasa Wage, hingga Jumat Kliwon. Masing-masing memiliki neptu yang dipercaya membawa karakter unggul seperti kewibawaan, kecerdasan, kesabaran, dan kemampuan bersosialisasi yang baik.
Misalnya, Kamis Paing dengan neptu 17 disebut berada di bawah naungan Satrio Wibowo yang membuat seseorang disegani dan dihormati. Sementara Selasa Wage dengan neptu 7 digambarkan memiliki sifat tulus dan rezeki yang mengalir lancar. Adapun Jumat Kliwon dengan neptu 14 dipercaya membawa keberuntungan stabil dan kehidupan yang makmur.
Selain itu, weton seperti Senin Legi, Senin Wage, dan Rabu Legi juga masuk dalam daftar karena diyakini memiliki karakter pengayom, cerdas, serta mudah mendapatkan kepercayaan dari lingkungan sekitar. Dalam Primbon, kombinasi ini menjadi salah satu indikator weton pembawa rezeki yang sering dijadikan acuan dalam kehidupan sosial masyarakat Jawa.
Makna Neptu dan Naungan dalam Primbon Jawa
Konsep neptu menjadi dasar utama dalam menentukan weton pembawa rezeki. Neptu merupakan hasil penjumlahan nilai hari dan pasaran yang kemudian dikaitkan dengan sifat, karakter, dan nasib seseorang. Dari sinilah muncul berbagai istilah seperti Tunggak Semi yang melambangkan rezeki tidak pernah putus, serta Waseso Segoro yang menggambarkan rezeki seluas lautan.
Selain itu, ada pula konsep Ilmu Latipan yang dikaitkan dengan kecerdasan dan kemampuan belajar tinggi. Seseorang yang berada dalam naungan ini dipercaya lebih mudah berkembang dalam kehidupan dan pekerjaan.
Kepercayaan dan Relevansi di Era Modern
Meski tidak memiliki dasar ilmiah modern, konsep weton pembawa rezeki masih banyak dipercaya sebagai bagian dari budaya dan identitas masyarakat Jawa. Sebagian orang menjadikannya panduan dalam mengambil keputusan penting seperti pekerjaan, bisnis, hingga pernikahan.
Namun demikian, para pemerhati budaya menilai bahwa Primbon Jawa lebih tepat dipahami sebagai warisan filosofi hidup yang mengajarkan keseimbangan, kerja keras, dan sikap rendah hati, bukan sebagai kepastian mutlak dalam menentukan nasib seseorang.
Baca Juga: Sedulur Papat 5 Pancer: Misteri Kekuatan Batin Jawa yang Disebut Kunci Keseimbangan Hidup
Editor : Cholifatun Nisak