JAKARTA, RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM -Dalam tradisi masyarakat Jawa, primbon Jawa weton anak pembawa rezeki masih dipercaya sebagian kalangan sebagai panduan membaca karakter dan masa depan seseorang. Salah satu kepercayaan yang ramai dibahas adalah adanya weton tertentu yang diyakini membawa keberuntungan besar serta mampu mengangkat derajat orang tua.
Konsep weton dalam primbon Jawa merupakan perhitungan hari lahir berdasarkan gabungan hari pasaran dan hari biasa dalam kalender Jawa. Dari perhitungan tersebut, muncul istilah seperti tunggak semi, lakuning bulan, hingga satrio wibowo yang diyakini menggambarkan karakter dan nasib seseorang.
Dalam narasi yang berkembang di media sosial dan video spiritual, primbon Jawa weton anak pembawa rezeki sering dikaitkan dengan kemampuan seseorang dalam mencari rezeki, keberuntungan usaha, hingga kesuksesan hidup di masa depan.
Baca Juga: Ramalan Hari Baik Buka Usaha Menurut Primbon Jawa: Senin Disebut Paling Berkah untuk Dagang
10 Weton Anak yang Diyakini Pembawa Keberuntungan
Berdasarkan penjelasan dalam tradisi primbon, terdapat sepuluh weton anak yang disebut memiliki potensi besar dalam hal rezeki dan kesuksesan. Di antaranya adalah Minggu Wage, Kamis Kliwon, Rabu Paing, Selasa Pon, Rabu Pon, Selasa Paing, Jumat Kliwon, Kamis Legi, Senin Wage, dan Rabu Legi.
Masing-masing weton memiliki karakter berbeda. Misalnya, Minggu Wage digambarkan sebagai pribadi aktif, cerdas, dan mudah beradaptasi. Sementara Kamis Kliwon dikenal memiliki sifat tenang, kuat dalam menghadapi tantangan, dan tidak mudah menyerah dalam hidup.
Dalam pembahasan primbon Jawa weton anak pembawa rezeki, Rabu Paing bahkan disebut berada di bawah naungan tunggak semi, yang dimaknai sebagai simbol rezeki yang terus tumbuh dan tidak pernah putus.
Selanjutnya, Selasa Pon digambarkan sebagai pribadi jujur dan berwibawa, sedangkan Rabu Pon dikenal tekun dan mudah dalam mencari penghidupan. Adapun Jumat Kliwon disebut memiliki kecerdasan dan keberanian dalam menghadapi tantangan hidup.
Makna Naungan Weton dalam Kehidupan
Dalam primbon Jawa, setiap weton tidak hanya menunjukkan karakter, tetapi juga berada dalam “naungan” tertentu. Istilah seperti lakuning angin, lakuning bumi, hingga tunggak semi dipercaya menggambarkan arah perjalanan hidup seseorang.
Konsep ini membuat primbon Jawa weton anak pembawa rezeki semakin populer di kalangan masyarakat yang masih memegang nilai budaya Jawa. Banyak yang meyakini bahwa anak dengan weton tertentu dapat membawa perubahan ekonomi bagi keluarganya di masa depan.
Meski demikian, para pemerhati budaya menilai bahwa hal ini lebih merupakan bagian dari tradisi dan kearifan lokal, bukan kepastian ilmiah.
Antara Tradisi, Harapan, dan Realitas
Fenomena ramalan weton anak pembawa rezeki menunjukkan kuatnya pengaruh budaya Jawa dalam kehidupan masyarakat. Banyak orang tua yang menjadikan primbon sebagai motivasi dan harapan dalam membesarkan anak.
Namun secara rasional, kesuksesan seseorang tetap dipengaruhi oleh pendidikan, lingkungan, kerja keras, dan kesempatan hidup. Weton dalam hal ini lebih dipahami sebagai bagian dari identitas budaya, bukan penentu mutlak masa depan.
Kesimpulan
Kepercayaan terhadap primbon Jawa weton anak pembawa rezeki masih hidup di tengah masyarakat sebagai warisan budaya leluhur. Sepuluh weton yang disebut dalam primbon sering dianggap sebagai simbol harapan akan masa depan yang lebih baik.
Baca Juga: 3 Tanaman Pembawa Rezeki di Rumah: Serai, Kemangi, dan Selasih Menurut Kepercayaan Tradisional
Editor : Cholifatun Nisak